A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Ketika saya membaca tulisan Dani Iswara tentang Evaluasi Aksebilitas Web, saya menemukan adanya kemungkinan tentang halaman peramban berbasis suara (voice browser). Sehingga sebuah situs tidak hanya bisa menampilkan teks serta multimedia, namun juga bisa berbicara (baca: bersuara) sehingga bisa menyampaikan isinya pada pengunjung dengan kata-kata. Tentu hal ini menjadi terobosan bagi pengguna internet.

Bayangkan sebuah halaman web yang bisa berkomunikasi dengan kita, walau saat ini yang masih banyak bisa ditemukan adalah membacakan isi web. Namun siapa tahu suatu saat nanti kita dapat berinteraksi dengan internet hanya menggunakan kontrol suara seperti yang ada di film-film yang memamerkan teknologi kelas tinggi.

Salah satu yang memberikan layanan ini di Internet adalah Odiogo: Voice Your Content. Dikatakan bahawa server penghasil podcast odiogo mampu menghasilkan berkas audio berkualitas tinggi dari artikel tekstual pada suatu umpan RSS. Mereka memantau umpan-umpan kita secara teratur dan menghasilkan berkas MP3 begitu artikel baru dipublikasikan. Beginilah kira-kira cara kerjanya:

Dalam situs resminya di Odiogo.com disebutkan sebagai berikut:

Odiogo converts dynamic web pages into high-quality audio files.
Odiogo uses sophisticated algorithms to filter-out the non-content item (links, legends, ads, etc.) of your web pages. This "cleaned" content is then processed by advanced text-to-speech technology to produce nearly human quality audio output. The files Odiogo produces can be easily uploaded into an iPod/MP3 player, listened to on a mobile phone or played on a PC or Mac.

Jadi para pemilik blog kini tidak hanya dapat memublikasikan karyanya lewat layar komputer yang terhubung internet, dan bisa didistribusikan lewat cetakan. Kini tulisan seorang narablog juga bisa dinikmati lewat oleh pemilik iPod atau perangkat MP3 lainnya yang berlangganan tulisannya. Dan prinsip berlangganannya juga masih mirip dengan berlangganan umpan RSS karena mereka memiliki basis yang sama.

Odiogo disediakan siap bagi para pemilik akun/blog dari berbagai tipe mesin yang memublikasikan umpan RSS. Antara lain Typepad, Blogger, WordPress atau pun Overblog. Begitu kini mengaplikasikan layanan ini, mereka akan memberitahukan kita kapan berkas audio kita siap. Berkas MP3 yang dibuat disimpan di server mereka. Sehingga narablog tidak perlu mengkhawatirkan permasalahan integrasi teknis atau pun lebar pita yang dikonsumsi.

Apa gratis?

Tidak hanya gratis (menurut yang punya lho), namun juga bisa memberikan penghasilan tambahan bagi Anda (ha ha, jadi ingat tulisan sebelumnya tentang Feedburner). Namun ini katanya jika “pendengar” blog Anda mencapai jumlah tertentu barulah ada mekanisme bagi hasil. Lebih banyak tentang ini bisa dibaca di sini, dan jangan lupa juga membaca FAQ.

Kabar baiknya jika Anda narablog, Anda bisa segera mencoba aplikasi ini untuk meningkatkan aksebilitas blog anda. Kabar buruknya, saya tidak yakin jika ini bisa digunakan selain dari Bahasa Inggris 🙂

Sebagai contoh, saya membuat Manvahana dengan menggunakan Odiogo ini.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

13 tanggapan

  1. Avatar ganda
    ganda

    Hmm.. Saya penasaran apakah tulisan di blog saya nyaman apa tidak. Sepertinya memang tidak nyaman. hehehehe

    1. Avatar Cahya

      Saya rasa blog Mas Ganda juga layak dicoba untuk itu. Menurut saya pribadi pembahasaannya (in English)sangat apik 🙂

      1. Avatar ganda
        ganda

        apik dari hongkong atuh bang. 😀 Barbarian gitu bahasanya.
        .-= ganda´s last blog ..Merry Christmas 25 December 2009 =-.

      2. Avatar Cahya

        Tapi setidaknya lebih baik dari yang berantakan di blog saya 🙂

  2. Avatar dani
    dani

    Masalahnya, apakah konten di halaman Web sudah nyaman dibaca/didengar (aksesibel)? 🙂

    1. Avatar Cahya

      This Blog? No…, somebody would be sure end up in the ENT emergency room after listening my blog 😀

      Perlu upaya lebih untuk itu, karena saya tidak terbiasa menulis dengan tatanan yang baik. Saya sebenarnya mau lihat dulu hasilnya – sepertinya blog Dani Iswara.Net adalah pilihan baik untuk uji coba 🙂

      1. Avatar dani
        dani

        Mungkin bisa dicoba print halaman Web ke pdf. Trus baca berkas pdf itu pake opsi speech di Adobe Reader terbaru?
        .-= dani´s last blog ..Hendaya Kognitif Mengakses Web =-.

    2. Avatar Cahya

      Hmmm…, saya sering lihat yang save to PDF cuma saya tidak berpikir fungsinya sampai sejauh itu.

      Kalau pertimbangan dari penghematan lebar pita dan kemudahan kira-kira lebih bagus mana ya?

      1. Avatar dani
        dani

        Cahya,
        maksudnya?

        Yang konversi ke pdf itu hanya untuk uji coba. Sepertinya banyak peranti konversi open source dan freeware untuk Windows. Di linux sih sudah langsung ada (bisa via cups-pdf). 😛

        Coba bayangkan singkatan akan terdengar seperti apa? Speech reader bahasa Indonesia kayaknya dulu ada yang mengembangkan. deptz.kandangbuaya.com sepertinya bikin skripsi tentang itu juga.
        .-= dani´s last blog ..Hendaya Kognitif Mengakses Web =-.

    3. Avatar Cahya

      Saya kan hosted dengan dana pas-pasan, he he, mahasiswa pelit sih 😀 jadi monthly bandwidth transfer juga dibatasi hingga beberapa ribu byte(s) saja.

      Opsi 1: Pilih Odiogo, Odiogo server mengambil (teorinya) mengambil lebar pita dari pengumpan sindikasi (RSS Feed), jika sindikasi diarahkan ke pihak ketiga (Feedburner) maka tidak akan bisa mengurangi beban setiap kali sindikasi berkas suara (voice feed) sibuat. Dan voice feed juga disimpan di server pihak ketiga, jadinya tidak membebani server hosting kita.

      Opsi 2: Mengunakan convert to PDF, jadi setiap kali pembaca ingin menyimpan data, langsung mengambil/konversi dari server blog kita. – CMIIW

      Maaf kalau pelit ;p

      Tapi sebenarnya saya harus mengakui ide itu bagus 🙂

      1. Avatar dani
        dani

        Ah ya, yang itu. 🙂 Belum nyoba odiogo. Asal ngga makan lebar pita sendiri, kayaknya enakan gitu. Apakah pengguna banyak pelanggan podcast? Mungkin bisa lihat pengalaman temanmacet.com. 🙂
        .-= dani´s last blog ..Comment form in disabled images =-.

  3. Avatar pushandaka
    pushandaka

    Wah, ini bagus banget! Tapi yang merekam suaranya bukan kita pribadi ya? Padahal tadinya saya pengen coba cara ini untuk memudahkan kerja ibu saya yang seorang pengajar Bahasa Inggris/Indonesia. Jadi pelajaran Bahasa Indonesia kepada orang asing bisa dilakukan lewat blog bersuara (teksnya masih ada kan? hehe!) juga.

    Btw, ini blog yang berbeda dengan yang sebelumnya ya?
    .-= pushandaka´s last blog ..Kecewa Pos Indonesia =-.

    1. Avatar Cahya

      Iya, teksnya masih ada. Nanti dia nongol seperti tombol ajax di atas postingan. Jika ditekan nanti akan mengambil dan memainkan berkas MP3 dari server odiogo.

      Sepertinya bukan suara pribadi deh 🙂

      Salah satu blog yang menerapkan sistem ini adalah iPENthisBLOG. Nanti bisa diuji kinerja Odiogo lewat Blog itu

      Blog ini salah satu blog yang paling tua, hanya saja suka pindah-pindah alamat. Blog dengan bahasa Indonesia, jika yang sebelumnya menggunakan bahasa Inggris,

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca