Sebagaimana yang kuceritakan di Broken Sheel Broken Mirror, aku tidak akan berpura-pura bahwa segalanya telah lebih baik saat ini. Setidaknya, tidak secepat itu. Perasaanku tidak dapat mudah menjadi tenang, bahkan tanganku tak dapat menuliskan apa yang kurasakan sehingga aku dapat bercermin darinya.

Selama aku berlayar di kehidupan ini, mungkin inilah pertama kali si nahkoda melihat badai yang demikian besarnya, walau jauh hari sebelumnya ia telah memprediksi, namun badai tetaplah badai, ia tak sama dengan apa yang ada di dalam angannya.

Semalam aku terbangun di tengah waktu yang tidak tepat. Aku mencoba keluar dan melihat di sekitarku. Rasanya seperti menyentuh sesuatu yang tidak nyata. Walau aku dengan senang biasanya dapat memandang bintang-bintang yang bertaburan, namun malam itu awan-awan putih menutupi sebagian besar langit di atasku. Aku tidak tahu bagaimana perasaan ini dapat terpengaruh, mungkin karena ia begitu rentan dan lemahnya.

Waktuku seakan tergulung bersama badai, walau malam begitu tenang dan menentramkan. Gelisahku seolah berpacu dengan ketidaktahuan, sementara aku hanya diam terpatung. Ya, tubuhku lunglai, mungkin karena sehari sebelumnya tidak ada nutrisi yang masuk ke dalam tubuhku kecuali dari dua potong apel dan dua potong roti tawar, dan seteko air putih.

Paginya aku kembali terbangun begitu sinar matahari pagi menerobos ke dalam kamarku. Aku tahu aku tak dapat lagi beristirahat. Setelah mencuci muka aku pun berjalan ke luar, aku tahu betapa lama sekali aku telah melewatkan sinar yang selalu menghangatkan setiap pagi ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Suasana tenang pedusunan di pagi hari mengingatkanku suasana di desa. Hal yang selalu menentramkan hatiku. Mungkin itulah yang membuatku berkeinginan untuk tetap berada di pedesaan untuk saat-saat kemudian, daripada berada di perkotaan.

Sinar matahari pagi mengingatkanku akan banyak hal, mungkin karena itulah aku selalu merindukannya.

Artikel Baru Terbit

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar Cahya
    Cahya

    Testing a thred comment 🙂
    .-= Cahya´s last blog ..The Broken Shell The Broken Mirror =-.

    1. Avatar Cahya

      Still testing 🙂
      .-= Cahya´s last blog ..Lebih Baik Murid dengan Kesungguhan =-.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca