Di rumah di Gianyar ada beberapa ekor burung peliharaan, tentunya aku sendiri bukanlah yang hobi memelihar burung ini. Tapi mungkin aku tidak banyak mengenal burung aneh sepanjang zaman, sehingga yang satu ini tampak tidak biasa.
Crucuk pandan ini bisa dibilang terlalu jinak. Jika ada yang mendekati sangkarnya, ia bukannya menjauh atau panik, ia malah datang mendekat. Mungkin mengira akan mendapatkan makanan. Pun dilepaskan dari sangkarnya, ia akan datang lagi dalam sekejap.
Lha, biasanya kan burung kalau dilepas langsung kabur ambil kepakan seribu. Tapi yang satu ini bisa lebih bahaya, karena ia akan kembali dan mematuk-matuk yang melepas untuk mendapatkan makanan.
Makanya dia lebih banyak mengahbiskan waktu dalam sangkarnya, apalagi di sini tikus dan ular sawah juga mengincar burung-burung yang berukuran kecil.
Yah, yang satu ini bikin ujung jari terluka robek kalau berani mendekatkan tangan ke sangkarnya…
Ulasan kritis Kepdirjen Keslan No. HK.02.02/D/7409/2026 tentang Pedoman Pelayanan Sterilisasi Sentral di rumah sakit: apa yang sudah baik, dan enam catatan teknis yang sebaiknya diperbaiki sebelum dijadikan rujukan akreditasi.
Di rekam medis kertas, dokter menulis konfirmasi SBAR dan TBaK langsung di lembar catatan. Di rekam medis elektronik, banyak rumah sakit bingung mencatatnya di mana. Artikel ini membandingkan praktik AS, Inggris, Australia, aturan STARKES, standar JCI, dan rancangan antarmuka yang masuk akal.
Demam, menggigil, dan nyeri pinggang setelah beberapa hari buang air kecil perih bisa menandakan infeksi sudah mencapai ginjal. Kenali gejala, kapan harus ke IGD, dan bagaimana pengobatan terkini menurut pedoman IDSA 2025 dan EAU 2026.
Trombosis vena dalam (DVT) adalah kondisi serius akibat pembekuan darah di vena dalam, umumnya di tungkai, yang berpotensi mengancam nyawa apabila terjadi emboli paru. Faktor risiko termasuk imobilisasi, pascaoperasi, kehamilan, dan kanker. Diagnosis memerlukan evaluasi klinis dan pengujian laboratorium, sementara pengobatan utama adalah antikoagulan. Pencegahan juga sangat penting, terutama pada pasien berisiko tinggi.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Dokter Cahya, aha… saya temukan satu lagi tulisan-tulisan dokter di sini.
Crucuk Pandan juga banyak di desa saya. Ia punya kemampuan berkicau yang bisa menirukan banyak suara lainnya. Jika dipelihara sejak kecil, ia akan berkelakukan seperti cerita dokter di atas. Burung ini tergolong manja jika dipelihara. Salah satu penyebabnya karena ketergantungan makan terhadap si pemelihara, makanya ia jinak.
Orang jawa menyebutnya burung ‘pentet’ atau ‘kentet’.
Ah…, ini cuma blog buat nyepam saja, daripada saya nyepam di blog orang lain 🙂
Saya tidak begitu paham masalah unggas, tapi kebetulan di rumah dipelihara banyak, jadinya tahu dikit-dikitlah.
Btw, setelan akun wordpress bisa diubah lho alamat pranalanya, coba dilihat di bagian “my profile” di dashboard wordpress.com, biar langsung mengarah ke blog Bli yang sekarang 🙂
Tinggalkan Balasan