A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Ada saatnya sebuah rumah butuh dicat ulang — bukan karena yang lama rusak, tapi karena penghuninya sudah berubah, dan dinding lama itu terasa terlalu ramai untuk menampung kesunyian yang dicari. Legawa.com baru saja mengalami itu. Setelah bertahun-tahun berjalan dengan identitas visual yang berlapis-lapis, saya memutuskan untuk berhenti sejenak dan bertanya: apa sebenarnya yang ingin disampaikan tulisan-tulisan di sini, kalau harus diringkas jadi satu bentuk saja?

Jawabannya ternyata sederhana. Matahari, di atas dua lapis awan.

Tentang Simbol yang Dipilih

Logo baru ini tidak memuat satu huruf pun. Itu keputusan yang disengaja. Sebuah wordmark — logo berbasis nama — akan selalu terikat pada bahasa dan ukuran font tertentu. Tapi tiga bentuk sederhana: satu lingkaran penuh melayang di atas dua batang melengkung, bisa dibaca siapa saja, dalam ukuran apa saja, bahkan ketika mengecil jadi ikon seukuran ujung jari di tab peramban.

Tidak ada garis yang terlalu tipis untuk ditangkap mata. Tidak ada detail yang hilang saat logo ini mengecil jadi favicon 16 piksel. Itu prinsip desain yang saya pegang kali ini: kesederhanaan bukan sebagai gaya, tapi sebagai kebutuhan fungsional. Sebuah simbol yang gagal dikenali saat kecil sebenarnya gagal menjadi simbol sama sekali.

bhyllabus-icon-transparent-512

Les Pèlerins au-dessus des Nuages

Nama blog ini — Bhyllabus l’énigme — sejak awal menyimpan tagline yang jarang saya jelaskan panjang lebar: les pèlerins au-dessus des nuages, para peziarah di atas awan. Logo baru ini adalah tagline itu, digambarkan secara harfiah. Matahari yang melayang adalah sang peziarah. Dua lapis awan di bawahnya adalah jalan yang telah, dan akan, dilewati.

Saya suka pikiran bahwa menulis — entah itu esai tentang kebijakan open source, catatan tentang teknologi kesehatan, atau fiksi fantasi bergenre xianxia yang saya gemari — pada dasarnya adalah perjalanan mendaki. Kita berangkat dari sesuatu yang berat dan berkabut, lalu perlahan naik sampai menemukan cahaya yang cukup jernih untuk dibagikan. Blog ini, sejak 2008, selalu berusaha jadi tempat pijakan di atas awan itu — bukan untuk lari dari dunia, tapi untuk melihatnya dengan jarak yang cukup untuk berpikir jernih.

Kenapa Sekarang

Terus terang, saya tidak pernah puas sepenuhnya dengan identitas visual legawa.com sebelumnya. Terlalu banyak elemen yang bersaing untuk perhatian, terlalu sedikit yang benar-benar mewakili apa yang saya coba lakukan di sini. Rumah baru ini — dengan warna krem hangat, jingga terakota, dan aksen madu — saya harap terasa lebih tenang dan lebih jujur pada dirinya sendiri. Tidak berteriak. Cukup ada, dan mengundang orang untuk berhenti sejenak.

Proses desainnya sendiri saya kerjakan dengan bantuan Claude Design (Anthropic), yang membantu saya menerjemahkan konsep matahari-dan-awan ini dari sketsa kasar di kepala menjadi bentuk vektor yang bersih dan konsisten di berbagai ukuran. Sebuah proses kolaboratif yang menyenangkan — saya membawa maksud dan batasan, ia membantu menata bentuknya sampai benar-benar sesederhana yang saya bayangkan.

Penutup

Wajah baru ini akan mulai muncul bertahap: di favicon, di header blog, di kartu profil media sosial. Isinya tetap sama — surat, kesehatan, teknologi, dan cerita, seperti yang selalu tertulis di bawah nama blog ini. Hanya saja sekarang, mudah-mudahan, wajahnya lebih jujur mewakili isinya.

Terima kasih sudah singgah, dan selamat datang di rumah yang sedikit lebih hangat ini.

— Cahya

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Rumah Baru, Wajah Baru
    Legawa.com baru saja melakukan pembaruan identitas visual dengan logo baru yang sederhana, menggambarkan matahari di atas awan. Simbol ini merepresentasikan perjalanan penulis dan esai yang dihasilkan. Desain yang bersih dan konsisten diharapkan dapat menjadikan blog ini lebih tenang dan jujur, tanpa elemen yang bersaing.
  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca