A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Belakangan ini, obat pribadi lebih tepatnya pengobatan personal (personalized medicine) sering kali diperbincangkan karena menjadi isu sebagai tipe obat masa depan. Secara umum dapat diartikan sebagai obat yang dirancang sesuai dengan karakteristik seseorang/pribadi, terutama disesuaikan dengan sifat genetik yang dimilikinya. Berikut adalah petikan editorial sebuah majalah yang menyoroti tentang hal ini.

 

Pada Bulan September, Myriad Genetics Inc. memulai kampanye pemasaran langsung pada konsumen untuk uji genetik gen-gen BRCA1 dan BRCA2. Karier (orang yang membawa) mutasi gen-gen ini cenderung menimbulkan kanker payudara dan ovarium (indung telur).

Tes genetik ditujukan pada wanita dengan riwayat pribadi atau keluarga dengan kanker-kanker ini sebagaiman juga pada dokter-dokter. Tes telah tersedia sejak 1997 namun tidak banyak diiklankan hingga kini. Kampanye televisi, media cetak dan radio, yang berlangsung di area-area metropolitan di Amerika Serikat bagian Timur Laut, menuntun konsumen menuju sebuah situs jaringan (web site) dan nomor telepon sebagaimana juga menyarankan mereka untuk berkonsultasi dengan dokter mereka.

Situs jaringan untuk tes memiliki informasi apa yang harus dilakukan jika hasil tes positif didapatkan. Meskipun beberapa rekomendasi, seperti meningkatkan screening, diharapkan, yang lain lebih dratis, seperti preventive mastectomy (operasi pengangkatan sebagian/seluruh jaringan payudara dengan tujuan pencegahan terhadap kondisi tertentu).

Fakta bahwa kita memiliki teknologi untuk melakukan uji seperti sangatlah luar biasa, namun masalah sesungguhnya ada di dalam fakta bahwa kita sepertinya tidak siap untuk ini. Pasien-pasien bisa jadi memiliki dambaan nyata untuk mendapatkan informasi yang disediakan oleh tes ini, namun dokter sepertinya tidak siap dengan menolong pasien-pasien membuat keputusan untuk atau menolak uji atau membuat rekomendasi-rekomendasi jika seorang pasien memiliki mutasi.

Isu kompleks yang melingkupi pengujian genetik adalah ketika konsulen (konsultan) genetik dilatih untuk menangani, namun kampanye iklan ditujukan pada dokter. Faktanya, kampanye langsung pada konsumen didahului sebuah kampanye yang ditujukan pada dokter.

Sebuah hasil tes negatif bisa jadi lebih buruk jika implikasinya tidak sepenuhnya dipahami dan dikomukasikan oleh seorang dokter. Sebuah hasil negatif dapat memberikan rasa keamanan yang palsu, ketika, nyatanya, sebuah mutasi gen yang tak teruji masih dapat ada, karena banyak faktor yang terlibat dalam kanker-kanker ini.

Kritik-kritik kampanye iklan Myriad Genetic menyebutkan bahwa itu terlalu menyederhanakan isu-isu, terfokus hanya pada potensi keuntungan tanpa menyebutkan risiko yang potensial, dan bermain-main dengan emosi akan kanker. Pendukung mengatakan bahwa iklan akan memacu lebih banyak pemahaman dan perbincangan mengenai risiko genetik untuk kanker.

Baik kritik maupun dukungan benar adanya pada lingkup tertentu karena tipe-tipe iklan seperti ini dapat membantu mendidik masyarakat, namun hanya jika mereka dilakukan dengan cara yang benar. Isu nyata dalam iklan langsung pada konsumen tentang uji genetik memerlukan regulasi yang lebih kuat. Sebagaimana iklan langsung pada konsumen lainnya, yang berupa uji generik juga tak perlu review oleh FDA (Di Indonesia ~ Badan POM) sebelum peluncuran. Sebaliknya, FDA masuk ketika masalah muncul.

Semakin banyaknya uji-uji genetik tersedia, pesan-pesan yang diterima oleh masyarakat umum sepertinya semakin membingungkan. FDA harus mengambil langkah dengan regulasi sebelum masalah-masalah muncul. Konsekuensi lalai dalam regulasi dengan proaktif akan sangat serius.

 

Dikutip dari Editorial “Biophotonics Interneational” Edisi Desember 2007

Artikel Baru Terbit

  • Cyclospora: Parasit Mikroskopis yang Mengintai di Balik Sayuran dan Buah Segar
    Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
  • Ngopi Pagi di Sragen, Otot Lebih Padat: Apa Kata Riset Terbaru soal Kopi dan Komposisi Tubuh?
    Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
  • Faktor Kesuburan Pria: Sisi yang Sering Terlewat dalam Pencarian Momongan
    Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.
  • Ketika Muntah Datang Seperti Badai yang Terjadwal: Mengenal Cyclic Vomiting Syndrome
    Muntah hebat yang datang berulang lalu hilang seolah tak pernah terjadi—inilah wajah cyclic vomiting syndrome, gangguan interaksi otak-usus yang sering disalahpahami sebagai gastroenteritis biasa. Artikel ini mengulas patofisiologi, kriteria diagnosis Rome IV, pembaruan pedoman NASPGHAN 2025, serta tata laksana berbasis bukti terkini bagi klinisi di layanan primer maupun rujukan.
  • Demo Besar 27 Agustus 2026: Apa yang Perlu Dicermati Pelaku Bursa Saham dalam Jangka Pendek
    Besok, 27 Agustus 2026, Jakarta akan menggadakan unjuk rasa besar oleh berbagai aliansi. Tuntutan termasuk pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor. Polda Metro Jaya telah menyiapkan pengamanan. Aksi ini dapat mempengaruhi IHSG dan rupiah, dengan proyeksi pergerakan cenderung sideways dalam beberapa hari ke depan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca