A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Apa yang mengalir sepanjang sungai waktu adalah seluruh wujud gerak kehidupan, terkadang tidak semuanya dapat kita lihat dengan pikiran yang juga turut selalu bergerak dengan polanya sendiri. Itu sebuah cerita tentang seorang petapa muda yang sedang duduk di bawah pohon Boddhi yang unik di pinggiran Yamuna. Ia melepas pandang pada sungai yang mengalir harmonis di hadapannya, kebetulan saat itu sang arus cukup dapat dikatakan ramah. Tatapannya lembut namun kuat sebagaimana mata-mata petapa yang bersungguh-sungguh di setiap saatnya. Beberapa cerita mengatakan bahwa saat itu seluruh aliran Yamuna di hadapannya mengalir di dalam dirinya.

Namun dalam kehidupan ini, tidak semua dari kita adalah petapa, namun mungkin masing-masing dari kita memiliki sebuah tempat kesunyian dalam hidup kita. Tidak semua dari kita tinggal di pinggiran Yamuna, namun mungkin masing-masing kita pernah keluar dari arus kehidupan hanya untuk sekadar memberi perhatian pada sang kehidupan.

Ini bukanlah tentang kesepian atau kehidupan, ini bukanlah tentang pengamatan, karena tanpa hidup bagaimana dapat ada kehidupan. Apa yang dikejar manusia begitu jauh sehingga arus itu menjadi tak teperhatikan. Bukan hulu dari masa depan yang perlu dikejar karena semuanya akan datang ke hadapan pandangan ini, bukan apa yang terhanyut ke hilir membuatmu berlarian berkejar-kejaran, karena semuanya telah lewat dari pandangan. Kita tak perlu menjadi petapa untuk memperhatikan apa yang mengalir di hadapan kita, dan menjadikan diri kita petapa bukanlah berarti membuat kita berhenti melongok penuh harap atau cemas ke hulu, atau berkejar-kejar penuh harap ke hilir. Dapat kesibukan yang seperti itu membuat kita mendapat apa yang mendasari semuanya?

Ya…, kebahagiaan adalah apa yang diharapkan manusia. Itulah dasar yang mendalam dari semua kegiatan manusia. Namun kita telah bergerak melampaui semua dasar yang mendasar dari kehidupan, kita telah mencari sesuatu yang lebih. Namun apakah yang lebih itu? Si petapa hanya duduk dengan diam, dan kemudian menatapku perlahan sebelum menjawab, “Di sini hanya ada ini, tak ada yang lain, ‘hanya ini’, yang lebih mungkin hanya engkau, jika demikian dan jika ini hanya ini, maka engkau tak ada di sini”. Aku tersenyum kecil, ya … kehidupan adalah semua ini, apa yang lebih apa yang kurang, hanya kitalah yang menambahkan, sesuatu yang ditambahkan bukanlah ini. Aku sekarang melihat Yamuna yang mengalir di dalam diri Sang Petapa. Aku pun berpamit dan pergi.

Artikel Baru Terbit

  • Siklotimia: Ketika “Naik-Turun Suasana Hati” Bukan Sekadar Karakter
    Siklotimia adalah gangguan mood kronis yang ditandai ayunan hipomania dan depresi ringan selama minimal dua tahun, sering disalahartikan sebagai kepribadian labil. Artikel ini membahas kriteria diagnostik DSM-5-TR, risiko berkembang menjadi bipolar, serta tata laksana yang menempatkan psikoterapi sebagai lini pertama sebelum farmakoterapi.
  • Buah Delima dan Jantung yang Kaku: Mengenal Urolithin A, Harapan Baru untuk Gagal Jantung HFpEF
    Urolithin A, senyawa yang dihasilkan dari konsumsi buah delima, menunjukkan potensi dalam mengobati gagal jantung HFpEF dengan memperbaiki relaksasi otot jantung melalui aktivasi protein PKGIα. Meskipun hasil uji pada hewan dan jaringan manusia menjanjikan, uji klinis pada pasien masih diperlukan sebelum penerapan terapi ini.
  • Cyclospora: Parasit Mikroskopis yang Mengintai di Balik Sayuran dan Buah Segar
    Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
  • Ngopi Pagi di Sragen, Otot Lebih Padat: Apa Kata Riset Terbaru soal Kopi dan Komposisi Tubuh?
    Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
  • Faktor Kesuburan Pria: Sisi yang Sering Terlewat dalam Pencarian Momongan
    Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca