Belum lama berselang kenaikan harga tarif dasar listri per 1 Juli 2010, beberapa hari kemudian harga makanan siap saji di sebuah warteg langgananku sudah mengalami kenaikan. Padahal biasanya di sana murah meriah.
Walau mungkin tidak terlampau mahal, sekitar lima ratus hingga seribu rupiah per porsi, tapi hitungan itu juga lumayan banyak jadinya kalau diakumulasi. Untung saja makanku tidak banyak, sehingga masih bisa mengencangkan ikat pinggang.
Ada ada saja memang pemerintah ini. Biar pun tarif listrik di negeri ini masih terbilang murah, kalau masyarakat kecil bilang kenaikan listrik akan membebani kok malah ndak didengarkan toh. Memangnya tidak percaya ya, kalau sekarang kenaikan harga barang mulai menunjukkan geliatnya di setapak-setapak pasaran rakyat.
Kalau untuk mengisi perut saja sudah ditambah mahal, maka segala sesuatunya akan ikut melambung bersama suara lambung yang makin sering kosong. Tidak ada yang namanya walau kenaikan listrik tidak dikenakan pada rakyat miskin berarti mereka tidak terkena imbasnya. Piye toh itung-itungane.
Inflasi mungkin tidak dapat dibendung, yang bisa selamat dari air bahnya mungkin bukan rakyat kecil yang untuk makan sesuap nasi pun jadi berpikir terlalu jauh.
Ah, jadi ke mana-mana ngomongnya. Saya hanya orang bodoh yang tidak mengerti ekonomi, baik makro maupun mikro.
Panduan dislipidemia terbaru ACC/AHA 2026 mengubah cara menilai risiko kolesterol tinggi: kalkulator PREVENT-ASCVD menggantikan alat lama yang terlalu melebih-lebihkan risiko, target LDL-C kembali diperketat, dan biomarker seperti Lp(a) serta apoB kini direkomendasikan. Artikel ini mengulas implikasinya, termasuk tantangan penerapannya dalam konteks layanan kesehatan Indonesia.
Edisi #1: usulan MSCI menurunkan status pasar Indonesia membuat IHSG anjlok 14,91% sepekan dan rupiah menembus Rp18.000, di tengah inflasi AS yang memanas dan Brent menyentuh US$110.
Ulin suka menghitung segalanya, termasuk untung dan rugi. Di malam bersalju, tujuh batu penunggu di pinggir jalan mengajarinya sesuatu yang tak bisa dihitung.
Kemenkes mencatat 283 ribu kasus ISPA terkait karhutla, sementara BMKG memetakan asap di 26 provinsi. Apa artinya data ini bagi kesehatan, dan apa yang belum jelas?
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan