Dasar Referensi
Nasional:
Permenkes No. 75 Tahun 2019 tentang Penanggulangan Krisis Kesehatan
Permenkes No. 36 Tahun 2014 tentang Penilaian Kerusakan, Kerugian, dan Kebutuhan Sumber Daya Kesehatan Pasca Bencana
Global:
WHO Post-Disaster Needs Assessment (PDNA) Guidelines
WHO Hospital Emergency Response Checklist
WHO Rapid Health Assessment Protocols for Emergencies
Bagian 1: Kerangka Waktu Pelaksanaan Assessment
Fase 1: Penilaian Cepat (0-24 jam)
Fokus pada keselamatan dan fungsi kritis. Dilakukan bersamaan dengan respons awal.
Fase 2: Assessment Lanjutan (24-72 jam)
Fokus pada kebutuhan medis di area terdampak dan kekurangan sumber daya pelayanan primer.
Fase 3: Assessment Komprehensif (Hari ke-3 sampai akhir masa tanggap darurat)
Penilaian menyeluruh terhadap kerusakan, kerugian, dan kebutuhan rehabilitasi/rekonstruksi.
Bagian 2: Komponen Assessment Fasilitas Kesehatan
A. Identitas dan Lokasi Fasyankes
Parameter Isian Nama Fasyankes Jenis (RS/Puskesmas/Klinik) Alamat lengkap Koordinat GPS Tinggi genangan air maksimal Durasi genangan Tanggal/waktu assessment Nama assessor
B. Penilaian Infrastruktur Fisik
B.1 Kondisi Struktural Bangunan
Komponen Tidak Rusak Rusak Ringan Rusak Sedang Rusak Berat Hancur Total Fondasi ☐ ☐ ☐ ☐ ☐ Dinding ☐ ☐ ☐ ☐ ☐ Lantai ☐ ☐ ☐ ☐ ☐ Atap ☐ ☐ ☐ ☐ ☐ Pintu & jendela ☐ ☐ ☐ ☐ ☐ Tangga/lift ☐ ☐ ☐ ☐ ☐
Klasifikasi Tingkat Kerusakan:
Rusak Ringan (<30%): Masih dapat digunakan dengan perbaikan minor
Rusak Sedang (30-50%): Dapat digunakan terbatas, perlu perbaikan signifikan
Rusak Berat (50-70%): Tidak dapat digunakan, perlu rehabilitasi besar
Hancur Total (>70%): Perlu rekonstruksi penuh
B.2 Kondisi Ruangan Kritis
Ruangan Berfungsi Terganggu Tidak Berfungsi Keterangan IGD/UGD ☐ ☐ ☐ Ruang rawat inap ☐ ☐ ☐ Ruang operasi ☐ ☐ ☐ ICU/NICU ☐ ☐ ☐ Laboratorium ☐ ☐ ☐ Radiologi ☐ ☐ ☐ Farmasi/Gudang obat ☐ ☐ ☐ Ruang bersalin ☐ ☐ ☐ Poliklinik ☐ ☐ ☐
C. Penilaian Utilitas dan Sistem Pendukung
Sistem Berfungsi Normal Terganggu Sebagian Tidak Berfungsi Listrik PLN ☐ ☐ ☐ Generator cadangan ☐ ☐ ☐ Pasokan air bersih ☐ ☐ ☐ Sistem pembuangan limbah ☐ ☐ ☐ Sistem gas medis ☐ ☐ ☐ Sistem HVAC/AC ☐ ☐ ☐ Komunikasi (telepon/internet) ☐ ☐ ☐ Sistem informasi RS (SIMRS) ☐ ☐ ☐
Catatan Khusus:
Kapasitas bahan bakar genset tersisa: _______ jam
Ketersediaan air bersih: _______ liter/hari
Kondisi tangki oksigen: ________________
D. Penilaian Peralatan Medis
Kategori Alat Tidak Rusak Rusak Dapat Diperbaiki Rusak Total Hilang Alat diagnostik (USG, EKG, dll) ☐ ☐ ☐ ☐ Alat laboratorium ☐ ☐ ☐ ☐ Alat radiologi ☐ ☐ ☐ ☐ Ventilator/respirator ☐ ☐ ☐ ☐ Monitor pasien ☐ ☐ ☐ ☐ Defibrilator ☐ ☐ ☐ ☐ Tempat tidur pasien ☐ ☐ ☐ ☐ Ambulans ☐ ☐ ☐ ☐
E. Penilaian Obat dan Bahan Medis Habis Pakai
Kategori Cukup (>7 hari) Terbatas (3-7 hari) Kritis (<3 hari) Habis Obat-obatan esensial ☐ ☐ ☐ ☐ Cairan infus ☐ ☐ ☐ ☐ Vaksin (rantai dingin) ☐ ☐ ☐ ☐ Alat suntik & jarum ☐ ☐ ☐ ☐ Perban & kasa steril ☐ ☐ ☐ ☐ APD (masker, sarung tangan) ☐ ☐ ☐ ☐ Reagen laboratorium ☐ ☐ ☐ ☐ Darah & produk darah ☐ ☐ ☐ ☐
Kondisi Cold Chain: ☐ Terjaga ☐ Terganggu ☐ Terputus
F. Penilaian Sumber Daya Manusia
Parameter Jumlah Total SDM sebelum bencana SDM yang hadir/dapat bertugas SDM yang terdampak (rumah rusak/mengungsi) SDM yang cedera SDM yang meninggal
Ketersediaan Tenaga Kritis:
Jenis Tenaga Tersedia Tidak Tersedia Dibutuhkan Tambahan Dokter umum ☐ ☐ _____ orang Dokter spesialis ☐ ☐ _____ orang Perawat ☐ ☐ _____ orang Bidan ☐ ☐ _____ orang Apoteker ☐ ☐ _____ orang Analis laboratorium ☐ ☐ _____ orang Radiografer ☐ ☐ _____ orang
G. Penilaian Kapasitas Operasional
Parameter Nilai Kapasitas tempat tidur sebelum bencana Kapasitas tempat tidur saat ini Jumlah pasien rawat inap saat assessment Jumlah pasien yang perlu dievakuasi Estimasi lonjakan kasus baru/hari
Status Operasional Fasyankes: ☐ Beroperasi penuh ☐ Beroperasi terbatas ☐ Tidak beroperasi sama sekali ☐ Memerlukan evakuasi pasien
H. Penilaian Akses dan Transportasi
Parameter Ya Tidak Keterangan Akses jalan ke fasyankes dapat dilalui ☐ ☐ Akses untuk ambulans tersedia ☐ ☐ Sistem rujukan ke RS lain berfungsi ☐ ☐ Jalur evakuasi aman ☐ ☐ Helipad tersedia (jika diperlukan) ☐ ☐
Bagian 3: Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan
Potensi Risiko Pasca Banjir
Risiko Tinggi Sedang Rendah Kontaminasi air bersih ☐ ☐ ☐ Wabah penyakit diare ☐ ☐ ☐ Wabah leptospirosis ☐ ☐ ☐ Wabah demam berdarah ☐ ☐ ☐ Infeksi kulit ☐ ☐ ☐ ISPA ☐ ☐ ☐ Keracunan makanan ☐ ☐ ☐ Kontaminasi limbah medis ☐ ☐ ☐
Bagian 4: Estimasi Kerusakan dan Kerugian
A. Estimasi Nilai Kerusakan (Damage)
Komponen Estimasi Nilai (Rp) Bangunan/infrastruktur Peralatan medis Obat & BMHP Furnitur & inventaris Kendaraan operasional Rekam medis/dokumen TOTAL KERUSAKAN
B. Estimasi Kerugian (Loss)
Komponen Estimasi Nilai (Rp) Penurunan pendapatan pelayanan Biaya operasional darurat Biaya evakuasi pasien Biaya sewa fasilitas sementara TOTAL KERUGIAN
Bagian 5: Kebutuhan Mendesak dan Rekomendasi
A. Kebutuhan Prioritas Tinggi (0-72 jam)
Kebutuhan Jumlah/Spesifikasi Status ☐ Terpenuhi ☐ Belum ☐ Terpenuhi ☐ Belum ☐ Terpenuhi ☐ Belum
B. Kebutuhan Jangka Pendek (1-4 minggu)
Kebutuhan Jumlah/Spesifikasi
C. Kebutuhan Rehabilitasi/Rekonstruksi (>1 bulan)
Kebutuhan Estimasi Biaya Prioritas ☐ 1 ☐ 2 ☐ 3 ☐ 1 ☐ 2 ☐ 3
Bagian 6: Ringkasan dan Kesimpulan
Skor Tingkat Dampak Keseluruhan
Kategori Skor (1-5) Kerusakan infrastruktur Gangguan utilitas Kerusakan peralatan Kekurangan logistik Kekurangan SDM RATA-RATA
Interpretasi:
1.0-1.9: Dampak minimal, fasyankes dapat beroperasi normal
2.0-2.9: Dampak ringan, perlu dukungan terbatas
3.0-3.9: Dampak sedang, perlu bantuan signifikan
4.0-4.9: Dampak berat, perlu intervensi besar
5.0: Dampak sangat berat, perlu rekonstruksi total
Rekomendasi Tindak Lanjut
Disusun oleh: ______________ Tanggal: _____________
Diverifikasi oleh: ______________ Tanggal: _____________
Disetujui oleh: _______________ Tanggal: _____________
Dokumen ini disusun berdasarkan Permenkes No. 75/2019, Permenkes No. 36/2014, dan WHO Post-Disaster Needs Assessment Guidelines
Rangkuman Teknologi Pekan Ini: GPT-6.1 Sol, Celah FortiMail, Windows 11 26H2, dan Crew-13 ke ISS 4 Oktober 2026 Rangkuman teknologi 27 Sep–3 Okt 2026: model AI baru, celah FortiMail, Windows 11 26H2, Crew-13 ke ISS, kuota hangus, dan Ubuntu 26.10.
Gejala ISK Membaik dalam 24 Jam? Membaca Cermat Studi Gepotidacin, Antibiotik Golongan Baru untuk Sistitis 3 Oktober 2026 Studi fase 3b terbaru di JAMA Network Open melaporkan 54% perempuan dengan ISK tanpa komplikasi merasakan gejala membaik dalam 24 jam setelah gepotidacin. Namun desain studinya satu lengan, tanpa pembanding dan tanpa penyamaran. Artikel ini membedah angka, keterbatasan, keamanan, serta relevansinya bagi praktik klinis dan pengendalian resistansi antibiotik di Indonesia.
Bahu yang “Copot”: Memahami Dislokasi Bahu, Cedera Sendi Tersering di Tubuh Manusia 3 Oktober 2026 Bahu adalah sendi paling sering mengalami dislokasi di tubuh manusia—dan salah tangani bisa berujung ketidakstabilan berulang. Artikel ini mengulas mekanisme cedera, lesi Bankart dan Hill-Sachs, protokol reduksi dan imobilisasi terkini, hingga kapan operasi seperti Bankart repair atau Latarjet diperlukan, lengkap dengan konteks layanan ortopedi di Indonesia.
Indonesia dalam Rapor WHO Pasifik Barat 2025–2026: Regulator Naik Kelas, Hipertensi dan Imunisasi Masih Tertinggal 3 Oktober 2026 Laporan Direktur Regional WHO Pasifik Barat untuk periode Juli 2025–Juni 2026 memuat bab khusus Indonesia. BPOM naik kelas sebagai WHO Listed Authority dan wabah polio dinyatakan selesai, tetapi hanya 5% penderita hipertensi yang terkendali dan cakupan campak dosis kedua masih 78%.
Ribuan Orang di Bawah Terik yang Sama: Membaca Panduan WHO tentang Penyakit Akibat Panas di Acara Massal 3 Oktober 2026 WHO merilis paket panduan 2026 untuk mencegah penyakit akibat panas di acara massal. Intinya: nilai risiko sejak awal, pasang pelindung berlapis seperti air minum, area pendingin, dan jalur rujukan, tentukan tingkat eskalasi sebelum acara, serta ubah pesan “minum air” menjadi arahan yang didukung layanan nyata. Relevan bagi penyelenggara di Indonesia.
Tinggalkan Balasan