Dapatkah Anda bayangkan jika sepasang mata memiliki warna yang berbeda satu sama lainnya? Saya tidak begitu paham tentang hal ini, namun kondisi ini disebut sebagai “heterochromia iridum”, biasanya disebabkan karena kelainan pigmen warna melanin (bisa berupa kelebihan dan juga kekurangan).
Kondisi ini bisa disebabkan karena faktor genetis, atau didapatkan (baik karena perlukaan atau penyakit tertentu). Dan karena ini bukanlah kondisi yang umum, yang bisa kita temukan dengan mudah. Saya sendiri belum tahu apa efeknya terhadap daya penglihatan.
Tapi mengapa tiba-tiba saya ingin tahu tentang heterochromia iridis ini. Ah, itu karena saya baru tahu bahwa ada lagi seekor Siberian Husky di Wisma Cahaya Rembulan (baca: The Crying Husky). Pada hewan lain, kejadian heterochromia iridum mungkin jarang, tapi cukup umum pada Siberian Husky. Nah, sepasang Husky akan bertemu, saya harap nanti salah satu anaknya akan memiliki heterochromia iridum yang lucu dan imut. Apalagi kedua indukan memiliki potensi keragaman genetis yang mencukupi.
Mari kita mulai percobaan, ha ha…, kalau masalah seperti ini, saya merasa berubah menjadi ilmuwan jahat seperti di film-film asing itu.
Jika nanti ada satu, mau saya larikan (mode setan ON).
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan