A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Vishwamitra Brahmarshi adalah salah saga atau maharshi yang paling dikenal di era kuno India dan Hinduisme. Di nusantara Beliau dikenal sebagai Wiswamitra, di Thailand sebagai Swamit, di Malaysia sebagai Nila Purba, dan di Burma dengan dengan nama Bodaw. Ia juga yang menyusun Mandala 3 dari Rigveda (Rg Weda), dan termasuk Gayatri Mantra di dalamnya – Ibu dari semua mantra dalam falsafah Hindu.

Dalam kisah Ramayana, Vishwamitra dikenal sebagai guru spiritual pangeran muda Ayodhya ini. Vishwamitra juga yang menjadi saksi saat Rama mematahkan Shiva Dhanusha (busur Mahadeva Siwa), ketika Rama mengikuti Swayamvara (swayam bermakna dengan sendirinya, seperti imbuhan ‘swa’ dalam bahasa Indonesia, dan vara artinya memilih. Jadi swayamvara bermakna memilih sendiri, atau di nusantara menjadi sayembara) untuk mendapatkan Sita, putri Raja Janaka.

Dalam kebijaksaan seorang saga yang agung, Vishwamitra tahu akan kehadiran Ilahi dalam wujud Rama untuk memenuhi misi-Nya di dunia menegakkan kembali Dharma. Vishwamitra meminta bantuan Rama untuk mengusir pelbagai raksasa dan bentuk kejahatan dari pertapaannya, sementara ia dapat melaksanakan Yajna-nya sebagai sebagai seorang rsi/pertapa.

Dalam pertempuran-pertempuran itu, Vishwamitra juga menyadari bahwa ke-Ilahi-an Rama tidak akan bisa dijangkau apalagi dikalahkan oleh para raksasa yang datang mengacau, dan ia yakin Rama pasti menang dalam setiap pertempuran.

Namun Vishwamitra sendiri sebagai salah satu saga terhebat di masanya, ia merasa memiliki beberapa formula mistik tertentu yang jika diucapkan bisa memanggil senjata-senjata kelas tinggi yang bahkan bisa menaklukan para dewa dan meluluhlantahkan swargaloka (surga), dan juga mantra-mantra yang memberikan perlindungan maha hebat guna menjamin keselamatan dalam perang.

Egonya menguasi dirinya sendiri, sehingga ia “menawarkan” pada Rama untuk mengajarkan bagaimana menggunakan serta menguasai mantra-mantra tersebut.

Wiswamitra menjadi guru para pangeran Ayodhya

Ini adalah akibat maya yang menguasai seseorang, dan Rama membiarkan saja tingkah orang tua tersebut. Ilahi adalah pencipta segalanya di alam semesta ini, termasuk yang menghadirkan maya ke dunia, dan Beliau akan tersenyum geli menyaksikan kebodohan Vishwamitra dan karena harus mengulang kembali mantra-mantra tersebut setelah diucapkan oleh Vishwamitra.

Tidak peduli seberapa bijaksana pun seseorang, ego adalah bagian dari sifat alami manusia. Dan itu bisa dengan mudah menguasi kita tanpa kita sadari. Itu berarti masih ada sisa kebodohan di dalam diri kita, itu pun sesuatu yang manusiawi.

Adaptasi dari Chinna Katha III hal. 61

Artikel Baru Terbit

  • Mitos Kesehatan Jiwa yang Masih Dipercaya: Membedah Stigma di Balik Fakta
    Mitos seputar kesehatan jiwa—dari anggapan bahwa gangguan jiwa langka hingga stigma “gila” pada skizofrenia—masih membebani masyarakat Indonesia. Data SKI 2023 mengungkap kesenjangan akses pengobatan yang lebar dan praktik pemasungan yang bertahan. Artikel ini membedah sebelas mitos populer dengan bukti ilmiah dan konteks kebijakan kesehatan jiwa nasional.
  • Berapa Jam Sebenarnya Kita Butuh Tidur? Lima Mitos yang Perlu Diluruskan
    Kebutuhan tidur bervariasi berdasarkan usia dan individu, bukan sekadar “8 jam”. Tubuh tidak dapat dilatih untuk butuh tidur lebih sedikit. Tidur siang singkat 10–20 menit justru bermanfaat. Tidak semua hewan tidur seperti manusia. Terlalu banyak tidur juga berisiko. Dan meski kurang tidur jarang membunuh langsung, microsleep akibatnya menewaskan ribuan orang di jalan Indonesia setiap tahun.
  • Gula Darah Tinggi yang Diam-Diam Merusak: Memahami Diabetes Melitus Tipe 2
    Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
  • Empat Pembaruan Kunci Pedoman Malaria WHO 2026: Apa yang Berubah dan Apa Artinya bagi Indonesia
    WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
  • Vaksin RSV untuk Ibu Hamil: Ketika Antibodi Ibu Jadi Perisai Pertama Bayi
    Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Satu tanggapan

  1. Avatar TuSuda
    TuSuda

    Iya, tidak ada pribadi yang sempurna. Kesempurnaan hanyalah milik TUHAN Mahaesa.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca