A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Malam ini saya iseng menengok Jogja Java Carnival. Hanya sekadar ingin tahu seperti apa, karena tahun depan mungkin saya tidak bisa melihatnya lagi.

Ternyata lumayan seru juga, mengingatkan saya pada karnival Rio de Jenairo di Brazil, bahkan musiknya pun agak mirip dengan bernada samba itu. Ini karnival yang menyenangkan, hanya saja memang susah mendapatkan tempat menonton yang bagus, apalagi jalanan Malioboro yang sempit itu.

Meski tentu saja pemilik tiket VIP bisa mendapatkan lokasi menonton yang baik.

Saya tidak membawa kamera saya, hanya sekadar jepretan kasar ponsel yang berkualitas rendah.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

8 tanggapan

  1. […] sempat menengok Jogja Java Carnival semalam dengan semaraknya, yah lumayanlah meski saya tidak begitu menyukai keramaian. Setidaknya […]

  2. Avatar ringgo

    foto-fotonya menarik…nice post…salam…

  3. Avatar Mila

    Jogja ngangeni 🙁

    sayang thun ini tidak bisa menyaksikan….hiks

    1. Avatar Cahya

      Mila, ayo jalan-jalan lagi ke Jogja kalau memang kangen ;).

  4. Avatar ranselhitam

    Dan saya terkantuk-kantuk waktu menunggu datangnya peserta JJC kemarin. Sempat ada jeda sangat lama di alun-alun utara 🙂
    Ebetewe salam kenal mas!

    1. Avatar Cahya

      Ha ha.., yah acaranya malam sih 🙂 – saya sendiri tidak masuk ke wilayah VIP di alun-alun utara. Salam kenal juga Mbak Elisabeth ;).

  5. Avatar catastrovaprima
    catastrovaprima

    wiwww bagusss :))

    1. Avatar Cahya

      Ih…, Jeng Pimpom ndak ikutan sih 🙂

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca