Di rumah di Gianyar ada beberapa ekor burung peliharaan, tentunya aku sendiri bukanlah yang hobi memelihar burung ini. Tapi mungkin aku tidak banyak mengenal burung aneh sepanjang zaman, sehingga yang satu ini tampak tidak biasa.
Crucuk pandan ini bisa dibilang terlalu jinak. Jika ada yang mendekati sangkarnya, ia bukannya menjauh atau panik, ia malah datang mendekat. Mungkin mengira akan mendapatkan makanan. Pun dilepaskan dari sangkarnya, ia akan datang lagi dalam sekejap.
Lha, biasanya kan burung kalau dilepas langsung kabur ambil kepakan seribu. Tapi yang satu ini bisa lebih bahaya, karena ia akan kembali dan mematuk-matuk yang melepas untuk mendapatkan makanan.
Makanya dia lebih banyak mengahbiskan waktu dalam sangkarnya, apalagi di sini tikus dan ular sawah juga mengincar burung-burung yang berukuran kecil.
Yah, yang satu ini bikin ujung jari terluka robek kalau berani mendekatkan tangan ke sangkarnya…
Asfiksia neonatorum terjadi ketika bayi gagal bernapas spontan sesudah lahir. Artikel ini menjelaskan penyebab, cara mengenali, langkah resusitasi di menit pertama menurut pedoman 2025, hipotermia terapeutik pada ensefalopati hipoksik-iskemik, dan prognosis jangka panjangnya.
Artikel ini membahas fenomena “post-accreditation slump” dalam akreditasi rumah sakit, di mana performa mutu meningkat menjelang survei namun menurun setelahnya. Peran Direktur dan Komite Mutu sangat penting untuk memastikan pemantauan mutu berlangsung sepanjang tahun, bukan hanya saat mendekati survei, guna mencegah kemerosotan performa jangka panjang.
Cerita tentang Sarasvati menggambarkan perjalanan pengetahuan dan kebijaksanaan dari zaman ke zaman. Ia hadir sebagai simbol aliran pengetahuan yang menghubungkan berbagai kebudayaan, dari India hingga Eropa dan Asia Tenggara. Melalui tokoh-tokoh seperti Socrates dan Rumi, dia mengajarkan bahwa pencarian pemahaman adalah perjalanan diri yang esensial.
Satu waka lima baris dari penyair istana Heian, Ono no Komachi, tentang bunga yang memudar, hujan panjang, dan usia yang diam-diam berlalu, dengan satu permainan kata yang nyaris mustahil diterjemahkan.
Minggu pagi Oma berjalan ke gereja dengan sandal yang tidak sama warnanya. Di tengah doa, ia berdiri, dan gereja mendengar suara yang sudah dua puluh satu tahun hilang.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Dokter Cahya, aha… saya temukan satu lagi tulisan-tulisan dokter di sini.
Crucuk Pandan juga banyak di desa saya. Ia punya kemampuan berkicau yang bisa menirukan banyak suara lainnya. Jika dipelihara sejak kecil, ia akan berkelakukan seperti cerita dokter di atas. Burung ini tergolong manja jika dipelihara. Salah satu penyebabnya karena ketergantungan makan terhadap si pemelihara, makanya ia jinak.
Orang jawa menyebutnya burung ‘pentet’ atau ‘kentet’.
Ah…, ini cuma blog buat nyepam saja, daripada saya nyepam di blog orang lain 🙂
Saya tidak begitu paham masalah unggas, tapi kebetulan di rumah dipelihara banyak, jadinya tahu dikit-dikitlah.
Btw, setelan akun wordpress bisa diubah lho alamat pranalanya, coba dilihat di bagian “my profile” di dashboard wordpress.com, biar langsung mengarah ke blog Bli yang sekarang 🙂
Tinggalkan Balasan