A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Ini merupakan lanjutan dari tulisan pertama tentang anestesi, mari kita lanjutkan dengan mengenal beberapa hal yang dapat Anda persiapkan bagi operasi anda dan mengurangi kecenderungan timbulnya kesulitan pada prosedur anestesi:

  • Jika Anda perokok, Anda harus mempertimbangkan berhenti merokok untuk beberapa minggu sebelum operasi. Semakin panjang jangka waktu anda berhenti merokok sebelum dilakukannya tindakan operasi maka semakin baik. Merokok mengurangi jumlah oksigen di dalam darah anda dan meningkatkan risiko permasalahan-permasalahan terkait pernapasan selama dan setelah sebuah operasi. Jika Anda tidak bisa berhenti merokok sepenuhnya, mengurangi akan membantu (konsultasikan masalah ini dengan dokter anestesi anda).
  • Jika Anda gemuk (overwight), banyak risiko berhubungan dengan suatu anestesi akan meningkat. Menurunkan berat badan anda akan membantu. Dokter atau perawat anda akan dapat memberikan nasihat mengenai hal ini.
  • Jika Anda memiliki gigi yang patah/longgar atau hiasan termasuk kawat gigi yang tidak aman, Anda bisa mengunjungi dokter gigi untuk perawatan atau penanganan. Dokter anestesi bisa jadi perlu memasang sebuah pipa melalui tenggorokkan anda guna membantu Anda bernapas, dan jika gigi anda tidak pada keadaan yang aman, mungkin mereka dapat rusak oleh prosedur ini.
  • Jika Anda memiliki masalah kesehatan jangka panjang seperti diabetes, asma atau bronkitis, masalah kelenjar tiroid, masalah jantung atau tekanan darah tinggi (hipertensi), Anda harus menanyakan dokter anda apakah apakah Anda memerlukan suatu pemeriksaan (check up).

Pemeriksaan kesehatan sebelum anestesimu,

Sebelum dilakukan tindakan anestesi, tenaga medis yang terlibat (khususnya ahli anestesi) perlu mengetahui tentang keadaan kesehatan anda secara umum. Anda bisa diminta ke sebuah klinik pra penilaian (pre-assessment clinic) atau Anda bisa diminta untuk mengisi suatu blangko pertanyaan. Ini bisa juga dilakukan di bangsal setelah Anda masuk ke rumah sakit.

Anda bisa ditanya mengenai:

  • Kesehatan dan kebugaran umum anda
  • Sakit serius yang pernah Anda derita
  • Permasalahan pada anestesi sebelumnya (jika pernah dan ada)
  • Apakah Anda tahu jika ada anggota keluarga lain yang pernah menjalani anestesi dan memiliki masalah dengan anestesi yang diberikan
  • Rasa nyeri di dada anda
  • Napas yang pendek (mudah terengah-engah)
  • Rasa terbakar di ulu hati
  • Rasa nyeri sedemikian hingga membuat Anda tidak nyaman berbaring dalam suatu posisi tertentu
  • Obat-obatan yang sedang anda minum, termasuk racikan/ramuan herbal dan suplemen makanan baik yang diresepkan maupun Anda beli sendiri
  • Alergi yang Anda miliki
  • Adanya gigi yang longgar, patah, ompong, dan kawat gigi
  • Apakah Anda merokok
  • Apakah Anda mengonsumsi alkohol
  • Apakah Anda menggunakan obat-obat lainnya (yang tidak diresepkan ataupun tidak dibeli di apotek atau toko obat).

Klinik Pra-penilaian

Perawat biasanya yang menjalankan klinik ini. Di situ bisa jadi juga ada dokter dari tim bedah dan terkadang seorang ahli anestesi yang bisa dimintai nasihat. Jika Anda memerlukan tes darah, EKG (rekam jantung), foto polos (rontgen), atau pemeriksaan lainnya, semua ini akan direncanakan di sini. Beberapa tes bisa dilakukan di klinik, untuk sisanya Anda bisa diminta ke tempat yang menyediakan tes tersebut. Ini adalah momen yang baik untuk bertanya dan berbicara mengenai kekhawatiran yang Anda miliki. Jika Anda ingin berbicara dengan seorang ahli anestesi, Anda harus meminta ini untuk dijadwalkan.

Pil, obat-obatan, racikan/ramuan herbal dan alergi

  • Jika Anda sedang mengonsumsi pil, obat-obatan, suplemen atau racikan herbal, adalah penting membawa ini. Sebuah daftar tertulis mengenai semua yang Anda konsumsi, apakah itu diresepkan atau membeli sendiri, akan sangat membantu bagi ahli anestesi anda.
  • Jika Anda memiliki alergi-alergi tertentu, catatan mengenai ini akan membantu.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

4 tanggapan

  1. Avatar Cahya
    Cahya

    Tentu saja, karena tidak semua orang tahu kalau "bius" seperti apa di lapangan :)Recent blog:=- Pilihan Software Keamanan Favorit

  2. Avatar Biofir
    Biofir

    Istilah anastesi udah lama denger, tapi baru kali ini ngehh.. 🙂 thanks for the share bro, nica post..

  3. Avatar Cahya
    Cahya

    Tenty saya Mbak Vicky, konotasi "dokter tukang" mungkin sering membayang di dunia medis. Namun jika kedua pihak memahami prinsip "equal partner" dalam mencapai kondisi kesehatan yang diharapkan, saya rasa hal-hal yang tidak mengenakkan seperti itu bisa disublimasi ke wujud yang lebih baik 😀  Dan hal ini tentu tidak hanya berlaku bagi dokter anestesi, namun semua peranan dokter dalam dunia kesehatan. 😉

  4. Avatar Vicky Laurentina
    Vicky Laurentina

    Dan patut diketahui oleh pasien-pasien kita, bahwa dokter anestesi bukan hanya sekedar tukang bius..

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca