A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Tanggal 17 Agustus 2011 kemarin, BlankOn 7.0 resmi dirilis oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI), dan diberi nama Pattimura. Sebagai distribusi turunan langsung dari Ubuntu, tentunya BlankOn menggunakan GNOME sebagai desktopnya, namun tampaknya tidak mengusung Unity ataupun Gnome Shell, hanya masih berbatas pada yang klasik. Dan sebagai tambahan, konon disisipkan BlankOn Panel yang saya tidak tahu bagaimana wujudnya karena belum sempat mencoba.

Meskipun turunan Ubuntu, namun BlankOn 7.0 Pattimura pada catatan rilisnya masih mendukung komputer dengan spesifikasi minimal yang memiliki prosesor 500 MHz dan memori 512 MB RAM. Menggunakan dukungan teknologi terbaru dengan kernel Linux 3.0.1 BlankOn tampaknya memiliki beberapa perbedaan dengan Ubuntu, terutama dalam hal pilihan peranti lunaknya.

Ketika Ubuntu masih menggunakan Firefox, BlankOn memilih Chromium; dan ketika Ubuntu 11.10 nantinya beralih ke Thunderbird, BlankOn masih menggunakan Evolution. Saya rasa pengembang memiliki pertimbangannya sendiri, dan ini membuat BlankOn cukup unik menurut saya.

Hal menarik lain yang saya lihat ditawarkan oleh BlankOn 7 ini adalah adanya dukungan aksara nusantara, seperti aksara Bali, Batak, Bugis, Jawa, Rejang dan Sunda. Bagi mereka yang berkecimpung dengan aksara-aksara ini setiap harinya, tentu saja BlankOn 7 telah memberikan kemudahan.

Anda bisa melihat lebih banyak tentang BlankOn 7 di Preview BlankOn 7 dan Catatan Rilis BlankOn 7.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
  • Wajah Ganda Sang Parasit: Mengenal Leishmaniasis Kutaneus dan PKDL, Dua Babak dari Satu Penyakit
    Leishmaniasis kutaneus dan PKDL adalah dua wajah dari infeksi parasit Leishmania yang ditularkan lalat pasir—jarang ditemukan di Indonesia, namun tetap relevan lewat kasus impor dari personel yang bertugas di kawasan endemik. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis banding dengan kusta, dan tata laksana berdasarkan panduan terbaru WHO SEARO

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

11 tanggapan

  1. Avatar gadgetboi

    yang membuat keren blankon. semua modem yang beredar di indonesia (baik yang modem saja maupun yang flip-flop (ada mSD-nya) ) bisa dipakai semua 😀 tinggal colokin. benar-benar memudahkan pengguna awam

  2. Avatar iskandaria
    iskandaria

    Menarik juga melihat pengembang BlankOn lebih memilih peramban Chromium sebagai paket peramban yang disertakan. Tapi apakah juga disertakan kanal update-nya, saya juga kurang tahu sih. Yang jelas, versi 15 memang versi terbaru Chromium saat ini.

    Oya, sejauh ini saya belum tertarik nyobain BlankOn. Mungkin karena masih turunan Ubuntu 😉 Nah, kalau IGOS, saya lebih tertarik. Masih nyari-nyari informasi dulu.

  3. Avatar dHaNy

    wah bagus banget nih bisa mendukung aksara lokal terutama aksara jawa.. bisa sambil belajar lagi nih…

  4. Avatar alief

    saya pernah sakit hati bli dengan blankon. netbooku pernah gak bisa booting gara2 aku mau menyandingkan blankon ini dengan blankon tweak.

    maksud hati ingin memberikan kemudahan dalam perawatan si blankon, malah dia gak bisa booting sama sekali.

    semoga rilis kali ini masalah tersebut bisa diatasi

    1. Avatar Cahya

      Waduh Mas, saya malah jadi wanti-wanti nih, munhkin nungu tinjaunua di distrowatch saja dulu ya.

    2. Avatar gadgetboi

      :mrgreen: sakit hati? hehehe lebay deh ah … blankon tweak itu seperti ubuntu tweak yah? saya malah pake ubuntu tweak di blankon dan mint 😀
      kalau saya satu komplain saya terhadap blankon hanya masalah repo yang mati. sehingga saya menggunakan repo ubuntu. sama aja bo’ong ubuntu-ubuntu juga 😀 … makanya saya instal igos nusantara mengantikan blankon …

      1. Avatar alief
        alief

        Yups, blankon tweak=ubuntu tweak.

        Kemarin saya masih make reponya blankon,
        Kalo yg di linux mint aku juga make ubuntu tweak

  5. Avatar gadgetboi

    saya pun penasaran dengan blankon panel :mrgreen: *harap yang punya benwit lebih mereviewnya kekekek

    1. Avatar Cahya

      Ha ha, saya punya bandwidth. Tapi ndak ada mesin uji coba, toh komunitasnya sudah memberi tinjauan :d.

  6. Avatar wid
    wid

    kok saya sepertinya tidak tertarik untuk mencoba blankon yah. sepertinya karena kecewa dengan ubuntu.

    1. Avatar Cahya

      He he…, sama Mas 😉

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca