A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Yes, today as always for each passing year is the day of you and me. Perhaps you already walk beyond the heaven, while I keep walking under the same sky that we shared before that time came. I shall not call your name, nor shall you should call mine – since that is one of those promises.

Each year I wrote just for our promises, that perhaps my mortal mind & memory shall forget your voices or how your smile were gentling my heart; but my existence is a single prove that you was here, stand by my side – walk a single voice together. 

Did you know, that the world has changed a lot since the first time I met your soft eyes. Well, yes, I grew older with grey hair everywhere. I wish I can meet you, yes – I just wish it.

How long it was? Is this another centuries already?

Met and gone without goodbye makes me know how far is this land I walked on from the heaven. I can’t measure the distant between us, yet each year on this day, I feel one step closer.

Just this feeling is enough to make me fulfil a couple more of our promises, then when my time comes, I shall met you again – I wish – without any regret; even tough I think the chance isn’t any step closer.

Scheduled as carved here as one of the promised day of the year.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

6 tanggapan

  1. Avatar ladeva
    ladeva

    Ish…romantis banget…pedih-pedih gimana gitu…*puk-puk Cahya* 🙂

    1. Avatar Cahya

      Ya, aku kan memang orangnya romantis, ha ha… 😀

      1. Avatar ladeva
        ladeva

        Percaya dech 😉

  2. Avatar Cahya

    Ha ha…, seharusnya saya ini yang dapat warisan 😛

    1. Avatar gadgetboi

      hus! … LOL …

      1. Avatar Cahya

        Kapan-kapan kita mesti kopdar, tukaran cendera mata dari koleksi anime dan hasil jarahan dari teluk para perompak :lol:.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca