A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Mozilla Thunderbird belum memiliki fitur verifikasi dua langkah, sehinga bagi mereka yang menggunakan email outlook/live/hotmail/msn dengan verifikasi dua langkah akan kesulitan untuk log-in di Thunderbird. Akan muncul pesan kemungkinan kesalahan pada nama pengguna, sandi, atau klien.

Untuk mengatasi ini, Anda harus membuat sandi eksklusif per klien email yang hendak digunakan. Dan sisanya menggunakan fitur otomatis yang sudah disediakan oleh Thunderbird.

Untuk menyetel email Outlook atau Hotmail di Thunderbird, Anda perlu membuat kata sandi aplikasi yang berbeda dari kata sandi akun Anda. Kata sandi aplikasi adalah kode 16 digit yang memberi izin kepada aplikasi yang tidak mendukung verifikasi dua langkah untuk mengakses akun Anda. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Masuk ke akun Outlook atau Hotmail Anda di browser web Anda.
  2. Klik ikon profil Anda di pojok kanan atas dan pilih Akun Microsoft.
  3. Pilih Keamanan di menu sebelah kiri.
  4. Di bawah bagian Verifikasi dua langkah, klik Kata sandi aplikasi.
  5. Jika diminta, masukkan kata sandi akun Anda dan klik Masuk.
  6. Klik Buat kata sandi aplikasi baru.
  7. Beri nama kata sandi aplikasi Anda, misalnya Thunderbird, dan klik Berikutnya.
  8. Salin kode 16 digit yang muncul di layar dan simpan di tempat yang aman.
  9. Buka aplikasi Thunderbird dan klik Alat > Pengaturan Akun.
  10. Klik Tindakan Akun > Tambahkan Akun Email.
  11. Masukkan nama Anda, alamat email Outlook atau Hotmail Anda, dan kata sandi aplikasi yang baru saja Anda buat. Klik Lanjutkan.
  12. Thunderbird akan mencari dan mengisi informasi server email secara otomatis. Pastikan Anda memilih IMAP sebagai protokol server masuk. Klik Selesai.
  13. Akun email Outlook atau Hotmail Anda sekarang sudah ditambahkan ke Thunderbird dan Anda bisa mengelola email Anda dari sana.

Sumber: Using app passwords with apps that don’t support two-step verification.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca