Selamat pagi, Selasa, 6 Oktober 2026! Hari ini jatah kita membahas perangkat keras. Periode liputan: 2–6 Oktober 2026 (diperluas dari 24 jam karena kabar hardware pekan ini tersebar). Kalau kamu sedang menunda beli RAM atau SSD karena harganya bikin dompet menjerit, tulisan ini akan menjelaskan kenapa, dan kapan kira-kira lega.
Micron untung besar, kelangkaan memori diprediksi sampai 2028
Micron melaporkan hasil kuartal terbarunya pada 30 September 2026, dan angkanya nyaris tidak masuk akal: pendapatan sekitar US$54,2 miliar, dengan margin kotor mendekati 87%. Untuk perbandingan, setahun sebelumnya margin mereka masih sekitar 45%. Penyebabnya sederhana: permintaan memori dari pusat data AI jauh melampaui kapasitas pabrik.
Yang paling penting bagi kita: CEO Micron menyebut belum ada kejelasan kapan pasokan dan permintaan kembali seimbang, dan kondisi diperkirakan makin ketat sepanjang fiskal 2027–2028. Lebih dari 75% produksi 2027 disebut sudah dipesan pelanggan. Artinya, memori untuk laptop, ponsel, dan PC rakitan harus berebut kapasitas dengan memori server AI. Dampaknya sudah terasa: Samsung dilaporkan menaikkan harga sebagian besar Galaxy S26 sebesar US$100, dan Raspberry Pi menaikkan harga varian 2GB.
Toshiba pasang taruhan: HDD belum mati
Saat SSD dan RAM mahal, hard disk justru kembali dilirik. Pada 2 Oktober, Toshiba mengumumkan rencana investasi sekitar 60 miliar yen (kira-kira US$380 juta) untuk menggandakan kapasitas produksi HDD pusat data hingga tahun fiskal 2027, dengan fasilitas di Filipina. Alasannya klasik: HDD kira-kira 20 kali lebih murah per terabyte dibanding SSD, dan data AI itu sangat besar.
Toshiba juga menargetkan drive kelas 65TB pada 2030 dan pangsa pasar naik dari sedikit di atas 10% menjadi 30% dalam beberapa tahun. Ini investasi besar pertama mereka di HDD dalam lima tahun. Catatan: itu target perusahaan, bukan jaminan, dan HDD baru ini terutama untuk pusat data, bukan langsung untuk laptop kita.
RTX 5090 di Micro Center: beli kartu grafis, tanda tangan surat
Dari Amerika Serikat, beredar kabar bahwa toko Micro Center kini meminta identitas dan pernyataan tertulis “tidak akan mengekspor” dari pembeli GeForce RTX 5090, baik kartu satuan maupun dalam PC rakitan. Motifnya diduga untuk melindungi toko dari penyelidikan penyelundupan ke Tiongkok, tempat penjualan kartu ini dibatasi. Perlu dicatat: sumber utamanya unggahan pembeli di Reddit yang dikutip media, jadi anggap ini belum dikonfirmasi resmi oleh perusahaan.
DGX Spark 64GB: AI lokal versi lebih murah (tapi tetap mahal)
Nvidia menyiapkan DGX Spark varian memori 64GB seharga US$4.999, dijadwalkan mulai 23 Oktober lewat mitra seperti Acer, ASUS, Dell, Gigabyte, HP, dan MSI. Prosesornya sama dengan versi 128GB, dan dua unit bisa disambung lewat kabel menjadi satu klaster 128GB. Menurut Nvidia, satu unit mampu menjalankan model hingga sekitar 100 miliar parameter untuk inferensi lokal. Harga ini mencerminkan masalah yang sama dengan berita pertama: memori adalah komponen paling mahal sekarang.
| Kabar | Tanggal | Angka kunci |
|---|---|---|
| Hasil Micron | 30 Sep 2026 | US$54,2 miliar; margin ~87% |
| Investasi HDD Toshiba | 2 Okt 2026 | ~US$380 juta; kapasitas 2x |
| Aturan RTX 5090 Micro Center | 2 Okt 2026 | KTP + surat tanpa ekspor (laporan) |
| DGX Spark 64GB | rilis 23 Okt | US$4.999 |
Benang merah: AI menyedot hardware kita
Keempat kabar ini sebenarnya satu cerita. Ledakan AI membuat memori, penyimpanan, dan GPU kelas atas jadi rebutan, sehingga harga naik dan stok seret. Buat kita di Indonesia, saran praktisnya: kalau butuh upgrade, beli secukupnya sesuai kebutuhan nyata, jangan memaksakan RAM besar “untuk jaga-jaga”, dan pertimbangkan HDD untuk arsip supaya SSD cukup untuk sistem dan aplikasi. Ini opini saya, bukan nasihat keuangan.
Bagaimana denganmu: sudah merasakan harga RAM atau SSD naik, atau malah menunda upgrade? Ceritakan di kolom komentar!
Sumber
- 24/7 Wall St. – Micron dan kelangkaan memori
- The Next Web – Micron record quarter
- Crypto Briefing – Investasi HDD Toshiba
- The FPS Review – RTX 5090 di Micro Center
- StorageReview – DGX Spark 64GB





Tinggalkan Balasan