A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Seminggu di Banyumas, terkadang jadi homesick juga, ha.. ha.., udara yang panas menyengat (heran kenapa dulu ada Civilization di sini), bahkan seperti heat streak di siang hari, berjaga di bangsal, berjalan di lorong ataupun berteduh di bawah naungan ranjang bertingkat tetap saja keringat akan mengucur. Tapi bukan itu yang kukeluhkan, itu sih tidak seberapa dibandingkan rasa bosan yang luar biasa (padahal ga ngapa-ngapain).

Hari Minggu yang lalu kuputuskan untuk berangkat ke Sokaraja, karena menurut informasi di sanalah ATM terdekat berada. Berbekal informasi seadanya, aku dan seorang teman berangkat menggunakan minibus menuju ke Sokaraja. Setelah turun dari angkutan umum, aku langsung menyadari ada yang kurang, ya ampun…, Siemens ME75 limited edition yang selama ini selalu menemaniku ke mana-mana sudah tidak ada di saku celana tempat aku menyimpannya. Kucoba menghubungi dengan iPAQ rw6828-ku, ternyata panggilannya langsung teralihkan ke nomor fren-ku yang aktif, padahal ME75 tidak pernah kunonaktifkan, dan amat tidak mungkin rasanya dia mati sendiri, tampaknya tangan jahil sudah menon-aktif-kan-nya. Yah … apa boleh buat, walau sudah ku-lock untuk SIM-card baru sehingga tak bisa dipakai untuk kartu lain, tetap saja, firmware-nya bisa dibongkar oleh orang yang kurang bertanggung-jawab. Sementara aku terburu-buru meminta sahabatku di Yogya untuk mem-blok kartu XL lamaku yang turut hilang, aku hanya bisa menunggu kabar terbaru. Karena aku tak tahu apalagi yang bisa dilakukan.

Sementara menghilangkan penatku, aku selalu menghabiskan waktu dengan bermain ping-pong, sehingga bisa mengucurkan lumayan keringat, sayangnya bukan karena permainan yang bagus, tapi karena kecapekan mungut bola yang ga pernah bisa tertangkap ^_^

Padahal rekap klien minggu lalu belum bisa kuselesaikan, sementara masih banyak rencana yang menumpuk dibenakku, tampaknya kemampuanku dalam memanajemen waktu perlu diupgrade ke level yang lebih efesien. Ah… ya, mungkin…

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Rumah Baru, Wajah Baru
    Legawa.com baru saja melakukan pembaruan identitas visual dengan logo baru yang sederhana, menggambarkan matahari di atas awan. Simbol ini merepresentasikan perjalanan penulis dan esai yang dihasilkan. Desain yang bersih dan konsisten diharapkan dapat menjadikan blog ini lebih tenang dan jujur, tanpa elemen yang bersaing.
  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca