A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Baru saja kuselaikan membaca buku “Christ of Khasmiris”, kesanku seperti membaca sebuah novel beralur kuat nan indah seperti “The Da Vinci Code”, penulis menggunakan subjektivitas yang luar biasa (I don’t say this was wrong) dalam menggambarkan perjalanan historis sang tokoh. Seperti menguak sebuah rahasia yang disembunyikan oleh penggunungan Himalaya selama ini, dan hanya segelintir orang yang tahu.

Bagaimana kisah diawali dengan akhir perang Bharata, saat Asvathama terusir dari Bharata – kemudian kembali ke daerah yang kini dikenal sebagai semenanjung Arab (yang dulunya adalah aliansi Hastinapura), oleh karena kecerdasannya ia dipanggil The Man (atau dalam bahasa saat itu – Adam), namun dendamnya pada Pandava tak pupus memberikan dampak energi negatif yang mempengaruhi orang-orang di sekitarnya (dan terasa hingga kini?), walau telah dinasihati oleh pamannya Krippacarhya. Alhasil Krippacarhya meninggal si Adam, … Krippacharya sendiri kemudian dikenal sebagai Nabi Kidhr, dengan beberapa sumber sejarah. Asvathama yang rindu pada negeri Bharata bercerita mengenai taman surgawi pada rakyatnya ~ mungkinkah ini legenda taman Eden dimulai? Ia pun kembali ke Himalaya ~ hingga kini dapat ditemui ~ Apakah ia Babaji (sang Maha Avatar dalam buku Autobiografi Seorang Yogi – Parahamsa Yoganandha? Dan juga Yang menurunkan garis perguruan Hare Krishna?).

Apakah Kristus di meninggal di Salib dan tidak bangkit kembali, bagaimana-pun seseorang harus mengikuti aturan alami semesta dalam lingkaran hidup dan mati. Kristus tidak mati di atas Salib, oleh karena itu ia tak bangkit kembali? Versi yang sama dalam Al Quran bahwa Nabi Isa tidak mati di Salib. Apakah ia diselamatkan oleh Elder dari Order of Esser yang berhubungan dekat dengan para Theravadan (Bikhu Buddhis masa awal)? Dan Kristus akhirnya kembali ke Kashmir untuk menetap, setelah dahulu pernah datang ke India untuk mempelajari ajaran Boddhi-isme dan Avatar-isme?

I have a great respect to the writer, but it doesn’t mean fully validate the whole part of manuscripts. But yes, for the respect of love, peace and harmony in the book. But I guess, this book shall receive a lot of controversial point of view in the coming time. Well, just let the great illusion – the time show us, for now, there is a lot of things I Concern on.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Rumah Baru, Wajah Baru
    Legawa.com baru saja melakukan pembaruan identitas visual dengan logo baru yang sederhana, menggambarkan matahari di atas awan. Simbol ini merepresentasikan perjalanan penulis dan esai yang dihasilkan. Desain yang bersih dan konsisten diharapkan dapat menjadikan blog ini lebih tenang dan jujur, tanpa elemen yang bersaing.
  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca