A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Sekitar seminggu yang lalu saya mendapatkan sebuah telepon dari Jakarta (jika saya tidak salah mengingat kode areanya), alhasil dari percakapan singkat itu, saya memberikan izin guna transaksi auto-debit dari rekening saya sebagai bagian dari persetujuan dan komitmen saya untuk mendukung aktivitas Greenpeace di Indonesia.

Saya mungkin memang belum berpenghasilan, tapi jika menyisihkan sedikit anggaran dan tabungan saya untuk sesuatu yang saya harapkan bisa memberikan arah perubahan pada bumi yang saya tempati, mengapa tidak? Saya tidak berharap banyak, setidaknya untuk langit biru yang masih memiliki udara bersih, dan bumi yang masih mengalirkan air yang jernih.

Anda pastinya sudah mengenal Greenpeace, dan saya tidak perlu menjelaskannya lagi. Namun jika ada yang berminat mengenal lebih banyak tentang aktivitas Greenpeace di Indonesia, silakan kunjungi situs resminya: Greenpeace Indonesia. Melalui situs resmi ini, Anda juga bisa memantau aktivitas komunitas baik lewat blog, twitter ataupun facebooknya.

Greenpeace

Setiap orang memiliki caranya untuk berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan hidup di muka bumi, dan saya percaya tidak ada satu cara yang absolut benar untuk semua orang. Satu orang mungkin akan berkata dia akan mengganti surat menyurat yang dulunya dengan kertas, sekarang dengan surat elektronik, dan dia sudah membantu menyelamatkan hutan. Orang satunya lagi mungkin akan berusaha menahan diri tidak membeli perangkat ponsel pintar terbaru, dan tetap memakai ponsel lawasnya, dan dia sudah membantu mengurangi limbah elektronik yang berbahaya bertambah lagi.

Anda pun bisa menjadi bagian dari Lingkaran Greepeace di daerah anda masing-masing, bertukar ide tentang pelestarian lingkungan, dan melakukan aksi nyata untuk membenahi apa yang layak dibenahi. Dan jika Anda memiliki dukungan moneter yang memadai, Anda dapat pendukung aktivitas Greepeace di nusantara khususnya.

Planet kecil bernama Bumi ini adalah rumah kita, apapun caranya setidaknya kita memiliki kewajiban moral dengan penuh kesadaran guna menjaga kelestarian tempat hidup kita, manusia dan juga alam yang saling mendukung. Jadi, apa yang dapat Anda lakukan?

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

8 tanggapan

  1. Avatar indobrad
    indobrad

    waaw, saya baru dengar soal ini. Memang sudah ada beberapa organisasi yg menggalang dana seperti ini ya. Tapi saya suka dengan kerendahhatian yang ada di tulisan ini: tidak ada satu cara yg absolut benar utk semua orang 😀

  2. Avatar alief
    alief

    saya baru mencoba untuk memulai dari diri saya sendiri bli, dan ternyata sampai sejauh ini masih sangat banyak kerusakan yang ditimbulkan oleh diri ini.

    1. Avatar Cahya

      Mas Alief, kita tidak bisa memungkiri bahwa yang paling ahli merusak lingkungan adalah manusia itu sendiri, ya itu berarti adalah diri kita sendiri 🙂 – Mengubah diri kita berarti mengubah lingkungan, dan mengubah lingkungan berarti mengubah dunia.

  3. Avatar nearz
    nearz

    wah mantap bang cahya satu ini

    1. Avatar Cahya

      Wah, ada Dokter Niar, lha ini Greenpeace Jogja lho, ndak ikutan nimbrung?

  4. Avatar ladeva
    ladeva

    True, Cahya!

  5. Avatar jarwadi
    jarwadi

    wah, saya belum bisa memberi kontribusi yang cukup bagi kelestarian lingkungan, saya masih berusaha menyadarkan perilaku diri saya sendiri untuk bersikap ramah terhadap lingkungan 😀

    1. Avatar Cahya

      Pak Jarwadi, bukankah memang demikian? Dimulai dari diri sendiri 🙂

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca