A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Sudah lama bergulir isu tentang pembalakan hutan secara besar-besaran bahkan oleh perusahaan yang memiliki izin tanpa mengindahkan kesinambungan tatanan ekologi hutan. Kali ini Greenpeace menenggarai APP (Asia Pulp & Paper) sebagai salah satu biang keladinya. Di satu sisi manusia (kita) memerlukan kertas untuk kebutuhan sehari-hari, namun di sisi lain – percayalah! – kita lebih memerlukan hutan daripada kertas secara umum. Umat manusia tidak akan dapat bertahan hidup jika hutan musnah. Hilangnya hutan sama memprihatinkannya dengan ancaman bencana dari Kutub Utara.

Hari ini saya mendapatkan surat/informasi dari Greenpeace tentang investigasi mereka akan masalah ini. Dan sebenarnya berita ini sudah tersebar luas sebelumnya.

Penggalan isi informasi tersebut adalah sebagai berikut:

Pohon ramin secara hukum dilindungi dalam peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan internasional CITES yang telah diadopsi oleh pemerintah Indonesia. Hutan rawa gambut Sumatra adalah habitat penting ramin.Sejak Indonesia melarang penebangan dan perdagangan ramin pada tahun 2001, lebih dari seperempat dari habitat ramin telah tebang habis –saat ini banyak dari wilayah hutan ini ditebangi untuk memasok APP.

Meskipun ramin Indonesia adalah spesies yang dilindungi secara internasional, habitatnya terus ditebang habis – mendorong ramin dan spesies yang terancam lainnya seperti harimau Sumatra menuju kepunahan. Kayu ramin dari pembukaan hutan ini dicampur dengan berbagai kayu hutan hujan lain untuk memuaskan sektor pulp dan kertas. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah dan industri harus melakukan tindakan tegas untuk melindungi hutan rawa gambut dan membasmi penebangan liar dan perdagangan ramin.

Dan sebuah video singkat dibuat guna memberikan ilustrasi yang ada di lapangan. Berikut adalah tayangannya:

Video tersebut juga menjelaskan kerusakan dalam skala besar pada hutan pohon ramin juga menjadi ancaman bagi keberadaan spesies Harimau Sumatera. Jika ini berlangsung, bisa jadi anak-cucu kita hanya akan mengenal Harimau Sumatera seperti yang didongengkan dalam buku-buku pelajaran dan ensiklopedia.

Jika Anda bersedia memberi dukungan kepedulian, Anda dapat membantu menulis pada pemerintah kita akan kekhawatiran masalah ini. Silakan menulis melalui halaman: APP menggunakan kayu illegal dari hutan alam untuk pabrik mereka. Meski suara Anda kecil, namun dapat menentukan laju dan masa depan negeri ini yang akan kita tempati hingga hari tua dan kita wariskan pada anak cucu kita. Jadi, jangan takut memberikan suara anda untuk negeri.

 

Artikel Baru Terbit

  • Mitos Kesehatan Seksual: Antara Pil KB, Metode Tarik, dan Kloset Umum
    Mitos seputar kesehatan seksual — dari pil KB yang dianggap mencegah IMS hingga anggapan dudukan kloset bisa menularkan penyakit — masih beredar luas. Artikel ini meluruskan sembilan mitos utama dengan data terkini kasus IMS dan HIV di Indonesia, serta menjelaskan akses layanan skrining dan pengobatan gratis melalui JKN.
  • Indah di Mata, Perlu Ditimbang di Ruang Rawat: Bunga, Tanaman, dan Hiasan Dinding dalam Kacamata Pencegahan Infeksi
    Bunga segar, tanaman pot, bingkai, dan relief dinding mempercantik suasana ruang rawat, tetapi dapat menjadi reservoir mikroba, terutama bagi pasien dengan imunitas sangat rendah. Artikel ini menimbang bukti ilmiah terbaru, pedoman CDC, dan konteks Indonesia, lalu menawarkan kerangka zonasi yang praktis agar keindahan ruang dan keselamatan pasien dapat berjalan beriringan.
  • Virus untuk Melawan Kanker: Menimbang Kisah Virolog yang Menjadi Pasien Sekaligus Peneliti
    Seorang virolog Kroasia menyuntikkan virus campak dan virus stomatitis vesikular ke tumor payudaranya sendiri, lalu tumor menyusut dan dapat dioperasi. Kisah ini memicu perdebatan etika dan harapan baru bagi terapi virus onkolitik. Artikel ini menimbang bukti, keterbatasan, dan pelajarannya bagi Indonesia. Ini bukan anjuran mencoba sendiri, melainkan bahan refleksi klinis.
  • Ketika Kelamin Bayi Tak Sesuai “Buku Panduan”: Mengenal Differences in Sex Development
    DSD adalah kondisi kongenital ketika kromosom, gonad, dan anatomi seks seseorang tidak berkembang selaras—bukan gangguan orientasi seksual. Artikel ini mengulas klasifikasi, diagnosis, tata laksana multidisiplin, serta konteks Indonesia: keterbatasan data epidemiologi, stigma sosial, dan jalur hukum penetapan status kelamin lewat pengadilan sesuai UU Adminduk.
  • Ketika Diabetes Mengancam Penglihatan: Mengenal Retinopati Diabetik
    Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular diabetes yang dapat merusak penglihatan tanpa gejala awal. Prevalensinya di Indonesia berkisar 10–32%, dengan satu dari empat pasien berisiko mengalami kondisi mengancam penglihatan. Skrining fundus rutin, kontrol glikemik ketat, serta terapi laser atau anti-VEGF menjadi kunci mencegah kebutaan akibat diabetes.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

4 tanggapan

  1. Avatar die

    Sebenarnya ramin sudah moratorium oleh kementrian kehutanan, artinya tidak boleh lagi ditebang.
    Tapi aku rada ragu, apa benar jenis ramin dijadikan bahan pulp?
    Harga ramin dipasaran lebih menjanjikan dibandingkan dijadikan pulp dan melihat vidoenya sulit untuk mengidentifikasi kalau kayu tersebut jenis ramin walaupun ketahuan kalau kayunya berasal dari hutan rawa/gambut.
    Dan aku ogah menulis dilaman mengenai hal ini.  Greenpeace cuma teriak doang, bukti APP masih berproduksi dengan kapasitas terpasang. 😀

    1. Avatar die

      Nambahin dikit, perlu juga dicermati jika dalam Rencana Karya Tahunan APP yang disyahkan oleh Kementrian Kehutanan, berarti penebangan ramin yang dilakukan oleh APP sah demi hukum. (ups…bicara apa aku?)

      1. Avatar Cahya

        Ha ha…, lha di negara ini, apa sih tidak sah jika sudah ada tanda tangan hitam di atas putih… #ups :D.

    2. Avatar Cahya

      Ya Pak Aldy, APP masih berjalan terus dengan lancarnya :D. Pak Aldy yang sudah penguasa hutan saja sulit membedakan, apalagi yang awam.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca