A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Everyone who is also a netter would likely joins a social network or two as a part of net activities. Facebook, twitter, myspace, multiply, wave (already dead?), friendster, et cetera are examples of those social networks. I have some account on some social networks for sure – ah, they are just for formality.

I have let all those networks vacuum for long time now, I have no intention to do more about this issue. They are just far far away social networks. Ah hit me with sandals!

So please forgive me, if I never show myself around those far far away things :).

  Copyright secured by Digiprove © 2010

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

7 tanggapan

  1. Avatar Cahya

    Nandini,

    Yang tetangga sebelah saja jarang ditengok apalagi di dunia maya :).

    Kalau sekadar tahu kabar, bisa dirapel setahun sekali (ha ha…).

    Tapi kalau penting, mereka tahu mesti menghubungi via surel.

  2. Avatar nandini

    Wah, facebook saya private.. paling saya buka sesekali untuk tau kabar update aja.. (musim kawin teman2 seangkatan :D)

    twitter ada juga hanya untuk berkicau sepatah dua patah kalimat.. no more 🙂

  3. Avatar Cahya

    Pak Aldy,

    Mungkin kalau memang tuntutan kerja nanti begitu, ya apa boleh buat :|.

    Mas Rismaka,

    Kadang saja, plurk lebih ringan soalnya dibandingkan twitter :).

  4. Avatar rismaka
    rismaka

    Mas cahya,

    Kalau plurk masih tetap jalan kan? Plurker sejati neh 😀

    Ups,… hampir kelupaan. CTRL + A terus CTRL + C dulu sebelum pencet tombol kirim komentar 😛

    *I love CAPTCHA, hiks…

  5. Avatar Aldy

    Iya juga sih, saya tempo hari menggunakan twitter karena diharuskan untuk menunjang kegiatan. Umurnya cuma satu bulan, setelah masuk kandang, twitternya juga dikandang 😀

  6. Avatar Cahya

    Pak Aldy,

    Sebenarnya saya agak malas kalau mengurus semua itu. Sudah membuat blog sendiri sebagai halaman pribadi – bayar lagi, masa mesti mengurus jejaring sosial gratisan yang tidak terkira jumlahnya – menguras tenaga dan pikiran saja.

  7. Avatar Aldy

    Mas Cahya,

    hampir semua jejaring sosial ada akunnya, tapi tidak pernah diperbaharui statusnya. Malas atau sekedeta formalitas 😀

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca