A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Setelah lusa memasang kartu grafis ATI Radeon HD 4650 pada Ubuntu, kemarin saya menghabiskan waktu dengan memperbarui kartu suara dari Sound Blaster lawas ke Sound Blaster Audigy Value. Ya memang sesama produk kelas low-end, tapi hanya upgrade tempo, dan rupanya Audigy Value bisa dengan baik memberikan efek suara digital surround 5.1 dengan pengeras suara Altec Lansing yang saya gunakan. Saya benar-benar menikmati Unity yang bak terbang ke langit.

Setelah semuanya sangat stabil dan berjalan dengan luar biasa, rasanya ada yang kurang, yup – everything just too perfect! Dibandingkan menggunakan Green Geeko, Unity dari Ubuntu rasanya lancar-lancar saja, terlalu lancar bahkan, tidak ada tantangannya (walah).

Lalu saya ambil kandar eksternal Seagate Expansion Portable Drive yang berkapasitas 1 TB dan menyalin semua data di Ubuntu yang nyaris mencapai 400 GB. Terutama fansubs serial Animasi Aria saya jangan sampai hilang, karena itu adalah harta karun tak ternilai.

Akhirnya saya mengucapkan, “Selamat tinggal Unity” dengan perasaan lega dan puas setelah mencicipi dan membangunnya dari versi beta.

Lalu saya pun mulai melanjutkan perjalanan baru mencicipi Aero 6.1 alias Windows 7. Sial, lisensinya mahal juga, tapi setidaknya tidak perlu khawatir dengan – apa itu? – KB97xx033 jika tidak salah. Dan jangan khawatir, bukan berarti tidak ada ruang untuk Linux, saya masih menyisihkan sedikit untuk mencicipi adwaita nanti, tapi saat ini openSUSE 12.1 baru memasuki tahap milestones 3, jadi mungkin harus ditunda dulu.

Tampilan Desktop Aero yang menggantikan Desktop Unity

Jadi sekarang waktunya menjelajah Aero dulu, saya sampai lelahnya melakukan konfigurasi kemarin, hingga melewatkan pertandingan merah putih yang kata Mas Asop, menang tapi mengecewakan.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

18 tanggapan

  1. Avatar andreanisme
    andreanisme

    Sayang, dari pertama kali Windows 7 dengan tampilan aero-nya saya coba. Saya tidak jatuh hati. Ketika memakai Windows, pasti tampilannya saya ubah ke mode classic. 😀

    1. Avatar Cahya

      Karena selera orang berbeda-beda Mas, sama kalau saya memilih Linux, lebih memilih tampilan sederhana Gnone daripada KDE Plasma Desktop yang mirip Aero itu :).

      1. Avatar gadgetboi

        tenang-tenang 😀 nanti juga bakalan bersatu lagi sama unity :mrgreen:

      2. Avatar Cahya

        Mereka memang sedang jadi tren sepertinya 🙂 – Unity tidak buruk menurut saya ketika mencobanya, tapi ya namanya dunia, ada yang suka ada yang tidak :).

      3. Avatar gadgetboi

        yang saya rasakan memang lebih baik menggunakan unity daripada gnome 3 …

      4. Avatar Cahya

        He he…, sekarang saya lagi mencicipi GNOME 3 :heart:.

  2. Avatar jarwadi

    wah, graphic card baru ya, hehehe

    1. Avatar Cahya

      Iya Pak Jarwadi, kemarin pinginnya mendongkrak Unity, tapi setelah dilihat-lihat cuma bertambah smooth sedikit saja, nyaris tidak berbeda.

  3. Avatar gadgetboi

    the real thing is much better than the “wannabe one” i guess 😀 … tapi laptop saya cuman dapat skor 2.3 (kalau enggak salah) jadi menunggu rezeki ajah deh (baca: ganti lapotop)

    1. Avatar Cahya

      Saya mulai mengurangi pakai notebook Mas Rangga, kalau ngetik kelamaan, palm pad-nya lumayan memberi radiasi panas pada tangan.

      1. Avatar gadgetboi

        ya sudah notebooknya …*menadahkan tanggan* :mrgreen:

      2. Avatar Cahya

        Ha ha…, wah jangan Mas, masih ada Green Geeko kesayangan saya di sana :mrgreen:.

  4. Avatar gadgetboi

    Bummer! 🙁 no more wobbly windows then … 😆
    bli, kalau udah enggak betah sama windows 7 nanti saya siap nampung 😀

    1. Avatar Cahya

      Ha ha…, Unity has no wobbly windows to begin with :lol:. Ya ya, nanti kalau sudah habis masa berlakunya, lama rasanya, XP saja masih sampai 2013, Vista masih sampai 2017, entah ini sampai kapan :D.

  5. Avatar agung

    Selamat datang Windows 7–pakai edisi yang mana & lisensinya berapaan tuh? :mrgreen:

    BTW saya kemarin sempat nonton di stadion GBK, ya, menang tapi sedikit mengecewakan dan sempat deg-deg-an dimenit-menit akhir.

    1. Avatar Cahya

      Yah, edisi mahasiswa Mas Agung, ha ha…, dimanfaatkan mumpung ndak jadi yudisium bulan ini (kesel sendiri nih ceritanya) :D. Iya, beneran, kelewatan kemarin, lupa kalau merah putih bertanding.

      1. Avatar gadgetboi

        berapa kalau di jual sama mahasiswa? dalam bentuk OEM kah? (versi ultimate apa home premium bli?)

      2. Avatar Cahya

        Sama saja Mas harganya dengan di Amazons :lol:, bedanya kalau umum pakai KTP kalau mahasiswa pakai KTM (sejenisnya). Hmm…, rasanya bukan OEM deh, kecuali mungkin yang seperti versi yang memang dihibahkan ke dunia pendidikan, saya juga kurang paham, ndak pernah ngambil jatah yang seperti itu. Ini yang saya pakai sekarang versi Ultimate, habis harganya ndak beda jauh.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca