Sekitar seminggu yang lalu saya berjalan-jalan ke Plaza Ambarukmo, kebetulan karena diminta mencari sejenis sayuran impor yang jika tidak salah bernama Gobo – katanya sih diimpor dari Jepang. Saya berjalan ke tempat di mana berbagai sayuran bisa ditemukan, nah ternyata setelah dicari ke mana-mana ternyata tidak ada. Rupanya di sini sayuran ini tidak dikenal sama sekali, apa hanya di Bali saja kebetulan terkenal ya? Jadi aku mengurungkan niatku membeli sayuran yang konon katanya punya sifat anti kanker ini.
Saya berjalan-jalan di sekitar tempat sayur dan buah, masa bayar parkir mahal-mahal pulang dengan tangan kosong? Ini sih sebenarnya pemikiran orang pelit yang tidak bagus dicontoh.
Tertarik melihat sesuatu yang beruap di kejauhan, saya mendekat. Saya melihat ubi-ubi yang bertumpuk dengan dengan diberi keterangan “Ubi Bakar Cilembu”. Karena tertarik, diputuskan untuk membeli beberapa batang.
Sampai di rumah, aku mencoba satu. Hmm…, rasanya gurih dan manis sangat alami. Seperti berisi madu (atau apa memang ditambahkan madu?) di dalamnya pun empuk dan nikmat sekali saat masih hangat.
Beberapa saat kemudian, yang tersisa mulai dingin. Aku pun tak tahan mencicipinya lagi, wah…, bahkan ketika sudah dingin pun masih enak. Dan akhirnya ubi-ubi itu habis, padahal belum sempat kuambil gambarnya untuk diabadikan di blog, malah sudah masuk perut semua.
Makanan lokal memang masih menang bersaing dengan makanan impor kalau di lidahku, he he
Kebutuhan tidur bervariasi berdasarkan usia dan individu, bukan sekadar “8 jam”. Tubuh tidak dapat dilatih untuk butuh tidur lebih sedikit. Tidur siang singkat 10–20 menit justru bermanfaat. Tidak semua hewan tidur seperti manusia. Terlalu banyak tidur juga berisiko. Dan meski kurang tidur jarang membunuh langsung, microsleep akibatnya menewaskan ribuan orang di jalan Indonesia setiap tahun.
Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.
Panduan baru UNESCO-UNICEF-WHO (2026) menegaskan peran guru dalam kesehatan jiwa sekolah: mempromosikan kesejahteraan, menyadari tanda distres, dan menghubungkan murid ke dukungan — tanpa mendiagnosis atau memberi terapi. Dengan I-NAMHS mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, panduan ini relevan bagi UKS, PPKSP, dan sistem sekolah Indonesia.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
42 tanggapan
kikakirana
waduwh maz cahya.. bikin pengen aja..
kalo dari ceritanya sich keliatannya enak banged itu ubinya,,.
apalagi QK juga comment ini pas lapar..
makan dlu ah…
Tinggalkan Balasan