A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Halo teman-teman semua! Apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu ya. 😊

Kali ini saya mau berbagi tentang Hari Raya Nyepi yang akan datang. Tahukah kalian apa itu Hari Raya Nyepi? Hari Raya Nyepi adalah hari suci yang dirayakan umat Hindu setiap pergantian tahun baru Saka. Tahun baru Saka adalah penanggalan yang berasal dari India dan dimulai sejak tahun 78 Masehi.

Hari Raya Nyepi jatuh pada tanggal 22 Maret 2023, atau Tilem Kesanga dalam kalender Bali. Pada hari itu, umat Hindu di Bali melakukan empat hal utama, yaitu:

  • Amati geni: tidak menyalakan api atau listrik
  • Amati karya: tidak bekerja atau melakukan aktivitas fisik
  • Amati lelungan: tidak keluar rumah atau bepergian
  • Amati brata: tidak bersenang-senang atau berbicara

Tujuan dari empat hal ini adalah untuk membersihkan diri dari segala dosa dan kesalahan, serta untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh makhluk hidup. Selain itu, dengan menyepi dan merenung, umat Hindu juga dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan mereka kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Hari Raya Nyepi bukan hanya untuk umat Hindu saja, tetapi juga untuk semua orang yang menghormati keberagaman dan toleransi. Dengan menghargai perbedaan dan saling mengasihi, kita dapat menciptakan kedamaian dan kerukunan nasional. Oleh karena itu, mari kita sambut Hari Raya Nyepi dengan penuh semangat dan sukacita.

Sekian dulu postingan saya kali ini. Semoga bermanfaat dan menginspirasi kalian semua. Sampai jumpa di postingan selanjutnya ya!

Selamat Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1945! 🙏🏼🕉️

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca