A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Slogan yang dibawa oleh Opera Turbo adalah “Melayari Web dengan Cepat bahkan pada koneksi yang paling lambat”. Dan dengan slogan inilah saya tertolong akhir tahun lalu, di mana kecepatan akses bisa turun hingga hanya maksimal mencapai 30-40 kbps. Banyak situs dan blog web 2.0 tidak bisa diakses di peramban lain – seperti Firefox 3.6.x, Chrome 8.x, Safari 5.x atau pun IE 8 – yang biasanya hanya tanda di barnya saja yang berputar-putar, tapi tanpa hasil.

Opera Turbo menggunakan server Opera di Norwegia untuk melakukan kompresi atau pemadatan pada halam web yang kita kunjungi. Jadinya, server Opera membaca dulu halaman web tersebut, kemudian ukurannya dikompresi, dan diberikan pada pengguna dalam ukuran yang lebih kecil, sehingga pada koneksi lambat-pun bisa dibuka.

Opera Turbo juga mematikan banyak script seperti flash secara aslinya, ini mirip dengan fitur pengaya noscript di Firefox. Misalnya Anda mengunjungi sebuah situs karena tertarik dengan isinya, tapi tiba-tiba muncul suara aneh yang membuat Anda “dipaksa” melakukan streaming berkas MP3 misalnya, nah, Opera Turbo akan mematikan itu – karena hanya akan menghambat bukaan sebuah halaman. Tapi tentu saja flash tersebut bisa dijalankan kembali dengan sekali klik.

Nah, ini juga berarti kita membayar lebih sedikit daripada seharusnya jika kita berlangganan akses Internet. Mengapa? Karena kompresinya dapat mencapai 80%, artinya kita bisa menghemat hingga 80% data jelajah yang diperlukan. Katakanlah kita hanya memiliki jatah 2GB dalam sebulan, maka dengan Opera Turbo – kita bisa menjelajah hingga 4-6 GB halaman web jika diakses dari peramban lain dengan tetap membayar senilai akses 2 GB.

Ini juga bisa menghilangkan kekesalan Anda yang menjelajah via tempat-tempat umum dengan koneksi Wifi seperti kampus, kantor atau kafe. Mungkin jika Anda hanya sendirib atau berdua, koneksi masih baik, tapi begitu ramai, maka semuanya akan melambat. Namun Opera Turbo akan membuat Anda tetap nyaman berselancar tanpa mengurangi kecepatan akses terhadap halaman web. Di saat pengguna peramban lain sibuk mengeluhkan akses yang lambat, maka Anda bisa tetap tenang menjelajah web tanpa terganggu.

Opera Turbo dapat diaktifkan secara otomatis jika Anda menginginkannya. Jika Anda berada di kecepatan tinggi, kemudian tiba-tiba kecepatan akses turun, maka Opera Turbo akan diaktifkan secara otomatis, sehingga Anda tidak kehilangan “irama” dalam melayari dunia web. Jika Anda memiliki kecepatan akses tinggi, maka Opera akan mematikan sistem Turbonya, atau pada kompresi 1:1 menurut pengamatan saya. Opera akan mengatur sendiri jenis kompresi yang diberikan, apakah 1x, 2x atau perlu hingga 5x. Kompresi 5x berarti jika sebuah halaman blog sebesar 250 kb (standar) biasanya diakses dalam 5 detik pada kecepatan hingga 64 kbps, maka dengan Opera Turbo hanya perlu 1 detik saja. Inilah yang membuat ritme berselancar tetap terjaga.

Lalu bagaimana jika Anda mengakses halaman web aman? Opera Turbo tidak mengompresi jalur aman (jalur terenkripsi), sehingga transaksi bank yang berada dalam jalur aman akan tetap sebagaimana adanya dan tidak terganggu.

Apa ada kelemahannya? Ya, karena berkas web dikompresi, maka tampilan elemen gambar menjadi lebih blur dalam matriks yang pecah. Tapi toh saya biasanya berselancar dengan mematikan gambar, jadi nyaris tidak berpnegaruh sama sekali.

Jika Anda ingin berhemat untuk koneksi dan tetap mendapatkan akses Internet dengan kecepatan tinggi. Maka Opera adalam peramban pilihan untuk itu. Saya belum menemukan peramban lain dengan sistem secerdas ini, bahkan cukup ramah digunakan untuk mereka yang tidak mengerti seluk beluk peramban sekalipun.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar Aldy

    Opera Lover talking about Opera 😉

    1. Avatar Cahya

      Pak Aldy,

      I am still the member of SpredFox Community :D.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca