Tanah yang kupijak saat ini adalah kegelisahan yang tertahan oleh kekinian, udara napasku adalah ketidakpastian. Aku melihat gerak dari yang gelisah dan tak pasti ini menjadi bagian dari keberadaanku. Aku melihat sebuah ketakutan dari yang tak diketahui. Dan gerak ini hadir secara perlahan dan begitu halus sehingga berusaha meniadakan tanda-tandanya dari pengawasan gerak pikiran yang lainnya.
Ah…, seandainya semua tampak sesederhana ini, mungkin ia akan mudah untuk dipahami dan dijelajahi, namun gerak yang teramat halus ini bentuk yang telah berevolusi selama kehidupan ini berlangsung, ia selalu berubah, ia tak dapat dikejar. Ia ada dan begitu dekat, namun juga tak bisa dijangkau karena begitu jauh. Ia tak jua berbeda dari diriku.
To understand one self, it needs a very massive ammount of energy, it needs life its self, its requires a very meditation.





Tinggalkan Balasan