A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Sampai saat ini langkah pikiranku masih terasa berat, dan ini memang sedikit agak menyebalkan. Sementara tugas-tugas laporan kasus masih menumpuk di barisan pada lembar “tugas hari ini” yang harus kuselesaikan. Setidaknya beberapa waktu yang kugunakan untuk istirahat kembali memberikan kesegaran pada tubuhku, sayangnya pikiranku belum sempat beristirahat, entah apa yang dikerjakannya, bahkan pada alam bawah sadarnya.

Segalanya melangkah dengan begitu pelan, namun sang waktu tetap saja seakan berlari, dealing with something that even does not exist … how could I break through the wall that even does not exist, the unrealistic problem. Hah… semuanya hanya membuatku menghela napas panjang sepanjang waktu, sepertinya hidupku sedang mencapai sebuah titik jenuh. Walau demikian, aku masih dapat melirik beberapa hal yang menarik di sepanjang aktivitas harianku. Beberapa kasus yang menggelitik logika untuk diselami, dan beberapa keterampilan yang menantang untuk segera dikuasi. Sayangnya, semua itu sulit dilakukan seorang diri, sementara semua bimbingan yang bisa didapat terhalang oleh kesibukan kerja yang tak pernah dapat dipahami. Dan inilah masalah sebuah pilihan, sebuah waktu, dan sebuah kesempatan.

Aku selalu menggunakan waktu luangku untuk mendengarkan, lirik lagu One more time – One more chance dari serial 5 cm per minute… jika terdiam sejenak, lagu ini terdengar begitu jujur, membuatku bertanya kembali, apakah sesungguhnya yang kuinginkan dan kuharapkan. Mungkin inilah liriknya jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris…

What must I lose to be forgiven?

How much pain must I endure if I want to meet you?

One more time, season please don’t change.

One more time, to the time when we were having fun.

I’m always the first person to break when we disagree.

Your selfishness makes me love you more.

One more chance, I was stopped by memories.

One more chance, I don’t want to choose another place.

I’m always searching everywhere for your figure.

Our meeting platform, the back alley window.

Even though I know you won’t be there.

If my wish is granted, I will be by your side.

There’s nothing I can’t do.

I will risk everything to embrace you.

If only to divert sadness, anyone will do.

It’s likely a star is falling tonight, I won’t pretend anymore.

One more time, season please don’t change.

One more time, to the time when we were having fun.

I’m always searching everywhere for your figure.

At the intersection, in my dream.

Even though I know you won’t be there.

If there is a miracle, I want to show you it right now.

The new morning, the new me.

Even the word “Love” that I couldn’t say to you.

Summer memories are spinning around me.

Heartbeats those suddenly stopped.

I’m always searching everywhere for your figure.

The city at dawn, in Sakuragi.

Even though I know you won’t come here.

If my wish granted, I will be by your side.

There’s nothing I can’t do.

I will risk everything to embrace you.

I’m always searching everywhere for pieces of you.

In the shop at my destination, in the corner of the newspaper.

Even though I know you won’t be there.

If there is a miracle, I want to show you right now.

The new morning, the new me.

Even the word “Love” that I couldn’t say to you.

I always end up searching everywhere for your smile.

At the express train railroad crossing.

Even though I know you won’t be there.

If I could repeat my life, I would be by your side forever.

There is nothing else I want.

Besides you, my important person.

Ini merupakan karya Makoto Shinkai pertama yang saya nikmati, dan menjadi awal dari saya menanti karya-karyanya yang akan datang.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca