A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9) adalah kuesioner singkat yang dirancang untuk menilai gejala depresi pada pasien. Dengan hanya sembilan pertanyaan, PHQ-9 memudahkan tenaga kesehatan dan masyarakat umum dalam mendeteksi tingkat keparahan depresi, memantau perubahan gejala dari waktu ke waktu, serta menentukan langkah penanganan selanjutnya.


Tujuan dan Manfaat PHQ-9

PHQ-9 digunakan untuk:

  • Skrining awal gangguan depresi mayor
  • Menilai derajat keparahan gejala depresi (ringan hingga berat)
  • Memantau respons terapi atau intervensi psikososial
  • Memberi dasar bagi rujukan ke tenaga kesehatan mental

Kuesioner ini bisa diterapkan di fasilitas primer, puskesmas, rumah sakit, maupun dalam praktik psikologi atau psikiatri.


Struktur Kuesioner

PHQ-9 terdiri dari sembilan pernyataan yang menanyakan frekuensi gejala depresi selama dua minggu terakhir. Setiap item dinilai dengan skor:

0 – Tidak sama sekali
1 – Beberapa hari
2 – Lebih dari setengah hari
3 – Hampir setiap hari

Kesembilan pernyataan meliputi:

  1. Minat atau kesenangan menurun
  2. Perasaan sedih, kosong, atau putus asa
  3. Sulit tidur atau tidur terlalu banyak
  4. Mudah lelah atau kehilangan energi
  5. Nafsu makan berubah atau berat badan naik/turun
  6. Merasa buruk tentang diri sendiri
  7. Sulit berkonsentrasi
  8. Melambat gerak tubuh atau gelisah
  9. Pikiran bahwa lebih baik mati atau menyakiti diri

Cara Menghitung dan Menginterpretasi Skor

Setelah pasien menjawab semua item, jumlahkan skor untuk mendapatkan total antara 0 hingga 27. Interpretasi umum:

  • 0–4: Depresi minimal atau tidak ada
  • 5–9: Depresi ringan
  • 10–14: Depresi sedang
  • 15–19: Depresi sedang hingga berat
  • 20–27: Depresi berat

Nilai 10 ke atas biasanya menjadi pertimbangan untuk rujukan ke psikolog atau psikiater.


Contoh Aplikasi PHQ-9

Kasus:
Seorang pasien berusia 30 tahun, Budi, datang ke Puskesmas mengeluhkan kelelahan dan sulit tidur. Tenaga kesehatan memberikan PHQ-9, berikut jawaban dan skornya:

  1. Minat menurun: 2
  2. Perasaan sedih: 3
  3. Sulit tidur: 2
  4. Mudah lelah: 3
  5. Nafsu makan: 1
  6. Merasa buruk tentang diri: 2
  7. Sulit berkonsentrasi: 2
  8. Gelisah: 1
  9. Pikiran menyakiti diri: 0

Total skor = 16

Interpretasi: Skor 16 menunjukkan depresi sedang hingga berat. Tenaga kesehatan kemudian:

  • Memberikan edukasi mengenai depresi
  • Merujuk Budi ke psikolog klinis untuk konseling
  • Memantau skor PHQ-9 setiap 2–4 minggu untuk menilai respons terapi

Tips Penggunaan PHQ-9

  • Jelaskan tujuan kuesioner dengan bahasa sederhana sebelum pasien mengisi
  • Pastikan ruang privasi agar pasien dapat menjawab jujur
  • Gunakan dalam kombinasi wawancara klinis untuk menangkap konteks sosial dan emosional
  • Lakukan skrining ulang setelah 2–4 minggu untuk menilai perkembangan

Kesimpulan

PHQ-9 adalah alat skrining depresi yang cepat, mudah, dan terstandar. Dengan sembilan pertanyaan dan interpretasi skor yang jelas, kuesioner ini membantu tenaga kesehatan menentukan tingkat keparahan depresi dan langkah penanganan selanjutnya. Contoh aplikasi pada kasus Budi menunjukkan bagaimana PHQ-9 digunakan dalam praktik sehari-hari untuk mendeteksi dan memonitor depresi.


Disclaimer: Artikel ini bertujuan edukasi dan tidak menggantikan diagnosis medis profesional. Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala depresi, segera konsultasikan dengan dokter, psikolog, atau psikiater untuk evaluasi dan penanganan yang tepat.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
  • Wajah Ganda Sang Parasit: Mengenal Leishmaniasis Kutaneus dan PKDL, Dua Babak dari Satu Penyakit
    Leishmaniasis kutaneus dan PKDL adalah dua wajah dari infeksi parasit Leishmania yang ditularkan lalat pasir—jarang ditemukan di Indonesia, namun tetap relevan lewat kasus impor dari personel yang bertugas di kawasan endemik. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis banding dengan kusta, dan tata laksana berdasarkan panduan terbaru WHO SEARO

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Satu tanggapan

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca