Aku adalah aku…
Rerumputan yang menekuk terpatahkan mentari adalah aku…
Kehangatan yang menyeruak di pagi hari dan dingin yang menyelimuti di kala malam adalah aku…
Akulah hujan yang membasahi dan terik yang mengeringkan…
Aku sapi-sapi yang merumput dan burung-burung yang beterbangan…
Aku, setiap keelokan yang merekah dan setiap kuntum yang melayu…
Akulah cahaya dan juga kegelapan…
Akulah tawa yang menghiasi perjalanan waktu serta tiap tetesan air mata yang mengisi ruang…
Akulah semangat dan keputusasaan…
Akulah kecerdasan dan kebodohan…
Semua soneta yang didendangkan dari puncak pegunungan hingga ke dasar lautan adalah aku, demikian juga dengan semua kesunyian di segenap semesta…
Akulah yang menyentuh dan tersentuh, akulah yang tak mampu menyentuh dan tak tersentuh…
Aku gambaran dari sejuta cermin yang ialah aku jua…
Akulah yang satu dari yang tiada dan itu jua-lah aku…
Tertiup dan terhempaskan, diterbangkan dan terbenamkan, akulah segala kenangan dan pengetahuan…
Yang terjerat dalam waktu dan terhimpit dalam ruang adalah aku…
Penciptaan dan penghancuran adalah aku…
Kecemasan, ketakutan, keriangan, keberanian, kelembutan, semua itu adalah aku jua…
Akulah kasih dan kebencian, aku jua dualitas dan ketunggalan ini…
Akulah aku yang bukan aku….
Artikel Baru Terbit
- Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai. - Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan. - The Dream That Keeps Breathing
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life. - PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum. - Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
2 tanggapan
-
mantab puisinya
-
Makasih 🙂
-

Tinggalkan Balasan