A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Kaget sekali tiga hari yang lalu aku melihat tergeletak selembar (sepertinya) surat di meja belajarku, tertulis lengkap dengan gelar dan sebuah kop unik yang belum pernah kulihat sebelumnya. Penasaranku membawaku untuk membuka lembar yang terlipat rapi itu tepat setelah semua “muatan”ku kuletakan dengan hati-hati.

Dari lembar itu tertulis dengan jelas “Keluarga Besar Hindu Dharma RSUP dr. Sardjito”, yang menyatakan mengundang hadir di ruang pertemuan lantai 2 IRD rumah sakit. Dengan beberapa kata yang tersusun rapi, aku mulai menduga siapa-siapa gerangan yang menuliskan undangan ini.

Hari ini, tepat sesuai dengan waktu undangan, aku pun berangkat menuju ke tempat pertemuan sesuai dengan arahan yang diberikan. Kebetulan bertemu dengan kucing no. 2, dan kami berjalan bersama menuju sebuah ruang pertemuan kecil, mungkin cukup optimal untuk dua hingga tiga puluhan orang. Sambil menunggu, perbincangan antar generasi pun mulai berlangsung, walau hanya obrolan kecil ke sana sini. Tanpa apa-apa pun suasana ini sepertinya cukup kental.

Hal-hal baru dan lama terungkapkan, mungkin inilah pertama kalinya setelah lima tahun, sebuah temu bersama keluarga Hindu RS dr. Sardjito diadakan kembali. Tentu saja ini bukan yang pertama kalinya, kegiatan temu rembuk ini sudah pernah diadakan sebelumnya, mungkin sudah tiga hingga empat kali mengalami pasang surutnya. Mungkin disebabkan oleh karena para penggeraknya adalah para dokter spesialis muda dan dokter muda, sehingga begitu roda-roda penggerak ini menyelesaikan pendidikan kepaniteraan, maka kegiatan akan menjadi macet. Namun itulah sebuah kegiatan, ada pasang dan surutnya, meskipun ada beberapa hal yang disampaikan menjadi faktor-faktor yang tak dapat tidak dipertimbangkan.

Sembari belajar dari masa lalu, kini kegiatan pertemuan keluarga ini kembali dihidupkan, guna menyambung rasa dan mengakrabkan antar sesama warga Hindu di lingkungan rumah sakit. Agenda awal sebuah acara yang baru dimulai, tentu saja sebuah perkenalan, bagaimana dapat akrab jika tak saling mengenal. Dihadiri belasan orang, mulai dari konsulen, dokter ahli, dokter spesialis muda, dokter muda, perawat, petugas administrasi hingga perwakilan mahasiswa kedokteran dari KMHD FK UGM, semua silih berganti memperkenalkan diri.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penetapan kepengurusan yang akan menjadi penggerak baru nantinya, pimpinan “pesantian” beralih dari Bapak Dewa Putu Pramantara (dokter ahli penyakit dalam, konsultan geriatri) pada yang lebih muda Bapak Ida Bagus Surya (spesialis forensik). Kemudian ditinjaulah rencana pertemuan yang akan berkesinambungan, forum menyepakati diadakan pertemuan rutin setiap bulannya pada hari Jumat pertama bulan bersangkutan setelah jam kerja rumah sakit berakhir. Topik-topik yang akan dibahas akan diserap dari permintaan para anggota untuk kemudian dibahas pada pertemuan berikutnya, dan jika diperlukan dan dimungkinkan mendatangkan nara sumber.

Mungkin inilah awal sebuah halaman yang baru.

Artikel Baru Terbit

  • Kaki Gajah yang Tak Sekadar Bengkak: Mengurai Filariasis Limfatik dari Cacing hingga Perawatan Diri
    Filariasis limfatik atau kaki gajah bukan sekadar bengkak biasa, melainkan hasil kerusakan sistem getah bening bertahun-tahun akibat cacing yang ditularkan nyamuk. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis, manajemen limfedema tujuh tahap, dan tantangan unik Indonesia sebagai satu-satunya negara dengan tiga spesies cacing filaria sekaligus.
  • Debu, Bor, dan Bangsal Pasien: Mengelola Risiko Infeksi Selama Konstruksi Rumah Sakit
    Setiap kali rumah sakit direnovasi, debu konstruksi membawa risiko infeksi jamur yang bisa mengancam nyawa pasien imunokompromais. Artikel ini mengulas metode ICRA—dari matriks klasik hingga pembaruan ASHE ICRA 2.0—bukti ilmiah di balik aspergilosis terkait konstruksi, kedudukannya dalam regulasi Indonesia, serta praktik terbaik yang seharusnya diterapkan setiap fasilitas kesehatan.
  • Kenapa Pindah ke Linux Terasa Sulit di Awal? (dan Siapa yang Justru Cepat Beradaptasi)
    Perpindahan ke Linux sering kali menimbulkan “kejutan budaya” bagi pengguna baru yang terbiasa dengan Windows atau macOS. Tantangan meliputi manajemen paket yang asing, ketersediaan software, masalah driver, penggunaan command line, dan pilihan distro. Adaptasi lebih mudah bagi developer, power user, dan gamer, sementara pengguna awam mungkin kesulitan. Kesiapan mental dan pemilihan distro yang tepat sangat penting untuk transisi yang baik.
  • Ketika Amarah Pasien Berubah Jadi Ruang Belajar: Menata Keluhan sebagai Bagian dari Mutu Layanan Kesehatan
    Keluhan pasien bukan ancaman, melainkan peluang mutu. Artikel ini mengulas asal-usul kerangka L.E.A.S.T dan L.A.T.T.E dari ilmu manajemen jasa, bukti bahwa pelatihan komunikasi saja tak cukup mengatasi hambatan sistemik dan burnout staf, serta bagaimana hak mengadu pasien dalam UU 17/2023 perlu diimbangi sistem pendukung di faskes Indonesia.
  • Apakah Rumah Sakit Wajib Melakukan Penetration Test? Menelusuri Dasar Hukumnya
    Tidak ada pasal tunggal yang mewajibkan pentest bagi rumah sakit di Indonesia — tetapi UU PDP, kategorisasi risiko sistem elektronik, status Infrastruktur Informasi Vital, dan ekspektasi akreditasi bersama-sama menciptakan kewajiban de facto yang sulit dihindari. Artikel ini memetakan empat jalur regulasi tersebut dan memberi rekomendasi realistis sesuai skala fasilitas.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca