Sejak terbangun tadi pagi aku menyadari jika bahu kananku terasa nyeri. Kupikir awalnya akan seperti nyeri leher biasa dan akan hilang dengan sendirinya dalam sekejap.
Aku pun membersihkan lantai kamar mandi setelah bangun pagi, ndak disangka nyerinya membuatku kesulitan menggunakan tangan kanan, dan akupun menggunakan tangan kiriku.
Karena nyerinya tambah hebat, kumasakan diriku air panas dan mulai mengompresnya (bahu kananku). Semua kulakukan dengan tangan kiri, agak susah juga, pastinya karena tidak terbiasa dengan beraktibvitas seperti ini.
Kemudian dengan ditambahkan gel ibuprofen kuharap nyerinya bisa mereda. Ah, ternyata sebaliknya, nyerinya bertambah hebat dengan akut. Aku tidak bisa apa apa selain menggeletakkan diri di atas tempat tidur.
Sambil menunggu nyeri reda, sesekali kudengar hujan jatuh perlahan dan kemudian hilang, ya ya…, dalam hatiku aku berkata, yang seperti ini pun akan berlalu.
Ah.., hanya mengetik email di tombol QWERTY saja tangan kiri ini lumayan secepat tangan kanan 😀
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan