A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Seorang guru yang merasa perlu memberikan pendidikan lebih lanjut kepada para muridnya, sehingga suatu ketika guru tersebut mengirim para muridnya keluar dari ashram untuk belajar di salah satu kuil Siwa.

Para murid mungkin tidak begitu paham maksud sang guru, mereka merasa telah belajar dari guru terbaik yang bisa ditemukan dari segala penjuru, mengapa mereka harus keluar ke tempat yang tidak mereka kenal. Apakah guru mereka sudah kehabisan bahan pelajaran, dan semua telah diajarkan pada mereka, setidaknya mereka tidak berani telalu banyak bertanya, dan melanjutkan perjalanan sesuai dengan kata-kata guru mereka.

Setelah beberapa lama perjalanan yang cukup melelahkan, mereka tiba di kuil Siwa yang dimaksudkan. Mereka merasa ingin cepat istirahat, namun tidak merasa sopan sebelum menghaturkan doa pada Siwa yang berada di dalam kuil.

Namun alangkah kagetnya mereka ketika masuk ke dalam ruangan. Di tengah ruangan ada seorang fakir yang berpakaian begitu lusuh, kumal, dan compang-camping, ia terlihat begitu tidak terurus, bahkan aroma tidak menyedapkan dari tubuh pengemis itu sampai tercium ke pintu masuk kuil. Yang lebih mengejutkan lagi, fakir yang tampat bisa saja mati tiba-tiba itu dengan leluasa berbaring sambil meletakkan ke dua kakinya di atas lingam – yang merupakan personifikasi Siwa yang Agung.

Para murid ini begitu geram karena ada orang yang begitu tidak tahu diri menodai kesucian lingam dengan kaki kotornya. Ini merupakan penghinaan pada Siwa, dan mereka serentak melabrak pengemis yang sedang tertidur pulas itu. Mereka berteriak dengan marah pada fakir tersebut, dan sehingga suara mereka bahkan bisa terdengar hingga ke luar kuil.

Fakir tersebut membuka matanya & tampak begitu kelelahan, hanya menjawab dengan beberapa kata lemah, “Jika demikian, silakan pindahkan kaki kotor saya ini ke tempat yang tiada lingamnya”.

Dengan kasar para murid itu segera menghempaskan kaki si fakir tempat lain, namun begitu kaki itu hendak terjatuh, muncul sebuah lingam. Berkali-kali para murid memindahkan kaki itu, di sana selalu muncul lingam lagi. Para murid itu nyaris putus asa untuk menemukan di mana harus meletakkan kaki si pengemis agar tidak muncul lingam di sana.

Pengemis malang itu hanya sedang mendidik para murid yang merasa sudah tahu segalanya, bahwa kehadiran Tuhan ada di mana-mana, jika pun manusia tidak bisa melihat & merasakan-Nya di mana-mana, itu hanyalah karena keterbatasan seorang manusia. Walau kasih Ilahi meliputi segenap alam raya, namun kebodohan manusia selalu menemukan tempat yang menurutnya tiada Tuhan di sana.

Artikel Baru Terbit

  • Virus untuk Melawan Kanker: Menimbang Kisah Virolog yang Menjadi Pasien Sekaligus Peneliti
    Seorang virolog Kroasia menyuntikkan virus campak dan virus stomatitis vesikular ke tumor payudaranya sendiri, lalu tumor menyusut dan dapat dioperasi. Kisah ini memicu perdebatan etika dan harapan baru bagi terapi virus onkolitik. Artikel ini menimbang bukti, keterbatasan, dan pelajarannya bagi Indonesia. Ini bukan anjuran mencoba sendiri, melainkan bahan refleksi klinis.
  • Ketika Kelamin Bayi Tak Sesuai “Buku Panduan”: Mengenal Differences in Sex Development
    DSD adalah kondisi kongenital ketika kromosom, gonad, dan anatomi seks seseorang tidak berkembang selaras—bukan gangguan orientasi seksual. Artikel ini mengulas klasifikasi, diagnosis, tata laksana multidisiplin, serta konteks Indonesia: keterbatasan data epidemiologi, stigma sosial, dan jalur hukum penetapan status kelamin lewat pengadilan sesuai UU Adminduk.
  • Ketika Diabetes Mengancam Penglihatan: Mengenal Retinopati Diabetik
    Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular diabetes yang dapat merusak penglihatan tanpa gejala awal. Prevalensinya di Indonesia berkisar 10–32%, dengan satu dari empat pasien berisiko mengalami kondisi mengancam penglihatan. Skrining fundus rutin, kontrol glikemik ketat, serta terapi laser atau anti-VEGF menjadi kunci mencegah kebutaan akibat diabetes.
  • Ketika Diabetes Menjadi Kegawatdaruratan: Mengenal Ketoasidosis Diabetik
    Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
  • Bukan Sekadar Pikun: Menyimak Pedoman Nasional Tata Laksana Demensia 2026
    Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Demensia 2026 memberikan panduan untuk penanganan demensia di Indonesia. Dengan jumlah penderita yang diproyeksi meningkat, pedoman ini mencakup diagnosis, penanganan, dan strategi pencegahan. Kaya akan rekomendasi medis, hal ini penting untuk memastikan perawatan yang efektif bagi pasien demensia.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

8 tanggapan

  1. Avatar Cahya

    Kikakirana,
    Kembali pada alasan saya di tanggapan sebelumnya :).

    Bli Wira,
    Ada banyak hal yang tidak dapat dibuktikan, sehingga kita memasukkannya pada kepercayaan.

  2. Avatar imadewira

    saya juga yakin Tuhan ada dimana-mana walaupun tidak dapat membuktikannnya

  3. Avatar kikakirana
    kikakirana

    sebentar”… judul posting nya Tiada Tuhan Di Sana…
    tapi isi posting nya malah sebenarnya menunjukkan bahwa Tuhan itu ada di mana”..

    hm,,,

  4. Avatar Cahya

    Mas Pushandaka,
    Hiyaa…., katanya ekstremis itu hanya di pikiran si subyek, kalau Tuhan juga hanya ada dalam ciptaan angan manusia, bisa jadi yang tampak seperti ekstremis itu :).

  5. Avatar Agung Pushandaka
    Agung Pushandaka

    Saya tau Tuhan itu ada karena memang begitulah manusia menciptakan sosok Tuhan. Ada di mana-mana bahkan di dalam jasad setiap manusia. 😛

  6. Avatar wahyu nurudin

    kok judulnya beda?

    kesimpulannya kan Tuhan di mana-mana? Maha melihat?

  7. Avatar doelsoehono
    doelsoehono

    numpang lewat salam kenal dulu ah

  8. Avatar Cahya

    Doelseohono,
    Lho, kok ada acara kenalan lagi Pak :).

    Wahyu,
    Nah judul kan bukan resume atau simpulan tulisan, tapi lebih pada cerminan tulisan, lagi pula kan judul memang mesti eye catching :D.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca