Setelah lusa memasang kartu grafis ATI Radeon HD 4650 pada Ubuntu, kemarin saya menghabiskan waktu dengan memperbarui kartu suara dari Sound Blaster lawas ke Sound Blaster Audigy Value. Ya memang sesama produk kelas low-end, tapi hanya upgrade tempo, dan rupanya Audigy Value bisa dengan baik memberikan efek suara digital surround 5.1 dengan pengeras suara Altec Lansing yang saya gunakan. Saya benar-benar menikmati Unity yang bak terbang ke langit.
Setelah semuanya sangat stabil dan berjalan dengan luar biasa, rasanya ada yang kurang, yup – everything just too perfect! Dibandingkan menggunakan Green Geeko, Unity dari Ubuntu rasanya lancar-lancar saja, terlalu lancar bahkan, tidak ada tantangannya (walah).
Lalu saya ambil kandar eksternal Seagate Expansion Portable Drive yang berkapasitas 1 TB dan menyalin semua data di Ubuntu yang nyaris mencapai 400 GB. Terutama fansubs serial Animasi Aria saya jangan sampai hilang, karena itu adalah harta karun tak ternilai.
Akhirnya saya mengucapkan, “Selamat tinggal Unity” dengan perasaan lega dan puas setelah mencicipi dan membangunnya dari versi beta.
Lalu saya pun mulai melanjutkan perjalanan baru mencicipi Aero 6.1 alias Windows 7. Sial, lisensinya mahal juga, tapi setidaknya tidak perlu khawatir dengan – apa itu? – KB97xx033 jika tidak salah. Dan jangan khawatir, bukan berarti tidak ada ruang untuk Linux, saya masih menyisihkan sedikit untuk mencicipi adwaita nanti, tapi saat ini openSUSE 12.1 baru memasuki tahap milestones 3, jadi mungkin harus ditunda dulu.
Tampilan Desktop Aero yang menggantikan Desktop Unity
Jadi sekarang waktunya menjelajah Aero dulu, saya sampai lelahnya melakukan konfigurasi kemarin, hingga melewatkan pertandingan merah putih yang kata Mas Asop, menang tapi mengecewakan.
CMV, virus herpes yang menginfeksi mayoritas populasi tanpa gejala berarti, menjadi penyebab utama gangguan pendengaran kongenital non-genetik di dunia. Artikel ini mengulas epidemiologi CMV di Indonesia, tantangan skrining dan diagnosis, peran valasiklovir dan valgansiklovir, serta kegagalan vaksin mRNA Moderna 2025 yang mengguncang harapan pencegahan CMV kongenital global.
Menua itu pasti, tapi banyak “kebenaran umum” tentangnya ternyata mitos—dari olahraga yang katanya sia-sia hingga demensia yang dianggap tak terhindarkan. Artikel ini membedah tujuh mitos penuaan berdasarkan bukti ilmiah terbaru, sekaligus mengulas realitas populasi lansia Indonesia yang kian menua namun berpotensi tetap sehat dan produktif.
Tiga studi terbaru 2026 menegaskan: tak ada batas aman minum alkohol. Dua gelas sehari menaikkan risiko kanker kolorektal 91%, konsumsi rendah tetap menurunkan aliran darah otak, dan satu gelas sehari berkontribusi pada kematian dini akibat kanker serta sirosis. Simak bukti lengkapnya dan artinya bagi kesehatan masyarakat Indonesia.
Cystic fibrosis adalah kelainan genetik langka yang mengganggu transpor cairan di paru, pankreas, dan organ lain, menyebabkan infeksi paru berulang serta gangguan pencernaan. Meski jarang di Asia, kasus tetap ditemukan di Indonesia. Artikel ini membahas patofisiologi, diagnosis melalui uji keringat, serta era baru terapi CFTR modulator dan tantangan aksesnya.
Studi fase 3 UP-AA1/UP-AA2 di JAMA Dermatology menunjukkan upadacitinib—obat rematik golongan JAK inhibitor—membantu hingga 55% penderita alopesia areata berat menumbuhkan kembali minimal 80% rambut kulit kepala dalam 24 minggu. Meski menjanjikan, obat ini belum disetujui resmi untuk indikasi ini di Indonesia maupun global.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
18 tanggapan
andreanisme
Sayang, dari pertama kali Windows 7 dengan tampilan aero-nya saya coba. Saya tidak jatuh hati. Ketika memakai Windows, pasti tampilannya saya ubah ke mode classic. 😀
Karena selera orang berbeda-beda Mas, sama kalau saya memilih Linux, lebih memilih tampilan sederhana Gnone daripada KDE Plasma Desktop yang mirip Aero itu :).
Mereka memang sedang jadi tren sepertinya 🙂 – Unity tidak buruk menurut saya ketika mencobanya, tapi ya namanya dunia, ada yang suka ada yang tidak :).
the real thing is much better than the “wannabe one” i guess 😀 … tapi laptop saya cuman dapat skor 2.3 (kalau enggak salah) jadi menunggu rezeki ajah deh (baca: ganti lapotop)
Ha ha…, Unity has no wobbly windows to begin with :lol:. Ya ya, nanti kalau sudah habis masa berlakunya, lama rasanya, XP saja masih sampai 2013, Vista masih sampai 2017, entah ini sampai kapan :D.
Yah, edisi mahasiswa Mas Agung, ha ha…, dimanfaatkan mumpung ndak jadi yudisium bulan ini (kesel sendiri nih ceritanya) :D. Iya, beneran, kelewatan kemarin, lupa kalau merah putih bertanding.
Sama saja Mas harganya dengan di Amazons :lol:, bedanya kalau umum pakai KTP kalau mahasiswa pakai KTM (sejenisnya). Hmm…, rasanya bukan OEM deh, kecuali mungkin yang seperti versi yang memang dihibahkan ke dunia pendidikan, saya juga kurang paham, ndak pernah ngambil jatah yang seperti itu. Ini yang saya pakai sekarang versi Ultimate, habis harganya ndak beda jauh.
Tinggalkan Balasan