Aku teringat dalam seluk beluk kekusyukan masa lalu, ketika lembar-lembar tua kubuka dan terngiang banyak kata yang diwariskan – bahwasanya semua lembar-lembar itu adalah kesucian yang begitu terutama – sang jalan. Lama berselang, bintang-bintang silih berganti terbit dan terbenam. Seluruh lembar itu telah kututup, sebagaimana tirai akhir di penghujung pertunjukkan sebuah drama.
Sebagai akhir dalam sebuah pejaman mata yang singkat. Ketika kubuka seluruh semestaku, maka di sanalah sang jalan, bukan apa yang kukenal dari lembaran-lembaran tua berdebu – ia sungguh berbeda, penuh dengan gairah, penuh dengan gerak namun menenggelamkan dalam keheningan yang misterius.
Dalam tarian angin senja, ialah sang jalan. Dalam mentari yang meredup, ialah sang jalan. Dalam kepakan sayap yang membelah angkasa, di sanalah sang jalan. Pada rumpun bambu yang menyeruakan cakrawala, di sana juga sang jalan.
Tawa kecil anak-anak yang menaikan layangan, tangis bayi yang kedinginan, adalah lantunan sang jalan. Kemarahan di tengah kericuhan adalah gita sang jalan.
Inner Peace – A Photograph by Prasanth Naik
Ketika aku menemukanmu, aku juga menemukan sang jalan. Ketika aku membukakan pintu, aku melihat sang jalan. Ketika aku membasuh wajah, aku menatap sang jalan.
Sejauh pandangan, setiap lirikan, dan seluruh tatapan, semuanya adalah sang jalan. Namun hanya ketika aku telah tiada, sang jalan adalah sunyata yang terutama.
Sebuah bayi lahir di ohoi sebelah menjelang subuh. Beberapa hari kemudian, di ruang kelas berbangku papan, Raka mengajukan satu pertanyaan yang tidak ada jawabannya di buku.
Nasihat wisata apa yang selalu Anda ikuti? The allure of travel lies in the promise of the unknown—new landscapes, unfamiliar cultures, and the thrill of discovery. Yet, beneath the shimmering surface of adventure lies a bedrock of practical preparation that is often overlooked. While the spontaneous spirit of a journey is to be cherished, it… Read more: Before Travelling
Seorang penilai permata ditemukan menjadi kaca di ruang yang terkunci dari dalam. Di bengkel di bawah kota, sebuah jendela emas menyimpan rahasia yang bernyanyi.
Puisi seorang guru di Bronx yang dinyanyikan Billie Holiday pada 1939 dan membawa soal hukuman gantung massal ke piringan hitam Amerika. Mengapa lagu ini penting, dan apa saja yang masih diperdebatkan?
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan