Beberapa waktu yang lalu seorang teman menanyakan pada saya apakah saya memiliki salinan keping instalasi Windows genuine karena Windows-nya rusak dan safe mode tidak dapat diakses. Memang safe mode pada Windows – yang bisa diakses dengan menekan F8 sebelum booting – merupakan senjata handalan dalam memperbaiki pelbagai kerusakan pada Windows, namun jika safe mode sendiri tidak dapat diakses, maka bisa pupus sudah harapan tersebut.
Safe Mode Fixer (SMFixer) adalah sebuah peranti lunak yang mampu membantu memperbaiki safe mode jika mengalami corrupt, semisal karena serangan virus. Aplikasi ini dinyatakan dapat memperbaiki kembali safe mode seperti sedia kala.
Anda cukup menekan tombol “Fix” dan aplikasi akan melakukan tugas pemulihan secara otomatis (perhatikan gambar di bawah), komputer anda akan dimulai ulang secara otomatis. Karenanya, jika Anda sedang mengerjakan sesuatu, sebaiknya disimpan terlebih dahulu sebelum memulai proses ini. Saat hendak dimulai ulang, silakan tekan tombol F8 untuk mengakses safe mode.
Menjalan SMFix pada Windows XP SP3 tervirtualisasi
Aplikasi ini tidak perlu dipasang, karena bisa berjalan dengan sendirinya. Bisa digunakan pada Windows XP, Vista dan 7. Dan lisensinya gratis untuk digunakan bagi keperluan pribadi/rumahan (home user), sedangkan untuk keperluan perusahaan atau perkantoran dipersilakan membeli lisensi yang sesuai.
Perlu diingat bahwa SMFix bekerja dengan mengakses hingga registry Windows, oleh karena itu perlu diberikan hak penuh. Beberapa aplikasi keamanan sepert antivirus dan firewall mungkin akan mencoba menahannya, sehingga disarankan untuk mematikan terlebih dahulu aplikasi keamanan pada Windows anda.
Kerusakan safe mode sangat jarang terjadi, apalagi jika Anda menggunakan Windows genuine dengan aplikasi keamanan yang baik. Namun tidak adalah berjaga-jaga dengan aplikasi kecil ini, yang mungkin tidak akan Anda perlukan sama sekali. Saya belum sempat mencobanya karena memang tidak ada corrupted safe mode yang saya alami.
Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Mas Asop, beberapa antivirus memiliki mekanisme anti-anti-pengaktivasian. Hal ini bertujuan untuk mencegah malware/virus mematikan antivirus secara diam-diam. Tapi biasanya masing-masing produk antivirus memiliki mekanisme penonaktifannya masing-masing :). Kalau di avast! misalnya, tinggal klik kanan ikonnya di taskbar lalu pilih untuk mematikannya, baik selama 10 menit, sejam atau hingga restart berikutnya sesuai keperluan.
Tinggalkan Balasan