Kalau akhir pekan lalu kamu merasa dunia Linux tiba-tiba ramai, itu bukan perasaanmu saja. Dalam sepuluh hari terakhir, Ubuntu 26.10 resmi rilis, kernel Linux 7.3 akhirnya final, dan Fedora 45 harus rela antre sedikit lebih lama. Liputan kali ini mencakup 15 sampai 26 Oktober 2026, karena berita sistem operasi minggu ini kebetulan menumpuk di sekitar Linux.
Sekilas Hari Ini
| Kabar | Tanggal | Intinya |
|---|---|---|
| Ubuntu 26.10 “Stonking Stingray” | 15 Oktober | Rilis interim, GNOME 51, Linux 7.3, coreutils Rust |
| Linux 7.3 | 18 Oktober | Rilis stabil, jendela merge 7.4 dibuka |
| Fedora 45 | Target 27 Oktober | Mundur sepekan dari rencana 20 Oktober |
Ubuntu 26.10: Interim yang Berani Berkarat
Dua minggu lalu kita sempat mengintip Ubuntu 26.10 menjelang rilis. Kini versi finalnya sudah tersedia. Ini rilis interim, artinya hanya didukung sembilan bulan sampai Juli 2027; kalau kamu butuh yang awet, Ubuntu 26.04 LTS tetap pilihan lebih tenang.
Sorotan utamanya ada di bawah kap mesin. Menurut laporan Linuxiac dan It’s FOSS, perintah dasar seperti cp, mv, dan rm kini berasal dari uutils, versi Rust dari GNU coreutils, bukan lagi versi GNU yang selama puluhan tahun jadi standar. Alasannya keamanan memori: Rust mencegah satu keluarga besar bug yang lazim di bahasa C. Selain itu ada GNOME 51, Mesa 26.2, OpenSSL 4, dan Sequoia PGP di repositori utama.
Ada juga alat eksperimental bernama Myna untuk dikte suara yang berjalan lokal, tetapi statusnya baru pratinjau teknologi dan tidak terpasang bawaan. Dua catatan jujur: kernel bawaannya masih berbasis 7.3-rc6, bukan rilis final, dan penginstal baru yang dijanjikan baru dijadwalkan untuk Ubuntu 28.04 LTS.
Linux 7.3 Final dan Sepuluh Persen Patch Berbantuan AI
Di tulisan 19 Oktober kita masih menunggu kepastian rilis ini. Sekarang sudah jelas: Linus Torvalds mengumumkan Linux 7.3 pada Minggu, 18 Oktober, dan jendela merge untuk 7.4 langsung dibuka. Torvalds disebut akan bepergian sebagian waktu, sehingga rilis 7.4 mungkin mundur sepekan.
Menurut CNX Software, rilis ini memuat 18.765 commit non-merge. Perubahan yang menarik antara lain peningkatan performa Btrfs dan Ext4, dukungan zero-copy untuk FUSE io_uring, sub-scheduler per cgroup di sched_ext, serta dukungan awal untuk cip Apple M3 dan beberapa SoC Arm dan RISC-V baru.
Angka yang paling mencuri perhatian: sekitar 1.920 commit membawa tag “Assisted-by”, sekitar 10 persen dari total. Tag itu penanda bahwa agen AI ikut membantu, sesuai kebijakan kernel yang mulai berlaku sejak Linux 7.0 (pelaporan It’s FOSS, April 2026). Aturannya tegas: manusia yang mengirim patch tetap bertanggung jawab penuh, dan agen AI tidak boleh membubuhkan Signed-off-by sendiri. Catatan kecil: tag ini bersifat sukarela, jadi angka 10 persen kemungkinan belum menggambarkan seluruh pemakaian AI.
Assisted-by: AGENT_NAME:MODEL_VERSION [TOOL1] [TOOL2]
Untuk kamu yang memakai distro biasa, Arch dan turunannya biasanya paling dulu kebagian kernel baru, sedangkan Fedora dan Ubuntu menyusul setelah pengujian. Debian stabil tidak akan melompat ke 7.3; yang masuk hanya perbaikan keamanan yang di-backport.
Fedora 45: Telat Seminggu, Bukan Bencana
Fedora 45 awalnya dijadwalkan 20 Oktober, tetapi pada rapat Go/No-Go 15 Oktober diputuskan NO-GO karena belum ada kandidat rilis yang layak dievaluasi. Target baru adalah 27 Oktober, dengan cadangan 3 November. Kandidat RC-1.2 sudah tersedia untuk diuji sejak 21 Oktober dan pengujian dilaporkan sebagian besar hijau. Hasil rapat Go/No-Go 22 Oktober belum saya temukan, jadi anggap 27 Oktober masih sebagai target, bukan kepastian.
Isi Fedora 45, menurut Linuxiac dan Phoronix, termasuk GNOME 51, KDE Plasma 6.7, kernel 7.2, penginstal Anaconda yang disempurnakan, dan verifikasi tanda tangan RPM yang lebih ketat. Menariknya, Fedora 45 membawa kernel 7.2, bukan 7.3; kernel baru akan datang lewat pembaruan setelah rilis.
Benang Merah Hari Ini
Ketiga kabar ini berbicara tentang satu hal: bahasa Rust dan AI pelan-pelan masuk ke jantung sistem operasi, tetapi dengan pagar pengaman, entah berupa tag atribusi, status “pratinjau”, atau jadwal yang rela mundur demi kualitas. Untuk pengguna biasa, tak ada yang mendesak. Kalau penasaran, coba Ubuntu 26.10 di mesin virtual dulu sebelum menginstalnya sungguhan.
Kamu tim LTS yang kalem atau tim rilis terbaru yang suka petualangan? Ceritakan di kolom komentar.
Sumber
- Linuxiac, 15 Oktober 2026: Ubuntu 26.10 rilis dengan GNOME 51, Linux 7.3, dan Rust Coreutils
- It’s FOSS, 15 Oktober 2026: Ubuntu 26.10 interim berbasis Rust
- CNX Software, 20 Oktober 2026: rilis Linux 7.3
- Punto Informatico, 20 Oktober 2026: Linux 7.3 dan jadwal distro
- It’s FOSS, April 2026: kebijakan asisten pengodean AI di kernel
- Linuxiac, 17 Oktober 2026: Fedora 45 tertunda ke 27 Oktober
- Phoronix: Fedora 45 tidak rilis pekan depan
- Warp2Search, 21 Oktober 2026: Fedora 45 RC-1.2





Tinggalkan Balasan