A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Awal tahun ini saya mendapatkan sebuah kejutan dari avast! Indonesia yang diwakili oleh Prima Partner Infotek yang merupakan reseller resmi Avast Software di Indonesia salah satu produk antivirus yang digunakan lebih dari 170 juta komputer di seluruh dunia (termasuk PC Windows, Mac, Linux dan Android).

Pada tanggal 18 Desember tahun lalu, di halaman facebook komunitas Avast! Indonesia diadakan sebuah event kecil menyambut tahun baru 2013 dengan menghadiahkan jaket sweater pada salah satu anggota komunitas. Hari ini, bertepatan dengan perayaan Sivaratri, saya menerima sebuah jaket yang dikirim sebagai hadiah untuk event tersebut.

Saya yang pada awalnya hanya iseng untuk meramaikan komunitas tidak menyangka akan ada kejutan seperti ini, bahkan ketika pihak PP Infotek menghubungi dua hari sebelumnya untuk memastikan pengiriman.

Hadiah dari Avast!
Jaket Sweater Putih, hadiah dari PP Infotek (avast! Indonesia) dalam rangka menyambut tahun baru 2013 bagi para pecinta avast! di Indonesia.

Saya kira sudah bertahun-tahun saya menggunakan avast! antivirus dengan begitu memuaskan. Dan kini kembali mendapatkan sebuah hadiah yang tak disangka sebelumnya, terima kasih banyak avast!

Know how to fight computer virus is know how to use avast! well…

Sampai saat ini, saya masih merekomendasikan antivirus ini sebagai antimalware tunggal proaktif pada sebuah sistem operasi. Saya menggunakan avast! sejak tahun 2004 ketika masih dalam versi “Home Edition” yang gratis (yang kini berevolusi menjadi avast! free antivirus), dan sejak saat itu memang saya nyaris tidak memiliki masalah serius dengan virus komputer dan sejenisnya.

Jika Anda pengguna avast! – jangan sampai ketinggalan event menarik ataupun informasi berguna seputar avast! dan teknologi ataupun isu keamanan terkini, maka bergabunglah bersama komunitas avast – baik internasional maupun lokal Indonesia di Facebook. Siapa tahu keberuntungan berikutnya adalah milik Anda.

Artikel Baru Terbit

  • Gula Darah Tinggi yang Diam-Diam Merusak: Memahami Diabetes Melitus Tipe 2
    Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
  • Empat Pembaruan Kunci Pedoman Malaria WHO 2026: Apa yang Berubah dan Apa Artinya bagi Indonesia
    WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
  • Vaksin RSV untuk Ibu Hamil: Ketika Antibodi Ibu Jadi Perisai Pertama Bayi
    Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.
  • Guru di Garis Depan: Panduan Baru UNESCO, UNICEF, dan WHO untuk Menjaga Kesehatan Jiwa di Ruang Kelas
    Panduan baru UNESCO-UNICEF-WHO (2026) menegaskan peran guru dalam kesehatan jiwa sekolah: mempromosikan kesejahteraan, menyadari tanda distres, dan menghubungkan murid ke dukungan — tanpa mendiagnosis atau memberi terapi. Dengan I-NAMHS mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, panduan ini relevan bagi UKS, PPKSP, dan sistem sekolah Indonesia.
  • Ketika Si Kecil Tiba-Tiba Sering Haus dan Berat Badannya Turun: Mengenal Diabetes Melitus Tipe 1
    Diabetes melitus tipe 1 pada anak Indonesia meningkat tajam dalam dua dekade terakhir, namun tujuh dari sepuluh kasus baru terdiagnosis setelah jatuh ke ketoasidosis diabetikum. Artikel ini membahas patofisiologi, kriteria diagnosis, lima pilar pengelolaan, teknologi CGM, imunoterapi teplizumab, serta konteks jaminan BPJS Kesehatan bagi penyandang DMT1.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

6 tanggapan

  1. Avatar budiastawa
    budiastawa

    Dr. Cahya, selamat atas bingkisan dari Avast! Jaket sweaternya keren banget.

    1. Avatar Cahya

      Terima kasih Bli Budi Astawa, hanya saja karena warnanya yang putih, saya malah belum berani bawa ke mana-mana. Di simpan saja dulu di musim hujan ini.

  2. Avatar Applausr
    Applausr

    wah dapat jaket bagus ya… mau dong….

    1. Avatar Cahya

      Ayo Mas, gabung ke komunitasnya, siapa tahu bisa dapat di kesempatan berikutnya ;).

  3. Avatar inten
    inten

    Yang gratis memang selalu menyenangkan ya hehehea….

    1. Avatar Cahya

      Waduh Mbak, kadang ndak begitu. Tapi untuk yang satu ini, jelas saya merasa senang :).

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca