Beberapa waktu yang lalu mungkin ada beberapa artikel yang tidak saya reply untuk setiap komentar atau bahkan seluruh komentarnya. Kalau beberapa tanggapan tulisan saya sendiri merasa tidak perlu menambahkan respons untuk tanggapan itu, ya setidaknya itulah sebuah tanggapan dalam benak saya yang saya jadikan masukkan.
Saat terbit, tulisan di blog ini akan secara otomatis di publikasikan ke berbagai aplikasi dan jejaring sosial, seperti Plurk, Twitter, Facebook serta memberikan notifikasi ke berbagai boot dan mesin telusur. Mesin telusur menghabiskan hampir 2 dari 3 lebar pita hosting saya untuk mengindeks konten blog ini sepanjang hari. Pun saya tidak mungkin memberikan respons balik di setiap jejaring sosial dan lain-lainnya di mana tulisan dari blog ini dipublikasikan.
Meski komputer saya bisa menyala 24 jam sehari, tapi tidak orangnya bukan? Lagi pula banyak kerjaan yang menumpuk di depan mata saya – tidak mungkin saya melirik yang lain, walau ingin sih…
Ada beberapa waktu di mana yang namanya "zero admin response day" yang kebetulan bulan ini jatuh pada tanggal 8 kemarin, tanggal 14 besok; akan ada juga "minimal admin response day" yang jatuh pada tanggal 20 besok, dan tentunya yang namanya "blogger on vacation day" di mana saya libur nge-blog yang akan jatuh tanggal 29 April besok (walau sudah ada artikel terjadwal yang akan terbit dengan otomatis).
Yah…, narablog juga perlu kultur blog-nya sendiri yang unik bukan?
Lagi pula kalau admin tidak menjawab bisa memberi kesan narablog yang misterius…, hmm…, itu terdengar agak keren. Tapi sudahlah, ya begitu-lah kalau kebetulan sebuah tulisan jatuh pada hari-hari itu, ya takdirnya namanya (maksa dah).
Karena admin juga tidak punya juru bicara, jadi tidak ada yang bisa mewakilinya untuk memberi tanggapan bagi tulisan-tulisan yang terbit pada hari-hari tersebut.
== A healthy blogger says no to blogging addiction ==
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Ada saatnya bagi seorang blogger untuk libur, menikmati waktu mereka bersama hobi yg lain, keluarga, teman2 dunia nyata… Jangan terus2an “beistri” bersama layar komputer 😆
Blogger juga manusia, bukan mesin seperti WordPress 🙂
Saya bakalan liburan kalau cuti dan berkumpul dengan keluarga,
Seperti yang mas Cahya tahu, saya bekerja jauh dari keluarga dan ngeblog merupakan cara saya membunuh kejenuhan sekalian chat dengan putri-putri saya.
Saya pernah lihat lho satu blog yang dikelola oleh satu keluarga, jadi kategori mereka ada “rumah”, “bapak”, “ibu” dan “anak”, semisal ada renovasi rumah maka ditulis dalam kategori “rumah”, baik orang tua atau anak memberi pendapat masing-masing dalam hal ini, walau nanti pas orang tua kerja jauh di luar, dia bisa melihat apa yang terjadi sepanjang waktu dengan anak dan rumahnya via tulisan keluarga di rumah. Walau blog ini tidak membuka diskusi untuk publik – mungkin dengan alasan tertentu, tapi rasanya cukup unik juga 🙂
Ide yang menarik mas, tetapi putri saya yang pertama malah sekarang blognya mandek, katanya sibuk dengan segala macam kegiatan.
Memuat…
budiastawa
Bli Cahya Legawa, liburnya sudah terjadwal ya? Memang pekerjaan utama kita ini kan bukan Ngeblog. Saya juga kebetulan ada saja waktu buat nulis. Coba deh nanti kalau pas lembur seharian ga pulang, nginep di kantor, ya pasti seharian ga dapet blogwalking, apalagi nulis dan menjawab komentar. 🙂
Iya, biasanya saya hanya sempat ngenet pagi hari atau malam hari saja, kadang siang jarang. Itu pun kalau tidak terlalu lelah dengan aktivitas lainnya. Sebenarnya nulis sering juga tidak terlalu wajib, menurut saya blog bagusnya diperbaharui seminggu sebanyak 2 atau 3 kali saja. Tapi kalau begitu, saya akan punya tulisan sampai dua bulan berikutnya 😀
Itu libur dari blogspher kok Bli, bukan libur dari kerjaan yang sebenarnya. Saya biasanya menampung semua tulisan temen-temen lain via surel atau pembaca umpan sindikasi, jadi kalau hari ini tidak blogwalking setidaknya dua atau tiga hari lagi masih bisa menelusuri tulisan-tulisan itu.
Lha – komentar kan tidak semua wajib dijawab 🙂 – asal tidak memaksa, nge-blog itu kan bisa cukup santai dan bikin rileks.
Oh ada hari libur untuk ngeblog ya? Hehe… bagus juga terjadwal begitu 🙂 Dalam 1 tahun ke depan saya mencoba tidak mengenal libur untuk ngeblog. Doakan semoga lancar ya Project 356 saya 🙂
Ada dong Dok, masa mau melek terus ngelihatin blog sendiri, saya sudah punya artikel yang akan terbit otomatis hingga tanggal 30 April besok, terakhir tadi sudah konsultasi sama Dokter Dani untuk topiknya.
Jadi sebenarnya sekarang pun saya bisa libur sampai akhir bulan tanpa menulis blog, he he, enak kan, bisa cuti nge-blog kapan saja 😀
Oke deh, Bli…, semoga sukses Project 356-nya (btw, bukannya setahun ada 365 hari ya…, lupa) 🙂
Tinggalkan Balasan