A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Akhir bulan lalu saya diundang menghadiri acara pengambilan gambar dan menyanyi adik-adik sepupu. Karena kami tinggal di distrik yang berbeda, apalagi dulu pulau yang berbeda, jadi saya jarang mendapatkan kesempatan langsung melihat mereka “live on the stage” – kecuali beberapa sesi latihan tarik suara, lagu, dan membuat koreografi di rumahnya.

Tentu saja saya antusias untuk menyaksikan langsung acara ini – di luar konteks dapat pizza gratis tentunya – karena saya tahu bagaimana usaha keras mereka berlatih selama ini. Jadi saya pun bersama anggota keluarga jauh lain yang mendapat undangan datang ke tempat yang telah diberitahukan sebelumnya.

Rupanya di sana juga ada apreasiasi musik bersama musisi lokal lainnya, termasuk dewasa dan anak-anak. Acaranya cukup padat bisa saya katakan untuk sebuah lokasi yang relatif sempit bagi acara seperti itu.

Aksi Panggung
Bersama-sama di atas panggung.

Ketika mereka di atas panggung, saya agak kesusahan mengambil gambarnya karena adegan penuh koreografi aktif. Mungkin seharusnya saya membawa tripoda ke acara tersebut.

Pada bagian awal saat mencoba mengusai panggung, saya sempat mengambil rekaman (amatir), untuk aksi panggung mereka.

Meskipun kualitas video yang diambil adalah “high definition” (dengan banyak goyang, dan buram, serta hiasan suara latar), untuk unggahan ke YouTube terpaksa harus dikerdilkan dan dipotong. Kualitas terbaik hanya disediakan via album asli yang nantinya akan dikeluarkan tentu saja. Dan pastinya bukan dari hasil gambar yang saya ambil.

Memang saya lihat untuk yang belum mencapai tahap pro, adik-adik saya yang imut ini mungkin belum dapat menguasai panggung dengan baik. Tapi saya senang, setidaknya hasil latihan mereka selama ini dengan tidak meninggalkan aktivitas sekolah beserta kegiatan ekstrakulikuler yang pada cukup terbayar dengan baik. Rekaman suara mereka pun hasilnya sangat bagus menurut saya, bahkan tanpa melihat gambarnya pun, saya bisa memutar dan mendengarkan lagu tersebut berkali-kali.

Makan Bersama
Saya dan salah satu adik sepupu saya di antara tempat duduk yang berdesakan.

Mereka tampaknya senang menyanyi, dan juga memiliki bakat yang masih bisa dikembangkan dengan potensi yang menjanjikan. Ada kemampuan juga mengasah bakat tersebut, ada juga dukungan keluarga dan kerabat.

Maka saya rasa, jika mereka memutuskan mengukir bakat mereka ke dalam gantungan mimpi – semuanya akan bisa diraih! Apapun pilihan adik-adik saya ke depannya, tentu saya akan ada untuk mendukung mereka.

Selamat berahkir pekan semuanya, ini jadi hari terakhir libur panjang. Video di atas dapat dibagi ke situs jejaring media sosial atau diunduh untuk didengarkan, namun tentu tidak untuk direproduksi dan dikomersialkan tanpa izin yang bersangkutan, lumayan kan untuk mengisi musik akhir pekan.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

14 tanggapan

  1. Avatar Applausr
    Applausr

    begitulah harusnya dukungan kakak kepada adiknya,, semoga adiknya sukses ya mas… apresiasi dewata tempat apa ya mas?

    1. Avatar Cahya

      Itu sejenis kafe musik yang digarap musisi lokal, ada sejumlah tempat seperti itu. Sebuah rumah makan sederhana dengan ruang yang menyediakan stan bagi musisi.

  2. Avatar ladeva
    ladeva

    Ah Cahya….kamu kakak yang baik dech 🙂 Good luck untuk adik-adik sepupumu ya! *sodorin bakpia sebagai tanda kenalan*

    1. Avatar Cahya

      Deva, kapan sih aku ndak baik 🙂 #tsah.

      1. Avatar ladeva
        ladeva

        Ketika memutuskan untuk gak aktifin BBM lagi! *buang muka* :p

      2. Avatar Cahya

        Ha ha…, boleh saja kalau mau mendanai beberapa ratus ribu per minggu untuk mengaktifkannya kembali :D. We should thinking something cost effective, lagi pula, Gtalk dan YM kan masih aktif.

      3. Avatar ladeva
        ladeva

        Iya…aku jadi berasa dinasehatin orang tua untuk lebih berhemat, hehehhee…
        Tenang Cahya, aku masih punya banyak akses untuk ganggu your daily life lah :p

  3. Avatar I Putu Budiastawa
    I Putu Budiastawa

    Lagunya bagus Dok. Suaranya juga bagus. Kalau ada kemauan pasti ada jalan nantinya Dok.

  4. Avatar alinaun

    Bagus, ya! dan aku gak kenal lagunya, ciptaan mereka juga? 😀

    1. Avatar Cahya

      Iya, lagunya dari orang tua mereka :).

  5. Avatar aldy
    aldy

    Walaupun belum sampai pada taraf pro, tapi setidaknya lebih bagus dari yang bikin postingan ini, saya yakin 100% 😀

    1. Avatar Cahya

      Betul sekali itu Pak 😀 – kalau yang naik panggung mah bakalan dilemparin sepatu :)).

      1. Avatar aldy
        aldy

        Kalau dengar lihat dari videonya, menurut saya porsi latihan dan jam terbangnya saja yang perlu ditambah.

      2. Avatar Cahya

        Terima kasih untuk masukkannya Pak Aldy, nanti saya akan sampaikan pada mereka :).

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca