A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

I have no rejection, nor shall I ask for more. I bound to nothing but one, something that has been erased from this timeline of my human form and my human heart. The last and lost poem shall never recover again, nor the pain within the permanent scars within. I’ve seen so many tears that belong to no others. My step has stopped its own stillness, and my breath has reached the depth of where even desperation can’t reach it. I am not returning time back, nor shall trying for it. Since I knew nothing has been changed, but this path only. The words always the same, as to how we met under the last and the lost evening clouds under the evening sky, the words of “I will always love you.”

If I should stay,
I would only be in your way.
So I’ll go, but I know
I’ll think of you every step of the way.
And I will always love you.
I will always love you.
You, my darling you. Hmm.
Bittersweet memories that is all I’m taking with me.
So, goodbye. Please, don’t cry.
We both know I’m not what you, you need.
And I will always love you.
I will always love you.
(Instrumental solo)
I hope life treats you kind
And I hope you have all you’ve dreamed of.
And I wish to you, joy and happiness.
But above all this, I wish you love.
And I will always love you.
I will always love you.
I will always love you.
I will always love you.
I will always love you.
I, I will always love you.
You, darling, I love you.
Ooh, I’ll always, I’ll always love you.

I wish this convey my feeling somewhere else…


  Copyright secured by Digiprove © 2010 Cahya Legawa

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

13 tanggapan

  1. Avatar Cahya

    Pak Huang, ah…, itu tunggu cerita kelanjutannya dulu deh 😉

  2. Avatar Huang
    Huang

    ada kaitan sama tazmania bli?

  3. Avatar Ivonie Zahra

    Cuma tahu arti judulnya. Isinya buka kamus dl dech 🙂

    salam kenal

  4. Avatar lea ramdhani
    lea ramdhani

    Prikitieww..

  5. Avatar Cahya

    Pak Aldy, ini kan yang disebut "udang di balik kode" ala Bli Dani 🙂

    Saya ceritakan semuanya, tapi juga saya tidak ceritakan semuanya. Yah, mau bagaimana lagi, begitu memang cara saya bercerita…

    Bli Budi, ini masih banyak gramatikal yang susunannya tidak tepat, tapi dipaksakan begitu, karena memang itu kunci-kunci untuk menutup "sesuatu" di balik keterbukaan informasi 🙂

  6. Avatar Aldy

    Ya Bli budi, poetic sih poetic bli, tapi mbok ya jangan menggunakan bahasa londo dunk 🙄

  7. Avatar Aldy

    Kalau urusannya berkenaan dengan Asmara selalu menggunakan <abbr title="Bahasa Inggris">BI ya ?</abbr>

  8. Avatar budiastawa
    budiastawa

    mm… last and lost…. step and stop….

    Nice words…

    Dr. Cahya is a poetic doctor…

  9. Avatar Aldy

    Inilah salah satu resiko pasti kalau bahasa Inggrisnya negative, postingan artinya apapun saya malah nggak ngeh 🙁

  10. Avatar Masdin
    Masdin

    It's so romantic… tapi artinya apa yah 😀

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca