Latar belakang (background) virtual, merupakan salah satu fitur populer pada saat rapat daring, misalnya via Zoom Meeting. Lalu karena saking populer-nya, beberapa pelaksana kegiatan (misalnya karena organisasi tertentu, atau ada penunjang dana tertentu) mewajibkan peserta kegiatan pertemuan/seminar/rapat untuk memasang virtual background ketika daring.
Sebenarnya tidak masalah toh?
Begini, tidak semua komputer mampu menggunakan fitur virtual background secara otomatis. Silakan merujuk pada artikel dukungan zoom, bahwa kriteria “jeroan” tertentu dibutuhkan agar komputer serta merta bisa menggunakan fitur ini.
Artinya bagi mereka yang tidak masuk kriteria, maka mereka akan kesulitan memenuhi kewajiban yang diberikan oleh penyelenggara online meeting. Mereka mungkin perlu beli komputer baru cuma buat ikut nge-zoom.
Dan, belum tentu juga semua komputer baru mendukung fitur ini. Misalnya saja, komputer lama saya mendukung, walau perangkat kerasnya termasuk lawas di atas lima tahun. Tapi komputer baru saya tidak mendukung, walau menggunakan prosesor generasi teranyar dari si biru.
Sehingga, bagi yang menyelenggarakan zoom meeting, setidaknya memikirkan kembali kebijakan wajib pasang virtual background, sehingga lebih inklusif-lah.
Studi fase 3b terbaru di JAMA Network Open melaporkan 54% perempuan dengan ISK tanpa komplikasi merasakan gejala membaik dalam 24 jam setelah gepotidacin. Namun desain studinya satu lengan, tanpa pembanding dan tanpa penyamaran. Artikel ini membedah angka, keterbatasan, keamanan, serta relevansinya bagi praktik klinis dan pengendalian resistansi antibiotik di Indonesia.
Bahu adalah sendi paling sering mengalami dislokasi di tubuh manusia—dan salah tangani bisa berujung ketidakstabilan berulang. Artikel ini mengulas mekanisme cedera, lesi Bankart dan Hill-Sachs, protokol reduksi dan imobilisasi terkini, hingga kapan operasi seperti Bankart repair atau Latarjet diperlukan, lengkap dengan konteks layanan ortopedi di Indonesia.
Laporan Direktur Regional WHO Pasifik Barat untuk periode Juli 2025–Juni 2026 memuat bab khusus Indonesia. BPOM naik kelas sebagai WHO Listed Authority dan wabah polio dinyatakan selesai, tetapi hanya 5% penderita hipertensi yang terkendali dan cakupan campak dosis kedua masih 78%.
WHO merilis paket panduan 2026 untuk mencegah penyakit akibat panas di acara massal. Intinya: nilai risiko sejak awal, pasang pelindung berlapis seperti air minum, area pendingin, dan jalur rujukan, tentukan tingkat eskalasi sebelum acara, serta ubah pesan “minum air” menjadi arahan yang didukung layanan nyata. Relevan bagi penyelenggara di Indonesia.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan