Langkah-langkah kaki kecil ini telah melewati begitu banyak putaran waktu, dan sampailah ia di mana fisiknya menjejak dasar yang membuat apa yang disangganya mampu berdiri dengan sewajarnya.
Mari kita tuliskan kembali apa-apa yang telah terlewatkan. Melewati perjalanan dari puncak perbukitan di Tenggara Yogya, mengitari waduk yang tenang,memasuki kota kecil yang ramai, dan melewati berbagai desa kecil yang tentram, tibalah di sebuah pantai di Selatan, hamburan pasir dan deburan ombak seperti biasa menghiasi pantai ini sebagaimana pantai-pantai biasa yang lainnya.
Aku ingat sekali dahulu, ketika masih kecil, aku selalu bermain-main di pantai setiap kali liburan sekolah, biasanya saat liburan Galungan, hari di mana umat Hindu merayakan kemenangan Dharma atas Adharma. Ingatan itu hanya melayang dalam sekejap, jauh ada yang menarik perhatian ini. Gulungan ombak yang berlari dan terhempaskan tanpa keluhan, penghuni dunia bawah pasir yang terkadang merayap keluar menyapa sinar matahari yang terik, tiupan angin yang menerbangkan semua ranting kering di pesisir dan melarikan kilapan cahaya dari permukaan air yang biru.
Sesaat yang lalu aku berada di situ, dan kemudian menghilang, alam kembali sunyi, sesunyi kata-kata yang tak terungkapkan. Ada kebahagiaan yang luar biasa memenuhi seluruh yang ada dan juga tiada.
“Lihatlah perahu itu telah menyeberangkan kekosongan ke bagian pantai yang tiada, ia sudah menunaikan apa yang menjadi perjalanannya, mungkin dapat dikatakan ia telah ‘menang’, dan kini ia pun menjadi tiada sebagaimana pantai itu, karena perjalanannya telah usai” Demikianlah kata sang waktu yang terhenti.
Selamat Hari Raya Galungan & Kuningan bagi mereka yang merayakannya.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan