A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Mungkin inilah kisah yang mendahului semua tulisan terbaruku setelah masa-masaku meninggalkan dunia sastra yang umum diperbincangkan, seakan mencari sebuah Solitudine fortezza yang kini menjadi bagian dari sebuah asimilasi bentuk yang sama sekali baru dalam ke bentuk sastraku.

Ini sepenggal kisah antara yang menjadi yang awal…,

Pemikiran awal …

Terkadang aku menemukan banyak hal yang sulit dijelaskan oleh batas akalku. Semua hal yang sebenarnya sangat sulit untuk ditarik benang penghubungnya. Apakah hal ini merupakan ketidakmampuanku ataukah memang merupakan sesuatu yang tak mungkin terjawab.

Venezia, 3 Juni 1996

Hari ini aku mengunjungi salah seorang sahabat yang cukup dekat … walau sesungguhnya rumah kami berjauhan. Mohan masih merupakan saudara (super) jauh bagiku, dia adalah keponakan kakak kedua dari istri pamanku..??!!?. Walau begitu aku pun tidak terlalu mempersalahkan masalah itu.

Kepentinganku hanyalah untuk mengambil titipan yang ada padanya. Kami berjanji bertemu di pelataran depan Gereja Santa Maria dei Mirocali distrik Venetto. Hembusan kehangatan udara mediterania pun tampaknya turut singgah kehadapan tempat indah ini.

Kulihat sahabatku menunggu sambil berbincang dengan seorang biarawan muda. Tentunya tak sopan jika aku tak menyapanya juga.

Fratello, è questo l’uomo che Lei che aspetta per?” Biarawan muda itu menanyakanku secara sopan pada kawanku.

Oh… sì. Questo è il mio amico Cahya.” Mohan setengah memerkenalkanku padanya.

Benvenuto alla casa del nostro Dio mio fratello.” … Selamat datang di rumah Tuhan saudaraku, sapa biarawan muda itu padaku. ” Io migliorerei in… c’è molto che io ho bisogno di ancora fare.” Dia mohon pamit pada kami, tampaknya di dalam gereja sedang ada persiapan … aku tak tahu.

Mohan menatapku, “Ada apa …?” Seolah dia tak tahu maksud kedatanganku.

“Aku tidak akan memperpanjang visaku untuk sesuatu yang tak pasti kawan.” Jawabku ketus.

I’m just kidding my brother … tentu aku tahu untuk apa kamu datang.” Dia menoleh sejenak ke balik pintu utama. “Tentunya kamu tidak terburu-buru … ayo kita masuk, ada sesuatu yang pasti tak ingin kau lewatkan.”

Kupikir tak ada salahnya memasuki ruangan yang penuh tempat duduk itu. Ruangan gereja kuno yang sangat megah dan indah, namun agak sepi … hanya beberapa orang biarawan yang hilir mudik … sedang menyiapkan beberapa fondasi dari balok-balok kayu oak.

Tutto pronto. Ci permetta di cominciare.” Suara serak datang dari ujung ruangan.

Ketika semua pandangan mengarah ke pusat, aku pun juga terbawa melihat ke arah yang sama dengan tarikan suara merdu yang tak terduga. Seorang gadis dengan busana gaya lama, mengumandangkan sebuah lagu pujaan di bawah salib yang agung. Kesannya begitu mendalam, ia terlihat seperti sosok Appleton yang anggun dan menyejukkan.

Namun ada satu yang menarik perhatianku …

... Nella luce della divinità

noi non siamo mai diversi a tutti…

… Di dalam keagungan sinar-Nya, kita (manusia) tak pernah berbeda selamanya …

Dua baris kata yang begitu menyentuh hatiku, aku seakan terbawa kembali ke dalam titik di mana waktu berhenti sejenak untuk memperlihatkan kebenaran yang sejati. Sebenarnya apakah kita (manusia) di hadapannya, hanya pikiran kitalah yang memberi warna berbeda … dan telah menumbuhkan perbedaan itu di hadapan mata hati kita (manusia) sehingga kita tak dapat melihat sesederhana apa adanya.

Lamunanku terhenti sejenak, ternyata kor tunggal itu telah terhenti. Dan sang Appleton pun telah berdiri di hadapanku.

You must be Cahya, Mohan said you would coming today.” Dia berusaha memperbaiki dialek Italia yang indah itu.

Did he says something?” Tanyaku … walau pikiranku masih berputar sejak kapan dia di hadapanku … dan ke mana perginya Mohan itu.

Not much … Hem?” Dia meneliti pandang padaku.

C’è qualche cosa sbagliato, Signorina…?” Tanyaku keheranan.

Oh … You could speak Italian well.”

Never better since last year … When I starting it.”

Kami berbincang tentang banyak hal, pikirannya yang cukup terbuka membuat segalanya menjadi nyaman. Seandainya dunia dapat diberikan sedikit kesempatan yang sama pikirku.

Namun hari itu berakhir dengan kepulanganku kembali ke negaraku. Walau sekejap namun pengalaman itu tak akan pernah terlupakan. Apa yang sebenarnya manusia cari …? Bahkan sang Appleton pun tak mampu memberi jawaban hingga hari ini. Karena manusia sendiri tak pernah sadar akan apa yang ia cari.

Yah … begitulah manusia.

©Cahya 2005

Artikel Baru Terbit

  • Siklotimia: Ketika “Naik-Turun Suasana Hati” Bukan Sekadar Karakter
    Siklotimia adalah gangguan mood kronis yang ditandai ayunan hipomania dan depresi ringan selama minimal dua tahun, sering disalahartikan sebagai kepribadian labil. Artikel ini membahas kriteria diagnostik DSM-5-TR, risiko berkembang menjadi bipolar, serta tata laksana yang menempatkan psikoterapi sebagai lini pertama sebelum farmakoterapi.
  • Buah Delima dan Jantung yang Kaku: Mengenal Urolithin A, Harapan Baru untuk Gagal Jantung HFpEF
    Urolithin A, senyawa yang dihasilkan dari konsumsi buah delima, menunjukkan potensi dalam mengobati gagal jantung HFpEF dengan memperbaiki relaksasi otot jantung melalui aktivasi protein PKGIα. Meskipun hasil uji pada hewan dan jaringan manusia menjanjikan, uji klinis pada pasien masih diperlukan sebelum penerapan terapi ini.
  • Cyclospora: Parasit Mikroskopis yang Mengintai di Balik Sayuran dan Buah Segar
    Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
  • Ngopi Pagi di Sragen, Otot Lebih Padat: Apa Kata Riset Terbaru soal Kopi dan Komposisi Tubuh?
    Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
  • Faktor Kesuburan Pria: Sisi yang Sering Terlewat dalam Pencarian Momongan
    Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

13 tanggapan

  1. Avatar Cahya
    Cahya

    Ya, begitulah, itu tahun penulisannya, dan baru dipublikasikan sekarang 🙂

    Terima kasih sudah mampir.
    .-= Cahya´s last blog ..Friends =-.

  2. Avatar Hanster
    Hanster

    Cerita lama ya mas,,,
    Tahunya 2005?
    .-= Hanster´s last blog ..Kecerdasan Buatan Manusia =-.

  3. Avatar tforce2009
    tforce2009

    udah ane pasank link-nya
    monggo dicek
    [Hide your link next time please – admin]
    .-= tforce2009´s last blog ..[keren] Kaskus, Google, dan Yahoo pun Ikut Merayakan Ultah NKRI yang ke-64 =-.

  4. Avatar rismaka
    rismaka

    Ini cerita lama ya mas? Kok tahun 2005 siy?
    .-= rismaka´s last blog ..Download antivirus pcmav 2.0d Update Build 3 bulan agustus 2009 =-.

  5. Avatar AdityaHadi
    AdityaHadi

    Menurut saya sih yang penting itu bagaimana kita mau bekerja keras untuk meraih semua impian kita. Jangan selalu memikirkan orang ini begini, orang itu begitu, bukankah pasti ada yang melihat segala perbuatan kita, yaitu Tuhan Yang Maha Esa …

    Dialah yang tahu mana yg terbaik buat kita, SMANGAT !!!
    .-= AdityaHadi´s last blog ..Warisan yang Kejam untuk Malaysia =-.

  6. Avatar Cahya
    Cahya

    Semoga bisa dibuat deh, maklum, blog ini kan masih versi beta, belum lolos validasi W3C lagi (he he, kayanya ga bakal lolos kecuali plugin-nya dipangkas).

    Kalau Guestbook saya menggunakan plugin “Gwolle Guestbook“, sepertinya WP tidak memiliki banyak pilihan Guestbook (orang lebih suka buat satu halaman dengan kolom komentar sebagai Guestbook).

    Coba juga, DMSGuestbook kalau mau (kayanya sih lebih oke)
    .-= Cahya´s last blog ..Sang Permulaan =-.

  7. Avatar alfaroby
    alfaroby

    tidak ada manusia yang sempurna
    kesempurnaan manusia tercipta karena manusia memiliki ketidak sempurnaan
    jika ada manusia yang sempurna berarti dia bukan manusia

  8. Avatar dyagnoz
    dyagnoz

    iya mas ntar faqsnya ya tentang Lhagima of Bhylabus …hehe
    oiya mas cahya, gmana cara bikin guest book kyk punya mas ?

  9. Avatar Cahya
    Cahya

    Yah, mungkin demikian adanya, banyak hal yang memang bisa kita cari di dunia ini, namun menemukan lebih banyak hal pastilah menyenangkan 🙂
    .-= Cahya´s last blog ..Sang Permulaan =-.

  10. Avatar a!
    a!

    wah, kok pasrah banget sih, mas. banyak kok yg bisa kita cari di dunia. mungkin appleton aja yg kebingungan. 🙂

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca