A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Berangkat dengan empat jam perjalan menggunakan travel dari Yogya menuju Banyumas, inilah pengalaman pertama … (dan melelahkan). Namun inilah bagian dari kepanitraan klinik di Bagian Ilmu Penyakit Dalam. Kami berangkat berempat untuk menjalani pendidikan di RSUD Banyumas selama 2 minggu, termasuk sebuah pola yang singkat, namun sepertinya akan banyak yang harus dikerjakan (karena memang selalu demikian J)

Perjalanan panjang kami hanya sempat menyisakan sebuah tempat persinggahan sekitar 45 menit sebelum sampai tujuan, tapi kuputuskan tidak membeli apapun, karena telah diingatkan bahwa sedikit agak mahal, mending beli makan kalau sudah sampai di tujuan.

Tiba pukul 19.30 waktu setempat, dan dalam kondisi hujan yang gerimis kami turun di depan asrama putra yang merupakan bagian dari kompleks rumah sakit, walau letaknya di luar, namun jangan bertanya di sebelah mana, karena sampai saat kutulis inipun aku masih belum tahu di mana arah mata angin yang benar J

Ternyata kami dapatkan asrama sudah hampir penuh, maklum banyak sekali dokter muda yang ditempatkan di sini. Beberapa bagian lain seperti Bedah, Anak, THT, Saraf, walau sementara ini tampaknya belum ada yang dari Kebidanan dan Kandungan. Kami pun membuat base-camp baru, dengan menjadikan ruang belajar yang sudah lama tak dipakai sebagai lahan peristirahatan, yah… perlu sedikit sentuhan dan tata ruang.

Sebagai rumah sakit pendidikan, harus kuakui bahwa mereka memang menerapkan sistem pendidikan yang baik, walau demikian ada bagian dari diriku yang mengatakan aku tak akan betah di sini. Aku merasa lebih baik ketika sedang bertugas di RSUD Saras Husada misalnya, walau di sana tidak dilengkapi dengan Jaringan Wifi seperti yang kugunakan saat ini. Namun semua sistem pendidikan seperti itu, kita tak dapat memilih secara pasti tempat kita akan ditempatkan, we learn to adapt well in all kind of places and situations.

Tugas dokter muda secara rutin di sini (all conected with study) seperti follow-up pasien yang menjadi tanggung jawabnya setiap pagi, sebelum apel pagi jam 07.00 dimulai. Setelah apel pagi akan ada visite dari dokter spesialis, kemudian dokter muda akan menempati pos masing-masing (bangsal atau poliklinik), tentu saja bahwa dokter muda diwajibkan untuk memahami semua kasus/klien yang berada dalam lingkup kerjanya, this is little bit hard, he… he… , I just still wondering why so much kids would be dream to become a doctor? Setelah itu sekitar jam 11.30 hingga istirahat pukul 13.00 akan diadakan temu ilmiah untuk mengulas kembali apa-apa yang telah didapatkan dokter muda selama bertugas, terdiri dari refleksi kasus dan mini-lecture oleh dokter muda yang mendapatkan giliran (setiap orang mendapatkan tugas 2 refleksi dan 1 lecture). Setelah istirahat berakhir akan dimulai tugas jaga di station terkait (Bangsal atau IGD) hingga jam 21.00. Lalu… selesaikan semua pekerjaan rumah yang bisa diselaikan.

Di sini sulit sekali mencari akomodasi, bahkan aku pun tak tahu kalau di sekitar sini tidak ada ATM sama sekali, sehingga tidak mepersiapkan cukup uang untuk masa dua minggu ini, mungkin nanti aku harus ke Purwekorto jika sempat untuk menambah uang saku. Hiks … terkadang … entah-lah … its fun but its hurt at the same point.

 

There is a place in this cyber web if you would like to know more about RSUD Banyumas, just visit their homepage at: http://rsubanyumas.go.id/ – See ya ^_^

Artikel Baru Terbit

  • Kode yang Tak Bersuara: Mengapa “Code Grey” Belum Menjadi Regulasi Baku di Fasilitas Kesehatan Indonesia?
    Fasilitas kesehatan Indonesia tidak memiliki regulasi baku code grey, meski banyak rumah sakit menerapkannya secara internal. Absennya standar nasional bukan sekadar kelalaian, melainkan hasil pilihan legislatif, fragmentasi kelembagaan, kerangka epistemik yang berat pada hukum-pidana, keterbatasan sumber daya, dan lemahnya budaya pelaporan. Perlindungan sistemik terhadap kekerasan di fasilitas kesehatan memerlukan lebih dari sekadar meminjam istilah asing.
  • Ketika Chatbot Belajar Menghitung: Sudahkah SPSS, R, JASP, dan Jamovi Boleh Pensiun?
    Chatbot kini bisa menjalankan uji-t, membuat grafik, dan menafsirkan nilai p dalam hitungan detik. Namun riset terbaru menunjukkan AI sering “benar karena kebetulan”: kesimpulannya tepat, tetapi jalannya keliru. Apakah SPSS, R, JASP, dan Jamovi sudah boleh pensiun? Ternyata yang berubah bukan aplikasinya, melainkan peran kita, dari operator menjadi penyunting.
  • The Memory of Bronze: Why People Believe in Karma
    In a gong-smithy at Wirun, an apprentice cracks the bronze and learns that metal forgets nothing. Drawing on the Upanishads, the Pali canon, Rumi, Anaximander, Arendt, and the Balinese Sārasamuccaya, this essay asks why humanity keeps believing in karma, and why the wisest believers hold it as a lamp, never a verdict.
  • Paliatif Bukan Tanda Menyerah: Kapan Sebaiknya Tenaga Kesehatan Mulai Menawarkannya?
    Perawatan paliatif sering disalahpahami sebagai layanan menjelang ajal. Padahal pedoman ASCO 2024, WHO, dan Kepmenkes 2180/2023 menekankan identifikasi dini sejak diagnosis penyakit serius. Artikel ini membahas kapan paliatif sebaiknya ditawarkan kepada pasien dan keluarga, alat penapisan seperti SPICT dan Pertanyaan Kejutan, serta penerapannya di layanan kesehatan Indonesia.
  • Ketika Wajah Bayi Menyimpan Rahasia di Kromosom 22
    Sindrom DiGeorge (22q11.2 deletion syndrome) adalah kelainan delesi mikro kromosom tersering pada manusia, memengaruhi jantung, imunitas, kalsium darah, dan perkembangan. Diagnosis sering terlambat karena gejala menyerupai kondisi lain. Di Indonesia, skrining jantung bawaan kritis berpotensi menangkap sebagian kasus, namun konfirmasi genetik masih terbatas aksesnya.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca