Menjelang akhir minggu ke-2 awal tahun 2013, saya melakukan sedikit perubahan pada penampilan blog ini. Seiring berubahnya penggunaan teknologi, dari era PC dan netbook beralih ke penggunaan ponsel cerdas dan komputer tablet, maka saya melakukan sedikit pendekatan ke arah tersebut. Sedemikian hingga blog ini menjadi cukup ramah diakses pada perangkat-perangkat tersebut.
Jadi saya meminjam tema Clean Retina dari koleksi tema WordPress konsep kaya fitur namun tetap sederhana. Karena saya tidak memiliki banyak kemewahan untuk mengolah kembali sumber kodenya, maka saya pun memanfaatkan sejumlah pengaya tambahan untuk menyelesaikan beberapa hal menyangkut kode-kode tersembunyi yang saya gunakan pada blog saya ini.
Saya mengurangi banyak beban markah kode pada penampilan baru ini, menyisakan beberapa yang masih saya perlukan. Jika Anda lihat, tampilannya lebih bersih, sejumlah iklan dikurangi. Karena meskipun peramban pada komputer bisa dengan mudah dipasang penahan iklan, namun tidak demikian halnya dengan peramban pada ponsel cerdas ataupun tablet. Mungkin ini akan dicarikan solusinya di kemudian hari.
Tampilan blog “Bhyllabus” dengan menggunakan tema Clean Retina, baik pada layar notebook dan komputer tablet.
Saya masih mempertahankan Disqus sebagai media komunikasi dan komentar di blog ini sebagaimana di blog-blog lainnya. Sistem yang ditawarkan oleh Disqus belum bisa digantikan oleh fitur-fitur lain yang saya ketahui. Disqus bisa diterima baik pada peramban komputer dekstop maupun perangkat mobile/seluler. Bisa diakses dengan baik pada tablet dengan peramban berbasis Webkit (iOS, Android, Tizen, Firefox OS, BlackBerry OS di atas versi 6.0). Yang membatasi mungkin hanya lebar pita Internet yang tersedia bagi pengakses. Dan Disqus akan memberikan tekanan terhadap jumlah komentar yang masuk, sehingga jumlah komentar tetap berada dalam batas yang minimal.
Saya juga menghilangkan bilah sisi sehingga tidak mengganggu pembaca dalam menelusuri konten yang disajikan dalam blog ini. Beberapa informasi akan dipindahkan ke bagian kaki blog selama dianggap esensial.
Apa yang menjadi target saya sekarang adalah dapat menulis dengan tenang di sela-sela kesibukan, dan bagi mereka yang membaca tulisan itu akan tetap merasa nyaman, meskipun pada akhirnya tidak meninggalkan komentar apa-apa. Saya harap semua bisa terpenuhi pada perubahan yang baru ini.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
10 tanggapan
ladeva
Suka! Ah, tentang gonta-ganti theme, aku juaranya dech <- tipe pembosan 😀
He he… Biasanya blog yang suka gonta gonti tema orangnya memang gampang bosan. Maksudku sebagai narablog Deva, pasangan hidup-mu kan blog itu. Kalau aku sih polibloggger, bukan poligami lho :p.
Memuat…
Orin
Ups…ketauan deh sm Bli dokter aku suka ngintip doang ga nyapa hihihihi…
Iya, ini bersih sekali bli, suka 😉
iya, lebih ringan nih. Saya juga rencananya mau ganti theme lagi nih. Terlalu berat yang sekarang. Nunggu ada waktunya saja lah.. Anyway, bagus nih themenya..
Aku kenal disqus baru dari blog ini.. BTW memang sekarang lagi trennya tampilan blog yang bersih gini ya, buat yang baca juga lebih nyaman. Sayangnya aku pakai blogspot jadi pilihan theme gak sebanyak wordpress, aku hanya pakai theme bawaan aja.
Disqus sudah ada sejak lama, hanya mungkin belum banyak digunakan di Indonesia. Soalnya koneksi kita di Indonesia membuat banyak orang menyerah menggunakan Disqus.
Tinggalkan Balasan