A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Sekitar seminggu yang lalu saya mendapatkan sebuah telepon dari Jakarta (jika saya tidak salah mengingat kode areanya), alhasil dari percakapan singkat itu, saya memberikan izin guna transaksi auto-debit dari rekening saya sebagai bagian dari persetujuan dan komitmen saya untuk mendukung aktivitas Greenpeace di Indonesia.

Saya mungkin memang belum berpenghasilan, tapi jika menyisihkan sedikit anggaran dan tabungan saya untuk sesuatu yang saya harapkan bisa memberikan arah perubahan pada bumi yang saya tempati, mengapa tidak? Saya tidak berharap banyak, setidaknya untuk langit biru yang masih memiliki udara bersih, dan bumi yang masih mengalirkan air yang jernih.

Anda pastinya sudah mengenal Greenpeace, dan saya tidak perlu menjelaskannya lagi. Namun jika ada yang berminat mengenal lebih banyak tentang aktivitas Greenpeace di Indonesia, silakan kunjungi situs resminya: Greenpeace Indonesia. Melalui situs resmi ini, Anda juga bisa memantau aktivitas komunitas baik lewat blog, twitter ataupun facebooknya.

Greenpeace

Setiap orang memiliki caranya untuk berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan hidup di muka bumi, dan saya percaya tidak ada satu cara yang absolut benar untuk semua orang. Satu orang mungkin akan berkata dia akan mengganti surat menyurat yang dulunya dengan kertas, sekarang dengan surat elektronik, dan dia sudah membantu menyelamatkan hutan. Orang satunya lagi mungkin akan berusaha menahan diri tidak membeli perangkat ponsel pintar terbaru, dan tetap memakai ponsel lawasnya, dan dia sudah membantu mengurangi limbah elektronik yang berbahaya bertambah lagi.

Anda pun bisa menjadi bagian dari Lingkaran Greepeace di daerah anda masing-masing, bertukar ide tentang pelestarian lingkungan, dan melakukan aksi nyata untuk membenahi apa yang layak dibenahi. Dan jika Anda memiliki dukungan moneter yang memadai, Anda dapat pendukung aktivitas Greepeace di nusantara khususnya.

Planet kecil bernama Bumi ini adalah rumah kita, apapun caranya setidaknya kita memiliki kewajiban moral dengan penuh kesadaran guna menjaga kelestarian tempat hidup kita, manusia dan juga alam yang saling mendukung. Jadi, apa yang dapat Anda lakukan?

Artikel Baru Terbit

  • Delapan Mitos Hipertensi yang Masih Dipercaya Banyak Orang Indonesia
    Hipertensi menyerang tanpa gejala, tetapi bukan berarti tak berbahaya. Artikel ini meluruskan delapan mitos umum—dari anggapan “tidak ada keluhan berarti aman” hingga “sudah normal, boleh berhenti obat”—dengan data SKI 2023, pedoman PERHI dan ESC 2024, serta konteks kebijakan JKN dan label pangan Indonesia yang relevan bagi pembaca awam maupun tenaga kesehatan.
  • Mitos Kesehatan Seksual: Antara Pil KB, Metode Tarik, dan Kloset Umum
    Mitos seputar kesehatan seksual — dari pil KB yang dianggap mencegah IMS hingga anggapan dudukan kloset bisa menularkan penyakit — masih beredar luas. Artikel ini meluruskan sembilan mitos utama dengan data terkini kasus IMS dan HIV di Indonesia, serta menjelaskan akses layanan skrining dan pengobatan gratis melalui JKN.
  • Indah di Mata, Perlu Ditimbang di Ruang Rawat: Bunga, Tanaman, dan Hiasan Dinding dalam Kacamata Pencegahan Infeksi
    Bunga segar, tanaman pot, bingkai, dan relief dinding mempercantik suasana ruang rawat, tetapi dapat menjadi reservoir mikroba, terutama bagi pasien dengan imunitas sangat rendah. Artikel ini menimbang bukti ilmiah terbaru, pedoman CDC, dan konteks Indonesia, lalu menawarkan kerangka zonasi yang praktis agar keindahan ruang dan keselamatan pasien dapat berjalan beriringan.
  • Virus untuk Melawan Kanker: Menimbang Kisah Virolog yang Menjadi Pasien Sekaligus Peneliti
    Seorang virolog Kroasia menyuntikkan virus campak dan virus stomatitis vesikular ke tumor payudaranya sendiri, lalu tumor menyusut dan dapat dioperasi. Kisah ini memicu perdebatan etika dan harapan baru bagi terapi virus onkolitik. Artikel ini menimbang bukti, keterbatasan, dan pelajarannya bagi Indonesia. Ini bukan anjuran mencoba sendiri, melainkan bahan refleksi klinis.
  • Ketika Kelamin Bayi Tak Sesuai “Buku Panduan”: Mengenal Differences in Sex Development
    DSD adalah kondisi kongenital ketika kromosom, gonad, dan anatomi seks seseorang tidak berkembang selaras—bukan gangguan orientasi seksual. Artikel ini mengulas klasifikasi, diagnosis, tata laksana multidisiplin, serta konteks Indonesia: keterbatasan data epidemiologi, stigma sosial, dan jalur hukum penetapan status kelamin lewat pengadilan sesuai UU Adminduk.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

8 tanggapan

  1. Avatar indobrad
    indobrad

    waaw, saya baru dengar soal ini. Memang sudah ada beberapa organisasi yg menggalang dana seperti ini ya. Tapi saya suka dengan kerendahhatian yang ada di tulisan ini: tidak ada satu cara yg absolut benar utk semua orang 😀

  2. Avatar alief
    alief

    saya baru mencoba untuk memulai dari diri saya sendiri bli, dan ternyata sampai sejauh ini masih sangat banyak kerusakan yang ditimbulkan oleh diri ini.

    1. Avatar Cahya

      Mas Alief, kita tidak bisa memungkiri bahwa yang paling ahli merusak lingkungan adalah manusia itu sendiri, ya itu berarti adalah diri kita sendiri 🙂 – Mengubah diri kita berarti mengubah lingkungan, dan mengubah lingkungan berarti mengubah dunia.

  3. Avatar nearz
    nearz

    wah mantap bang cahya satu ini

    1. Avatar Cahya

      Wah, ada Dokter Niar, lha ini Greenpeace Jogja lho, ndak ikutan nimbrung?

  4. Avatar ladeva
    ladeva

    True, Cahya!

  5. Avatar jarwadi
    jarwadi

    wah, saya belum bisa memberi kontribusi yang cukup bagi kelestarian lingkungan, saya masih berusaha menyadarkan perilaku diri saya sendiri untuk bersikap ramah terhadap lingkungan 😀

    1. Avatar Cahya

      Pak Jarwadi, bukankah memang demikian? Dimulai dari diri sendiri 🙂

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca