A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Nyepi – saat semua aktivitas masyarakat Hindu di nusantara terhenti dalam lingkup catur brata penyepian. Mungkin tidak semua, karena tiap orang selalu memiliki hal-hal yang tidak dapat dijindari untuk terjadi.

“Amati Karya” ~ dalam hal ini secara gamblang dapat diartikan tidak bekerja. Umat Hindu tidak melaksanakan kegiatan sehari-harinya, sebagaimana biasanya. Untuk saat ini baik petani, buruh, pegawai, nelayan, atau apapun fungsinya dalam masyarakat, seseorang akan beristirahat dari semua itu pada hari ini. Setidaknya dimulai dari matahri terbit hingga matahari terbit kembali keesokan harinya.

“Amati Gni” ~ tidak menyalakan api, yah itulah makna dasarnya. Sehingga semua hal yang berhubungan dengan api menjadi tiada, bahkan termasuk memasak. Namun aku sendiri tidak terlalu mengerti apakah ini yang kemudian menjadi dasar bahwa “puasa” adalah bagian dari nyepi?

“Amati Lelungan” ~ tidak bepergian, masyarakat disarankan (oleh siapa …?) untuk tetap berada di rumah dan menghindari perjalanan, kecuali untuk hal-hal yang darurat.

“Amati Lelanguan” ~ tidak menikmati (makanan) kesenangan (duniawi?) selama sehari penuh.

Apakah makna-makna hal di atas? Terkadang aku tak ingin memandangnya dengan memilah-milah, karena sebuah kesatuan adalah hal yang paling sederhana yang dapat terlihat.

Nyepi ~ penyepian Sang Diri, merupakan sebuah hal yang sangat menarik untuk diselami, karena selama ini kita selalu hanyut dan sibuk berkutat pada dunia luar yang bising ini, dan kita telah membawa semua kemelit ini masuk ke dalam diri kita. Membuat kita menjadi mudah untuk bimbang dan ragu.

Bagi beberapa orang, perasaan sepi nan penuh kesunyian terkadang menjadi hal yang dirindukan. Kita merindukannya karena kita merasa begitu jauh dari sebuah ketenangan.

Orang-orang yang lebih menggunakan akal daripada perasaan akan membuat sistematika dunia yang sunyi, untuk mendapatkan kembali ketengan itu. Membuat dunia sunyi itulah hal yang termudah (dan tentunya dengan bantuan sedikit kekuasaan). Kemudian Anda akan manarik diri dari semua kegiatan dan segala hal yang dapat menarik kenikmatan yang mengundang kegaduhan dunia datag kembali. Dan setelah sebuah tempat yang senyaman rumah, tanpa kekhawatiran akan ini dan itu, Anda akan mendapatkan sebuah suasana penuh kesunyian.

Hmm … namun jauh dari itu ada hal-hal yang indah selain suasana yang sunyi. Diamkahlah diri Anda sejenak (amati karya), amtilah pikiran-pikiran Anda yang bermunculan … lihatlah bagaimana ia muncul sebagai ego dan emosi yang sia-sia, sehingga Anda melihat bagaimana kesia-siaan itu padam (amati gni), dan amati selalu pikiran Anda karena ia dapat bergerak dan perpindah dengan cepat untuk menciptakan kekonyolan yang baru, jangan melakukan intervensi – cukup mengamati dan kediaman dan keheningan akan datang saat kita menyadari bahwa sia-sia membawa pikiran ini berlarian (amati lelungan), dan jika Anda berjodoh ketenangan itu akan ada dan lebih indah dari kenikmatan dunia manapun (amati lelanguan).

Sederhana namun indah …

Selamat Tahun Baru Saka 1929

Artikel Baru Terbit

  • Cyclospora: Parasit Mikroskopis yang Mengintai di Balik Sayuran dan Buah Segar
    Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
  • Ngopi Pagi di Sragen, Otot Lebih Padat: Apa Kata Riset Terbaru soal Kopi dan Komposisi Tubuh?
    Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
  • Faktor Kesuburan Pria: Sisi yang Sering Terlewat dalam Pencarian Momongan
    Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.
  • Ketika Muntah Datang Seperti Badai yang Terjadwal: Mengenal Cyclic Vomiting Syndrome
    Muntah hebat yang datang berulang lalu hilang seolah tak pernah terjadi—inilah wajah cyclic vomiting syndrome, gangguan interaksi otak-usus yang sering disalahpahami sebagai gastroenteritis biasa. Artikel ini mengulas patofisiologi, kriteria diagnosis Rome IV, pembaruan pedoman NASPGHAN 2025, serta tata laksana berbasis bukti terkini bagi klinisi di layanan primer maupun rujukan.
  • Demo Besar 27 Agustus 2026: Apa yang Perlu Dicermati Pelaku Bursa Saham dalam Jangka Pendek
    Besok, 27 Agustus 2026, Jakarta akan menggadakan unjuk rasa besar oleh berbagai aliansi. Tuntutan termasuk pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor. Polda Metro Jaya telah menyiapkan pengamanan. Aksi ini dapat mempengaruhi IHSG dan rupiah, dengan proyeksi pergerakan cenderung sideways dalam beberapa hari ke depan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca