Rasanya saya ingat ada yang pernah bertanya, apakah rokok rendah tar lebih aman untuk kesehatan? Ah…, saya agak bingung juga sih menjawabnya, bukan perokok lha ditanya tentang rokok, bahkan jujur saya tidak tahu apa-apa tentang rokok, kecuali teori sederhana yaitu, “rokok buruk untuk kesehatan”.
Namun pertanyaan ini mengusik saya, sehingga saya pun mencari tahu. Saya menemukan, entah apa yang digunakan istilahnya di dalam negeri, namun di luar negeri, seperti Amerika ada produsen rokok yang menyematkan jargon/istilah “light”, “low” atau “mild” ke dalam produk rokok mereka, untuk menunjukkan tipe rokok yang rendah tar (salah satu kandungan dalam rokok).
Sayangnya, entah kenapa – atau karena strategi pasar sukses – rokok dengan label istilah seperti itu dianggap oleh para perokok (bahkan juga non-perokok) lebih kurang berbahaya (efek kesehatannya lebih sedikit). Namun semua itu tentu saja mitos.
Setahun yang lalu, tepatnya 22 Juni 2009, Preside Obama menandatangani apa yang dikenal sebagai “Family Smoking Prevention and Tobacco Control Act” yang memberikan kewenangan terhadap otoritas lembaga pangan dan obat (Sejenis Badan POM) untuk mengatur regulasi rokok. Kini salah satu aturan yang baru dirilis adalah melarang pendeskripsian “light” atau “mild” atau sejenisnya dalam label, kemasan dan iklan rokok.
Ya mungkin karena misinterpretasi yang muncul dari penggunaan istilah seperti ini. Namun mengonsumsi rokok ini tidak mengurangi risiko perokok terkena kanker terkait rokok atau pun penyakit lainnya. Pada intinya, semua rokok itu berbahaya, jadi sebaiknya dihindari saja.
Tapi terus terang, saya belum paham benar regulasi kalau di Indonesia. Menonton televisi tentang perdebatan tembakau dalam undang-undang saja sudah membuat risih.
Surat Edaran Bersama 30 Juli 2026 mengatur pengajuan klaim JKN dari rekam medis elektronik yang terintegrasi SATUSEHAT, dengan tahap penuh mulai Juni 2027. Materi BPJS Kesehatan 6 Oktober 2026 menunjukkan bahwa kesiapan itu juga menentukan nilai kredensialing dan rekredensialing FKRTL.
Di era rekam medis elektronik, mengetik bukan lagi urusan staf administrasi. Sebuah pengakuan jujur seorang dokter tentang 43 kata per menit, akurasi 88%, dan mengapa yang perlu dibenahi bukan hanya jari kita.
Endometritis adalah infeksi pada lapisan dalam rahim yang paling sering muncul setelah melahirkan, terutama operasi sesar. Kenali gejala, pengobatan antibiotik, pencegahan yang terbukti, serta perdebatan endometritis kronis pada kesuburan.
Sindrom Down (trisomi 21) adalah kelainan kromosom paling umum yang menyebabkan kecacatan bawaan di Indonesia, dengan prevalensi meningkat. Kondisi ini seringkali disertai kelainan jantung, tiroid, penglihatan, dan pendengaran, sehingga memerlukan deteksi dini dan perawatan multidisiplin. Pedoman AAP 2022 menjadi acuan, namun tantangan keterlambatan diagnosis masih ada.
Kabel laut Filipina–Singapura putus, kabel provider di Tabanan diultimatum, dan XLSmart ngebut ke 101 kota 5G. Kabar jaringan 2–6 Oktober 2026.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
21 tanggapan
Edy
Perokok berat yang kecanduan memerlukan sekian gram nikotin / tar di otaknya, apabila merokok dengan kandungan nikoti/tar yang rendah, otak akan merangsang perokok untuk lebih banyak merokok low tar agar memenuhi kebutuhan nikotin / tar nya sehingga akan merokok lebih banyak jumlah batang rokok yang low tar
Tinggalkan Balasan