A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Kaget juga waktu beberapa hari yang lalu saya dengar dari ibu bahwa sekarang Bruno ada di halaman belakang, sekandang dengan Beastly (Golden retriever). Saya masih ingat beberapa bulan ke belakang, saat mengendarai motor di pedusunan, dan saya cukup dikejutkan ketika ada sosok yang melintas di tikungan berikutnya. Secepat kilat otak saya melontarkan kagetnya, “Mengapa bisa ada serigala di pemukiman penduduk dekat perkotaan!”

Tentu saja kekagetan itu sirna dengan cepat juga. Karena jika dilihat lebih seksama, itu bukanlah serigala, namun karena tampilan sekilas mirip jadinya kesan mengagetkan itu selalu bisa dirasakan oleh siapa saja.

Tapi mengapa kini dia ada di halaman belakang? Usut cerita, katanya di rumah yang lama dia tidak mau makan karena pembantu rumah tangga yang sering merawatnya sudah tidak di sana lagi. Karena pemiliknya khawatir Bruno jatuh sakit, maka dia diserahkan ke rumah ini – di mana ada banyak sekali anjing, setidaknya terakhir saya melihat keturunan Labrador warna hitam yang sudah besar terikat rantai di dekat garasi motor (bikin kaget saja).

Saya sih kasihannya sama Beastly, saya kenal dia sejak dia masih kecil – bahkan sebelum saya tinggal di Wisma Cahaya Rembulan, saat saya sering main – saya sempatkan mengelus-elusnya. Saya kasihan karena dia mesti dirantai di kandangnya sendiri, kalau tidak dia akan menyerang Bruno – yah mau bagaimana lagi, Golden retriver itu kan tipe anjing trah pemburu.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Rumah Baru, Wajah Baru
    Legawa.com baru saja melakukan pembaruan identitas visual dengan logo baru yang sederhana, menggambarkan matahari di atas awan. Simbol ini merepresentasikan perjalanan penulis dan esai yang dihasilkan. Desain yang bersih dan konsisten diharapkan dapat menjadikan blog ini lebih tenang dan jujur, tanpa elemen yang bersaing.
  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

14 tanggapan

  1. Avatar budiastawa
    budiastawa

    ck ck ck, benar-benar mirip dengan srigala lho. Ternyata Dr. Cahya penyayang anjing ya… the men best friend

    1. Avatar Cahya

      Bli Budi,
      Ah…, bukan saya, mereka kok yang suka datang pada saya. Biasanya mereka cuma melakukan dua hal, pertama mengibaskan ekornya, kedua menancapkan taringnya, ha ha :lol:.

  2. Avatar bliyanbayem

    nggak bertengkar tuh keduanya? ^_^

  3. Avatar Cahya

    Nandini,

    Tapi jangan lupa budget yang mesti disiapkan :D.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca