Tanggal 17 Agustus 2011 kemarin, BlankOn 7.0 resmi dirilis oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI), dan diberi nama Pattimura. Sebagai distribusi turunan langsung dari Ubuntu, tentunya BlankOn menggunakan GNOME sebagai desktopnya, namun tampaknya tidak mengusung Unity ataupun Gnome Shell, hanya masih berbatas pada yang klasik. Dan sebagai tambahan, konon disisipkan BlankOn Panel yang saya tidak tahu bagaimana wujudnya karena belum sempat mencoba.
Meskipun turunan Ubuntu, namun BlankOn 7.0 Pattimura pada catatan rilisnya masih mendukung komputer dengan spesifikasi minimal yang memiliki prosesor 500 MHz dan memori 512 MB RAM. Menggunakan dukungan teknologi terbaru dengan kernel Linux 3.0.1 BlankOn tampaknya memiliki beberapa perbedaan dengan Ubuntu, terutama dalam hal pilihan peranti lunaknya.
Ketika Ubuntu masih menggunakan Firefox, BlankOn memilih Chromium; dan ketika Ubuntu 11.10 nantinya beralih ke Thunderbird, BlankOn masih menggunakan Evolution. Saya rasa pengembang memiliki pertimbangannya sendiri, dan ini membuat BlankOn cukup unik menurut saya.
Hal menarik lain yang saya lihat ditawarkan oleh BlankOn 7 ini adalah adanya dukungan aksara nusantara, seperti aksara Bali, Batak, Bugis, Jawa, Rejang dan Sunda. Bagi mereka yang berkecimpung dengan aksara-aksara ini setiap harinya, tentu saja BlankOn 7 telah memberikan kemudahan.
Anak cadel atau salah mengucapkan bunyi tertentu memang sering dianggap lucu dan akan hilang sendiri. Artikel ini mengulas gangguan artikulasi dan gangguan bunyi bicara pada anak: bedanya dengan keterlambatan bicara, seberapa sering terjadi, tanda yang perlu dicermati, dan terapi yang didukung bukti.
Artikel ini membahas simulasi Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) pada proses penandaan lokasi operasi dan time-out di ruang operasi. Ditemukan kelemahan dalam metodologi RPN, di mana dua skenario dengan skor berbeda dapat memberikan angka RPN yang sama. Penekanan perlu diberikan pada kegagalan dengan severitas tinggi meski RPNnya rendah.
Apa satu barang milik Anda yang sangat bernilai sentimental? There is a small, chipped ceramic turtle that has sat on my desk for as long as I can remember. Its shell is a faded, unnatural green, and one of its tiny legs broke off before I even knew how to speak. I have moved house… Read more: The Kite String of Memory
Yosef datang malam-malam membawa seekor kakap merah dan kabar bahwa ia berhenti sekolah. Raka belum mau menerima kabar itu, dan bapa Yosef menantangnya ikut melaut satu malam.
Celah kritis Oracle EBS mulai diintai, Chrome dan Firefox menambal puluhan celah, dan penipu menyamar jadi helpdesk IT di Teams. Cek dulu ini.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
yang membuat keren blankon. semua modem yang beredar di indonesia (baik yang modem saja maupun yang flip-flop (ada mSD-nya) ) bisa dipakai semua 😀 tinggal colokin. benar-benar memudahkan pengguna awam
Menarik juga melihat pengembang BlankOn lebih memilih peramban Chromium sebagai paket peramban yang disertakan. Tapi apakah juga disertakan kanal update-nya, saya juga kurang tahu sih. Yang jelas, versi 15 memang versi terbaru Chromium saat ini.
Oya, sejauh ini saya belum tertarik nyobain BlankOn. Mungkin karena masih turunan Ubuntu 😉 Nah, kalau IGOS, saya lebih tertarik. Masih nyari-nyari informasi dulu.
sakit hati? hehehe lebay deh ah … blankon tweak itu seperti ubuntu tweak yah? saya malah pake ubuntu tweak di blankon dan mint 😀
kalau saya satu komplain saya terhadap blankon hanya masalah repo yang mati. sehingga saya menggunakan repo ubuntu. sama aja bo’ong ubuntu-ubuntu juga 😀 … makanya saya instal igos nusantara mengantikan blankon …
Tinggalkan Balasan