Anda pernah melihat atau bermainan permainan video sejenis Sims (simulation)? Membuat avatar anda sendiri dan melakukan aktivitas di dunia digital selayaknya di dunia nyata? Lalu bagaimana jika interaksi ini diperluas ke jaringan global, tanpa batas dan sekat? Tentu saja ini lebih dari sekadar jejaring sosial.
Setidaknya ini yang ditawarkan oleh Second Life, berinteraksi di dunia digital selayaknya dunia nyata. Tapi saya lebih tertarik lagi oleh tulisan “Seminar Online – Second Life for Education” yang akan diadakan oleh Komunitas Kluwek pada hari Minggu mendatang. Dalam penangkapan saya, ide dasarnya adalah membangun dunia virtual yang bisa mendukung pendidikan, di mana guru, siswa bisa bertemu secara digital dalam dunia 3 dimensi yang dibuat sedemikian rupa membantu proses edukasi.
Jika Anda tertarik mengenai teknologi ini dan bagaimana memanfaatkannya, silakan kunjungi halaman seminar tersebut melalui tautan di atas. Siapa tahu Anda bisa berkontribusi terhadap pendidikan dunia digital 3D di masa depan.
Nah, berikut saya tampilkan salah satu video menarik tentang penggunaan Second Life sebagai bagian dari edukasi, yaitu sebuah video tentang Utopia Island yang memuat bagaimana sebuah pulau dibangun dengan green tech (teknologi ramah lingkungan). Sehingga bisa mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil yang merusak bumi.
Pada 22 Oktober 2026, Direktur Jenderal WHO bertemu grup K-pop ENHYPEN di Seoul untuk merayakan kampanye donor darah bersama penggemar mereka. Artikel ini merangkum faktanya, membandingkannya dengan kondisi Indonesia, dan menimbang apa kata sains tentang cara mengubah ikrar menjadi donor rutin.
WHO, WMO, UNICEF, dan UNFPA merilis indikator prioritas pertama untuk memantau dampak panas pada ibu hamil, bayi baru lahir, dan anak. Artikel ini menguraikan empat ranah indikator, cara menganalisisnya bersama data suhu, dan penerapannya di fasilitas kesehatan Indonesia, lengkap dengan keterbatasan buktinya.
Ulasan pedoman kurikulum resistensi antimikroba WHO 2019: lima modul, enam kurikulum profesi, serta langkah menerapkannya di rumah sakit, puskesmas, dan institusi pendidikan di Indonesia.
Artikel ini membahas pentingnya integrasi Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) dengan Program Manajemen Kualitas Perawatan (PMKP) untuk mengurangi risiko jatuh dan kesalahan pemberian obat. Ditekankan bahwa SKP harus menjadi bagian dari siklus mutu rumah sakit melalui validasi dan analisis data yang ketat, bukan sekadar kepatuhan administratif.
Di Polindes yang kecil, Raka mendengar detak jantung yang belum lahir, dan batuk yang tak mau dijelaskan. Malamnya, Oma berbicara kepada seseorang di luar jendela.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Saya tidak tahu juga, tapi coba saja daftar di Second Life, kalau dari yang saya lihat sampai saat ini sih avatarnya masih seperti tampilan asli orangnya, sehingga mudah dikenali saat bersosialisasi :).
Tinggalkan Balasan